Happy Reading!
—
"From people you know, to people you don't."
🍂
Edwin melotot, terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan Xuzhai. Edwin langsung melihat ke arah Barbara dan Leanna yang sama-sama terdiam dengan raut wajah yang tidak bisa di gambarkan lagi.
Tapi tentunya wajah terluka dan kecewa jelas terpampang di wajah Barbara dan Leanna.
Gafriel juga sama terkejutnya, dia menatap Xuzhai dengan perasaan campur aduk, baru kali ini dia melihat mamanya melakukan hal yang bisa merugikan dirinya sendiri.
"Barbara, berdiri." Ucap Leanna ketika dia berdiri dari tempat duduknya.
"Xuzhai, APA YANG KAMU LAKUKAN?!" Bentak Edwin kemudian menghampiri Leanna dan memegang tangan istrinya itu.
"Sayang, jangan percaya. Ini semua kebohongan, percaya sama aku!" Ucap Edwin dengan gelisah, dia tidak bisa kehilangan istri dan anaknya.
Leanna tersenyum, "Ini alasan kamu jarang di rumah Edwin? Keluar kota? Bisnis?" Leanna melepaskan tangan Edwin dengan kasar.
"Bisnis kamu lancar sekali Edwin, urusan kamu benar-benar buat aku gak bisa apa lagi sangking wow-nya." Leanna tertawa kecil, dia menoleh ke arah Xuzhai dengan tatapan benci.
"Selama ini kamu mau temenan sama aku, itu memang murni niat berteman Zhai?" Leanna tersenyum menatap Xuzhai.
"Lea, manusia gak ada yang sempurna, kamu gak bisa mempercayai manusia dengan sepenuh hidup kamu. Edwin dan aku juga hanya manusia yang terkurung dalam masa lalu yang gak bisa kita lepas."
"Xuzhai!" Bentak Edwin, dia ingin Xuzhai berhenti.
"Kita tersesat Lea, tapi demi kebaikan semua orang disini aku ungkapin semuanya. Aku siap hancur," Ucap Xuzhai kemudian menatap Gafriel dan tersenyum.
"Aku siap hancur dalam hal apapun, tapi aku gak bisa hancur melihat anakku begitu benci pada ibunya sendiri." Ucap Xuzhai membuat Edwin mengepalkan tangannya.
"Kita semua pasti menyayangi anak kita masing-masing, seburuk apapun yang kita alami, kita hanya ingin yang terbaik untuk mereka kan?" Xuzhai benar-benar membuat Edwin hilang akal saat ini.
"Leanna, aku bisa menjelaskan semuanya. Aku bisa per-"
Ucapan Edwin terhenti ketika Barbara tiba-tiba berdiri dan menghadang Edwin dari mamanya. Barbara menatap Edwin dengan tatapan benci.
"Mulai sekarang, keluar dari hidup aku dan Mami. Mulai sekarang, gak ada nama Edwin di hidup kami, dan aku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi." Dimana anak manja itu? dimana anak yang selalu merengek pada papinya?
Gafriel menatap Barbara dengan tatapan merasa bersalah, kenapa Barbara tidak mengamuk, seharusnya dia berteriak, memaki-maki semua orang yang ada disini.
Seharusnya dia menampar Xuzhai, memaki-maki ibunya tapi kenapa dia begitu tenang? Inikah Barbara yang dikenalnya.
Edwin mengusap wajahnya, "Barbara sayang kamu gak mau dengerin papa dulu?" lirih Edwin membuat Xuzhai tertawa.
"Dengarkan apa Edwin? Kamu menyangkal hubungan kita, tapi kebenaran sudah jelas, kita tidak bisa sembunyi lagi. Kamu dan aku sudah hancur sejak kita memutuskan memulai hubungan ini."
"DIAM XUZHAI, AKU TIDAK BICARA DENGANMU!"
Xuzhai tersenyum kecut, selama ini Edwin tidak pernah sekalipun membentaknya. Ya, dia memang cuma menjadi tempat ternyaman Edwin, tapi Xuzhai tidak pernah memiliki posisi tetap di hati pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The High Class
Teen Fiction"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan per...
