Hi, thanks for waiting.
Happy Reading!
🍂
Semenjak kegiatan yang High Class lakukan di vila Kaivan, hubungan mereka menjadi semakin dekat dan akrab. Biasanya mereka selalu memandang satu sama lain sebagai saingan.
Tetapi, sekarang mereka bahkan sudah bisa saling berbagi pendapat, dan membantu yang lain jika merasa kesulitan dalam pembelajaran.
"Abis sekolah, nongkrong yuk." Ucap sang ketua kelas, membuat mereka yang sedang menatap buku langsung mengangkat kepala.
"Boleh, dimana?" Tanya Selena.
"Ngopi? Bioskop? Shopping?" Ujar Vincent walaupun kadang tidak didengar, tetapi cowok itu lumayan sabar. Apa karena dia orang ternormal di kelas ini?
"Apa gak apa-apa nongkrong, ujian udah semakin deket." Sambung Michelle membuat yang lainnya mengangguk setuju.
"Terserah deh, yang mau aja." Ucap Vincent membuat yang ingin ikut mengangguk dan mengangkat tangan.
Fay menopang dagunya, merasa bosan. Padahal mereka baru saja mendapatkan tugas matematika oleh guru.
Hope yang duduk dibelakang Fay menoel bahu Fay dengan telunjuknya, Fay menoleh malas dengan tatapan bertanya.
"Udah selesai tugasnya?" Tanya Hope membuat Fay mendengus dan segera menyerahkan bukunya pada Hope.
"Lagi capek, kerjain punya gue." Ucap Fay dan langsung mendapat tatapan tak senang dari Kaivan.
Kaivan melempar kembali buku Fay ke depan. "Kerjain sendiri, gak bisa? Bodoh ya?" Sambung Kaivan dengan nada jengkel.
Fay melotot kesal, dia menatap Hope meminta pembelaan, tetapi Hope hanya mengangkat bahunya, tidak ingin membela Fay.
Kaivan menahan senyumnya, biasanya Hope akan menegurnya. Tetapi, kali ini Hope lebih memilih memihaknya. Kaivan tersenyum senang, dan meledek Fay.
Fay menggerutu kesal, waktu sudah tinggal sedikit. Tetapi, dia belum mengerjakan satu soal pun. Fay menatap seisi kelas, ingin meminta bantuan.
"Kenapa?" Tanya Gafriel tiba-tiba yang memang duduk tak jauh dari Fay. Fay menatap Gafriel kemudian mengacuhkan pertanyaan cowok itu.
Gafriel menghela nafasnya, dia segera meraih buku catatan Fay dan membawanya ke tempatnya. "Lo ngapain sih?" Ucap Fay kesal karena tindakan Gafriel.
"Mrs. Aya, udah di jalan balik ke kelas. Tugas lo belum selesai, mau dikurangin poin?" Ucap Gafriel, guru matematika mereka memang dikabarkan sudah on the way kelas mereka.
Fay pun pasrah, karena Gafriel juga cukup menguasai matematika, jadi dia biarkan saja. Untuk kepentingannya, tidak ada niat lain. Fay masih membenci cowok itu.
Hope menahan senyumnya, melihat Fay yang duduk disamping Gafriel dengan wajah cemberut, namun Gafriel dengan wajah kalemnya sibuk mengerjakan tugas Fay.
"Barbara gak masuk lagi ya?" Kaivan mengangguki pertanyaan Hope. Cewek itu memang dikabarkan telah berhenti sekolah.
Bukan pindah, tetapi berhenti.
KAMU SEDANG MEMBACA
The High Class
Novela Juvenil"We didn't choose to live like this." - Hopely Janetta Selamat datang di kisah seorang gadis remaja yang memiliki kehidupan yang berat, bahkan dia mengalami kemalangan sejak dari dia dilahirkan. Saat tumbuh beranjak dewasa tanpa kasih sayang dan per...
