Happy Reading.
🍂
Hope hanya diam melihat Kaivan yang berbalik membelakanginya dan segera duduk di depan Chris, cowok itu duduk dengan cara yang angkuh, memangku kakinya dan tidak menoleh padanya sekali pun.
Chris tersenyum dan menyuruh Henry untuk mengusir Hope dan Kate, "Henry bawa mereka keluar, urusanku dengan mereka sudah selesai, ah sekalian juga kamu tanyakan jadwal keluarga Darlene, aku mau berbincang lagi dengan mereka." Henry mengangguk, Kaivan pun tak membantah perkataan Chris.
Hope tahu Chris sengaja, mengatakan hal itu didepannya. Dan Chris pikir Hope akan terganggu?
Hope tersenyum kecil, dia menoleh pada Kaivan yang masih duduk dengan wajah cueknya. Cowok itu membuat keputusan yang tepat.
"Kami permisi tuan." Ucap Henry kemudian membawa mereka pergi, Chris tersenyum senang dan menatap cucu kesayangan-nya.
"Kaivan, kamu membuat keputusan yang sangat benar! Kakek bangga padamu," ucap Chris membuat Kaivan hanya membalasnya dengan senyuman sinis.
"Sekarang, gue kan yang akan ambil alih semua milik kakek?" ucap Kaivan membuat Chris mengangguk mantap.
"Semua ini milikmu, akan ku wariskan semua kepada kamu Kaivan, dan kamu yang akan memiliki segalanya!" Chris tersenyum bangga, tetapi kemudian dia menatap Kaivan dengan wajah seriusnya.
"Tetapi ingat Kaivan, kamu harus selalu sempurna, gak bercela, dan jangan pernah melakukan kesalahan apapun." ucap Chris sambil melipat tangannya di dada.
Kaivan mengangguk santai, dia juga ikut melipat kedua tangannya di dada.
"Setelah aku meninggalkan dunia ini, semua kepunyaan ku akan jatuh pada kamu, dan kamu bebas melakukan apa saja dengan itu semua." Chris tersenyum licik, dia sangat terobsesi dengan kesempurnaan cucunya dia juga mau semua hartanya di urus dengan baik, karena itu semua hasil kerja kerasnya.
Kaivan mengangkat alisnya, "Setelah kakek meninggal ya, masih lama dong?" ujarnya dengan wajah polos.
Chris terkekeh, "Kamu mau cepat-cepat aku meninggal? dasar cucu nakal, kamu tidak bisa berbuat sesuka hatimu di saat aku masih hidup Kaivan."
"Hidup kamu, milik-ku..."
Chris tersenyum dengan menyeramkan.
"Selama aku hidup, hanya aku yang bisa mengontrol dan mengaturmu. Kamu tidak berhak atas dirimu,"
Dasar pria tua bangka gila!
Kaivan tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya, "Gak ada pilihan lain deh, selain nunggu kakek meninggal,"
"Supaya Kai bisa hidup sendiri tanpa pengawasan dari kakek."
Chris tertawa dan segera meminum kopinya kemudian menatap Kaivan dengan tatapan tajamnya. "Aku tidak akan mati semudah itu Kaivan, kematian saja harus meminta izin dariku."
Lihatlah betapa berlagaknya pria tua ini, Kaivan sangat-sangat muak.
"Bersiap-siaplah untuk makan malam, kita akan bertemu dengan calon tunanganmu." Ujar Chris membuat Kaivan memiringkan kepalanya kemudian tersenyum.
Kaivan menatap Chris yang sudah berjalan keluar dari ruangan. Cowok itu tersenyum geli, "Dia lupa siapa yang dia hadapin sekarang," Kaivan terkekeh.
Chris memang bodoh, apakah Chris lupa bahwa dia lah yang membesarkan Kaivan, bagaimana pria itu bisa tidak tahu.
Mengapa Chris tidak tahu apa yang sedang Kaivan pikirkan saat ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
The High Class
Teen Fiction"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan per...
