Happy Reading!
🍂
Untuk pertama kalinya Chris melihat seorang Kaivan seperti ini. Kaivan benar-benar mencintai Hope, Chris seperti melihat dirinya dulu ketika berusaha mendapatkan hati Rossa. Kenapa keturunannya harus seperti ini, lemah terhadap perempuan.
Kaivan menatap Chris yang hanya diam tidak menjawabnya. Cowok tampan itu melihat kembali kepada Hope yang masih setia dipeluk Kate.
Kaivan menghela nafasnya, sepertinya dia memang harus melepaskan Hope agar gadis itu tidak menderita, lebih baik seperti itu.
Hope-nya akan bahagia kan? Jika dia melepaskan dan membiarkan Hope hidup dengan damai bersama Kate, tanpa ada gangguan dari Chris.
"Tolong biarkan kami pergi." Ucap Kate dengan tegas ketika matanya bertemu dengan Kaivan. Hope tidak bereaksi lagi, dia hanya diam dengan tatapan kosong bak orang yang kehilangan jiwanya.
"Kami akan menjauh, dan tidak akan pernah muncul di hadapan kalian."
Kaivan mengepalkan tangannya, dia ingin sekali memeluk Hope saat ini juga ketika melihat kondisi gadis itu.
"Tolong lepasin mere—" Ucapan Kaivan terpotong ketika Chris tiba-tiba menghampiri Kate dan mengulurkan tangannya.
"Apa yang mau anda lakukan?" Kate bertanya takut, melihat tindakan tiba-tiba Chris.
Chris tersenyum sinis, "Jika kamu tidak menerima uluran tanganku, akan ku lemparkan kalian ke dalam sumur yang berada di halaman." Bisik pria tua itu.
Kate segera meraih tangan Chris dan berdiri dengan tangan sebelah yang masih merangkul Hope. Kaivan langsung berdiri dan memasang tubuhnya melindungi Kate dan Hope dari hadapan Chris.
"Mau apa lagi? Tinggalin mereka sekarang. Kaivan bakal ikutin semua apa yang kakek mau, termasuk menjauh dari Hope." Kaivan akan berusaha walaupun dia tidak akan pernah bisa untuk menjauh dari Hope, namun untuk kebahagiaan Hope, dia rela.
Chris tertawa pelan, dia menatap cucunya kemudian menepuk bahu Kaivan. "Sudahlah, aku juga tidak ingin berlama-lama bermusuhan denganmu."
"Kakek tidak akan memperdulikan mereka lagi, dan hubunganmu dengan gadis miskin itu. Tetapi, kewajiban kamu sebagai Christiano harus kamu jalankan."
Kaivan mengernyit, apalagi yang direncanakan kakek tua bangka ini? Kaivan tidak boleh termakan dengan perkataan manusia licik ini.
"Oh ayolah Kaivan! Kamu begitu ragu dengan kakekmu sendiri?" Chris tertawa terbahak-bahak, membuat orang disekitarnya merasa aneh.
Kenapa pria tua ini begitu cepat berubah pikiran? Seperti bukan seorang Chris saja. Semua orang tahu bagaimana sifat Chris yang sebenarnya.
"Kakek jangan mencoba untuk menipu Kai." Ucap Kaivan dengan tatapan menahan marah melihat Chris yang tiba-tiba berubah seperti ini.
"Terserah kamu saja. Aku juga sibuk tidak ingin berlama-lama dengan orang tidak penting seperti kalian." Ucap Chris pada Kate.
"Jadi, silahkan menghabiskan banyak waktu bersama, karena kebebasan dariku suatu hal yang berharga untuk kalian." Ucap Chris dan tatapannya jatuh pada Hope. Gadis itu terlihat menyedihkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The High Class
Teen Fiction"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan per...
