33. Shidou

5.8K 724 209
                                        

"Dalam keadaan mata tertutup, cebol itu berada dalam keadaan semi-flow."

.

.

.

"Oh, Hiori" ujar Isagi kala Hiori duduk di sampingnya. Ia mendengar langkah kaki seseorang sebelumnya, ternyata Hiori.

Tap

"Aku juga disini."

"WHOASDFGHJKL?!!!" Isagi terkejut melihat mata merah yang menatapnya dari samping.

"Kenapa kau begitu terkejut? Memangnya aku hantu?" tanya Haruhi bingung. Perasaan pas Hiori datang lelaki itu biasa saja.

"B-Bukan itu. Kurasa tadi aku hanya mendengar langkah kaki satu orang.. Jadi kupikir hanya Hiori saja yang masuk" ujar Isagi.

Tiba-tiba Isagi terlihat terkejut seolah mendapatkan sesuatu.

"Oh! Apa itu rahasia dari pergerakan dengan mata tertutupmu?" tanya Isagi.

Haruhi tersenyum. "Tidak. Itu tidak ada hubungannya."

Tapi Isagi sedikit mendapatkan sesuatu. Karena tubuh yang kecil dan massa tubuh yang ringan, Haruhi dapat bergerak dengan lincah dengan langkah kaki ringan dan gesit.

Namun sebenarnya ia sudah mengetahui itu. Isagi menghela nafas. Ia gagal mendapatkan sesuatu dari gadis misterius ini.

"Haruhi-chan, bagaimana kau bisa melihat dengan suara? Di detik-detik terakhir, bagaimana kau bisa mencapai bola lebih cepat dariku? Bukan hanya saat itu saja. Kalau dipikirkan ulang, kau selalu berada di posisi yang bagus, dimana bola akan mendarat. Aku benci mengakuinya tapi kau satu langkah di depanku" celoteh Isagi panjang.

Haruhi tersenyum dan duduk di antara Hiori dan Isagi.

"Indra pendengaranku sangat tajam. Ini bawaan lahir. Dan aku terus mengasahnya" ujar Haruhi.

"U-Udah?" tanya Isagi.

Haruhi mengangguk. "Sudah. Hanya itu saja."

Perasaan pertanyaan Isagi panjang banget kek perjuanganku mendapatkannya. Tapi jawaban Haruhi sependek kayak jawaban doi.

"Bakat ya? Aku merasa tidak mendapatkan pencerahan. Apa benar hanya itu? Bukankah mustahil mencari tau pergerakan 21 orang di lapangan? Ditambah lagi dengan bola." tanya Isagi curiga.

Haruhi tersenyum penuh makna. Ia menatap lekat mata Isagi dengan manik rubynya. "Itulah yang harus kau cari tau. Asal kau tau Isagi, aku mulai bermain dengan mata tertutup karena dirimu. Kaulah yang membuatku berevolusi."

Isagi bingung mendengar itu. 'Karena aku?'.

"Karena kau punya kemampuan adaptasi yang saaaaaangat menyebalkan, aku bermain dengan bakatku sebagai pusat, mengandalkan indraku. Agar kau tidak bisa melahapku" ujar Haruhi.

Isagi tertegun mendengar itu. Ia tak menyangka dirinya menjadi motivasi seseorang untuk berevolusi.

"Indra pendengaran, ya? Pantas saja kau hebat bermain karuta" sahut Hiori.

Mendengar itu sontak Haruhi menoleh ke arah lelaki berambut cyan. "Oh!~ waktu sudah berlalu lama sekali sejak hari itu. Mau bermain?"

"Boleh boleh!"

Haruhi langsung capcus pergi ngambil karutanya di kamar lalu kembali ke ruang monitor dan menyalakan lampu. Mereka melakukan pertandingan nostalgia. Isagi mengamati lamat-lamat hal yang menjadi salah satu faktor ketajaman pendengaran Haruhi.

Nanase membacakan puisinya.

“...”

TAKK!!

[Thief] Blue Lock x Female Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang