Happy Reading.
🍂
Chris tersenyum menanggapi candaan Darlene, saat ini keluarga mereka sedang makan malam bersama dengan Queen Group. Dua keluarga dengan harta yang melimpah.
Siapa yang tidak suka melihat dua keluarga kaya sedang makan bersama? sangat seimbang bukan?
Darlene mencuri-curi pandang pada Kaivan, cowok itu hanya fokus pada makanan dan sesekali menatap Grania yang mengajaknya bicara.
"Saya sangat suka suasana ini, saya harap ini bisa menebus kesalahan saya yang kemarin." Ucap Chris sambil mengangkat gelasnya mengajak Ayah Darlene untuk bersulang.
Izakhar tersenyum kemudian mengangguk, "Aku tidak terlalu mempermasalahkan itu, aku harap hubungan bisnis kita tetap berjalan seperti biasa." Chris tersenyum, sudah dia duga, Queen Group tidak akan pernah mau melepaskan kerja sama.
"Ayah kamu apa kabar? aku sudah lama tidak bermain golf bersamanya." Tanya Chris.
"Ayah saya sedang dalam perjalanan bisnis di luar negara, mungkin dia akan tiba minggu depan." Chris hanya mengangguk saja sebagau respon.
"Ohh iya, katanya Darlene dan Kaivan cukup saling mengenal yaa, sepertinya mereka sudah bertemu di sekolah." ucap Izakhar membuat Darlene tersenyum malu.
"Oh ya? bagus dong, mereka sangat cocok!" Ujar Sissy, ibu Darlene. Grania hanya tersenyum tipis saat Sissy menatap dan tersenyum lebar padanya.
"Kamu harus lebih menjaga Darlene di sekolah Kai, dia sangat cantik dan tidak boleh lecet sedikit pun." Ujar Chris membuat yang lainnya mengangguk setuju kecuali Grania dan Kaivan.
Kaivan tersenyum sinis, dia mengelap sudut bibirnya.
"Kek gak ada kerjaan aja." ujarnya membuat Grania tersenyum maklum.
Anaknya memang sangat berani, tidak bisa di kontrol Chris dengan mudah.
"Aku bisa jaga diri kok, tapi aku mau selalu bareng kak Kai, kak Kai baik banget sama aku, sampe pernah belain aku loh." ujar Darlene antusias membuat Kaivan terkekeh.
"Gak usah sok deket." ucap Kaivan dengan nada tidak senang membuat semua orang di tempat makan terdiam.
"Kaivan, yang sopan. Ingat, Darlene calon istri kamu." Ucap Chris membuat Kaivan menghela nafasnya.
"Maaf atas ketidaknyamanan ini. Atau gue aja yang ngerasa gak nyaman?" ucap Kaivan kemudian tersenyum geli, di segera berdiri dari tempat duduknya.
"Kaivan ngalah buat makan malam disini karena mama, karena Kai udah selesai, Kai mau pergi dulu." ucap Kaivan pada Grania membuat wanita cantik itu tersenyum dan mengangguk.
Chris menggeram marah, dia pikir Kaivan sudah menyetujui? Dia pikir Kaivan tidak akan melawan lagi. Dia pikir setelah menyingkirkan Hope dalam hidup Kaivan itu sudah cukup.
Kenapa Kaivan lebih tidak menuruti-nya sekarang? padahal Kaivan adalah anak yang selalu patuh, dan tidak pernah membantah ucapan Chris.
Hope memang pembawa sial, semenjak cucunya dekat dengan gadis miskin itu, Kaivan jadi berubah, menjadi orang yang berani melawannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The High Class
Novela Juvenil"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan per...
