Selamat Membaca!
🍂
Hope menatap sekretaris Chris - Henry, pria berumur sekitaran 40 tahunan itu hanya melirik Hope ketika cewek itu masuk ke dalam mobil.
"Tuan Kaivan tidak tahu kan?" Tanya Henry memastikan. Hope tersenyum sinis dan hanya membuang wajahnya tanpa berniat membalas Henry.
Henry menghela nafasnya kemudian menjalankan mobil menuju tempat Chris berada, namun sesekali Henry melihat-lihat ke arah spion, memastikan tidak ada yang mengikuti mereka.
"Aman, gue gak bilang ke Kaivan. Gak usah takut gitu, kek orang tolol tau gak." Sepertinya Hope mulai tertular Fay, bagaimana Fay membalas orang dengan kasar dan menusuk lewat perkataannya.
Henry berdehem singkat dan memfokuskan pandangannya ke arah jalan depan.
"Nona kenapa mau berpacaran dengan Kaivan?" Tanya Henry tiba-tiba, Hope melirik singkat dan kembali menatap ke arah jendela.
Hening cukup lama baru Hope membuka suaranya,
"Menurut anda kenapa?" tanya Hope kembali membuat Henry terlihat berpikir.
"Karena tuan muda Kaivan tampan?"
Hope hanya menatapnya datar.
"Karena kekayaan?"
Hope diam tak berniat menjawab.
"Karena kekuasaan?"
Hope menghela nafasnya, sepertinya Henry ini beneran cukup tolol. "Kenapa gak bilang dia baik?" tanya Hope membuat Henry mengelus pelipisnya.
"Baik? Tuan muda tidak terkenal seperti itu,"
Hope tersenyum sinis, "Terus yang kalian kenal dia kayak gimana?"
"Tuan muda Kaivan orang yang menakutkan, dia dingin terhadap orang-orang yang di perusahaan dan kepada siapa saja yang dirasa asing, dia hangat hanya pada nyonya Grania."
"Dia di didik oleh tuan Chris sedari kecil, dan banyak tekanan dan tuntutan yang dia dapatkan sedari kecil hingga bisa membuat tuan muda jadi seperti yang sekarang."
Henry tersenyum kecil. "Seingat saya waktu awal-awal saya bekerja, tuan muda Kaivan masih kecil dan begitu baik dan ramah pada siapa saja, dia memiliki pribadi yang hangat."
Namun tiba-tiba senyuman Henry luntur ketika dia mengatakan kalimat selanjutnya, "Senyuman tuan muda mulai menghilang, diganti dengan pribadi yang keras dan angkuh, dan menakutkan. Dia menjadi orang yang berbeda, dan itu semua karena didikan tuan Chris.."
Hope mengernyit ketika mendengar penjelasan Henry yang begitu tiba-tiba. "Kenapa anda ceritakan pada saya, seharusnya gak boleh kan? anda gak takut?" tanya Hope karena Henry cukup berani bercerita tentang kehidupan Kaivan dan Chris.
Henry tersenyum kecil, dia melirik Hope sekilas. "Yang mau saya sampaikan sebenarnya adalah, jika masih bisa pergi dari hidup Kaivan, cobalah untuk pergi."
"Jangan di paksakan, kalian hidup dengan dunia yang berbeda."
Hope hanya diam mendengarkan Henry, ucapan pria itu terdengar menyenangkan namun membuatnya gugup secara bersamaan.
"Tuan muda Kaivan saja sudah semenakutkan itu bagi saya,"
"Apalagi tuan Chris yang mendidiknya, kamu gak akan bisa tahu semenakutkan apa tuan Chris sampai kamu merasakannya sendiri nona."
"Aku hanya tidak ingin melihat kehidupanmu yang sudah cukup menderita, dan harus menanggung lagi penderitaan yang mungkin lebih dari yang kamu alami dulu."
KAMU SEDANG MEMBACA
The High Class
Ficção Adolescente"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan per...
