99. Get Away

1.5K 195 66
                                        

"Haru?.."

Suara yang hangat itu terasa begitu familiar di telinga Haruhi. Gadis itu spontan mendongak dan menoleh ke arah sumber suara, memperlihatkan wajahnya yang sembab karena menangis.

Manik rubynya membulat melihat sosok tersebut. "Kenapa kau bisa ada di Jepang?.."

Tidak ingin mendengar kalimat tajam di suasana hati yang seperti ini, Haruhi buru-buru mengambil kruknya dan berdiri, bergegas melarikan diri dari lelaki yang sering menorehkan luka padanya.

Karena buru-buru, Haruhi tidak begitu memperhatikan langkahnya dan ia kehilangan keseimbangan.

"Awas!!" seru lelaki itu dan segera menarik Haruhi agar setidaknya gadis itu terjatuh diatasnya, tidak bertubrukan langsung dengan tanah.

Mereka berdua pun terbaring di tanah dengan Haruhi yang berada di atas sang lelaki. Muak melihat wajah lelaki itu, Haruhi meronta dalam pelukannya meskipun sia-sia, karena ia dalam kondisi lemah saat ini.

"Lepaskan aku!" seru Haruhi sambil berusaha melepaskan pelukan Sae, walaupun itu percuma.

"Tenanglah. Kenapa kau ingin melarikan diri dariku seolah melihat hantu?" tanya Sae heran.

"Menurutmu aja!!" Haruhi sebal dengan Sae yang tidak sadar diri.

Sae memiringkan kepalanya dan berpikir kenapa gadis dalam pelukannya ini suka marah-marah. Dia kan jadi ingat Rin kalo gini ceritanya.

"Karena aku membohongimu waktu itu (chapter 59, pas Sae bilang Haruhi hamil)?" tebak Sae.

Alis Haruhi menyatu dengan ekspresi kebingungan yang tercetak jelas. Bahkan ia lupa kapan Sae berbohong padanya saking membekasnya luka yang lelaki itu torehkan.

Yah, apapun itu, sepertinya Sae tidak tau kenapa ia begitu membencinya.

"Aku tidak tau kebohongan mana yang kau maksud. Sepertinya kau sendiri tidak sadar apa yang membuatku begitu membencimu sampai rasanya pengen muntah" ujar Haruhi ketus.

Sae terkejut mendengar itu. Apa Haruhi benar-benar membencinya? Gadis yang dulu  mengatakan ingin menikah dengannya itu?

Melihat raut wajah Sae yang terkejut, Haruhi menyimpulkan kalau lelaki itu benar-benar tidak sadar.

"Hah! Bisa-bisanya kau tidak sadar?! Apa kau tidak tau seberapa frustasinya aku saat kau menyuruhku untuk berhenti bermain sepak bola?! Bilang aku tidak cocok, lemah, mengganggu sepak bola Jepang, bisa-bisanya kau tidak ingat semua itu?! Padahal aku berusaha sekeras ini untuk membuktikan kalau ucapanmu salah besar!!"

Haruhi meremas kuat kemeja Sae, menyalurkan rasa sakitnya yang tak tertahankan. Sae memperhatikan wajah gadis itu, menemukan kesedihan yang mendalam.

Duagh!!

Haruhi spontan membenturkan kepalanya pada kepala Sae karena eye contact yang tidak disengaja barusan membuatnya kesal. Sae sedikit mengaduh kesakitan merasakan sundulan maut itu.

"Aku benci... Sangat membencimu... Kau pikir siapa yang membuatku begitu mencintai sepak bola seperti ini? Dasar tidak bertanggung jawab.. Bodoh..."

Haruhi membenamkan kepalanya dalam dada bidang Sae. Air matanya terus mengalir dan membasahi kemeja lelaki itu.

Tangan Sae terangkat dan mengelus lembut kepala hitam Haruhi. Pantas saja Haruhi berkali-kali mengucapkan kata benci padanya. Ternyata ucapannya yang memiliki makna lain itu membuat sang gadis sangat terluka.

"Sebenarnya... Bukan berarti aku menyuruhmu benar-benar berhenti bermain sepak bola" ujar Sae sambil mengelus kepala hitam Haruhi.

"Terserah. Alasan apapun yang kau utarakan aku tidak akan percaya. Tata bahasamu kemarin benar-benar jelas. Tidak ada makna lain" kesal Haruhi yang sudah muak.

[Thief] Blue Lock x Female Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang