Happy Reading!
🍂
Kaivan tertunduk setelah mendengar perkataan Hope, Hope benar-benar terlihat putus asa. Tatapannya tidak lagi dingin ataupun datar, hanya ada ketakutan dan keputusasaan.
"Kalau gue yakinin lo, lo pasti bakal tetap pergi ya. Walaupun gue bilang kalo gue akan lindungin lo, lo bakal tetep ragu dan akan pergi kan?"
Hope melepaskan tangannya dari pipi Kaivan. Dia menyeka air matanya sendiri, kemudian tersenyum tipis.
"Ngertiin gue ya, gue anak yang gak ngerasain kasih sayang dari kecil, dan sekarang punya keinginan buat bahagia."
"Boleh kan Kaivan?"
Kaivan tidak menjawab, Hope pun berbalik dan melangkah. Menjauhi Kaivan, dan mungkin tidak akan pernah kembali lagi.
Hopenya mungkin tidak akan kembali lagi.
Kaivan mengepalkan tangannya, ini adalah ulang tahun terburuknya. Hadiah mengejutkan dari Hope sungguh membuatnya akan gila saat ini juga.
Hope adalah orang yang bisa membuat Kaivan hilang kendali dan gila bersamaan.
Kaivan tidak bisa membiarkan Hope pergi begitu saja. Pada saat Hope akan membuka pintu rumah, Kaivan segera berjalan cepat dan meraih tangan Hope.
"Lo gak boleh pergi seenaknya." Ucap Kaivan dengan wajah datarnya.
Hope terdiam, tidak tahu apa lagi yang harus dikatakan pada Kaivan. Dia juga mengakui, dia cukup melukai hati Kaivan.
"Lo gak boleh egois, pergi seenaknya tinggalin gue Hope. Lo gak bisa kayak gitu."
Dan, hanya Hope yang bisa membuat seorang Kaivan memohon-mohon putus asa.
"Kaivan..."
Kaivan menggeleng keras. "Lo mau gue gimana sekarang?"
"Kai..."
"Lo mau gue singkirin semua yang gangguin lo? Kakek gue? Lo mau gue bunuh dia?"
Hope terkejut, Kaivan hilang kendali. Lelaki itu terlihat dalam keadaan tidak normal.
"Kaivan!"
"Gitu aja Hope? Gue bunuh siapa aja yang gangguin kita, lo mau kayak gitu? Biar kita berdua bahagia."
"Kai, lo gak waras!"
Kaivan tersenyum tipis, namun dengan mata kosong. Dia memeluk Hope erat, kemudian membisikan sesuatu yang membuat Hope merinding.
"Lo mau liat gue bunuh diri sekarang? Coba aja pergi."
Hope memejamkan matanya, sepertinya ini yang dimaksudkan Fay. Kalau Kaivan adalah cowok yang menakutkan.
Jika sudah terlibat dengannya, jangan harap bisa lepas.
"Lo mau kayak gitu Hope?"
Hope juga sudah terlanjur mencintai Kaivan, apa yang bisa dia lakukan ketika melihat Kaivan sudah seperti sekarang.
Hope memeluk Kaivan dan menangis, dia takut. Sangat takut sampai seluruh badan Hope menangis gemetar.
KAMU SEDANG MEMBACA
The High Class
Teen Fiction"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan per...
