89. Blue Rose

1.8K 238 42
                                        

Usai membersihkan diri, Haruhi pergi ke ruang medis karena merasa perutnya sakit lagi. Tapi ini ruang medis umum, bukan yang ditangani Anri secara langsung. Ia memilih kesini karena jaraknya lebih dekat. Ia memakai pillow electric dan menaruhnya di perutnya untuk meredakan kram perut yang membuatnya sampai berkeringat dingin. Matanya memandang lurus monitor yang menampilkan pertandingannya hari ini. Momen yang akan selalu terbayang-bayang, bahkan sampai ia mati sekalipun.

Zzttt

Pintu ruangan medis terbuka dan menampilkan sosok lelaki bertato mawar yang mengenakan jubah mandi untuk menutupi tubuhnya. Di tangan lelaki itu terdapat sesuatu yang mengejutkan.

"Apa sesakit itu sampai kau harus melewatkan waktu makan?" tanya Kaiser. Ya, ini sudah malam dan Kaiser yakin gadis itu belum makan dari tadi siang.

Kaiser duduk di kursi samping ranjang yang ditempati Haruhi. "Mau disuapi atau makan sendiri? Tapi tanganmu seharusnya tidak sakit kan? Seharusnya kau bisa makan sendiri."

"Kenapa kau malah melakukan sesuatu yang tak biasanya kau lakukan?" tanya Haruhi kala melihat piring berisi makanan yang dibawakan Kaiser.

"Tidak ada. Hanya merasa sayang saja jika jatahmu tidak ada yang memakan" ujar Kaiser sok tidak peduli. Ia tidak tau harus mengatakan apa untuk membuat gadis itu merasa lebih baik. Ia tidak pernah menghibur seseorang sebelumnya.

"Kalau gitu kau saja yang makan" jawab Haruhi tanpa emosi.

Kaiser mendecak kesal. Ia mengambil sesendok makanan dan menyuapkannya pada Haruhi dengan paksa.

Haruhi yang terkejut akan tindakan Kaiser itu sedikit tersadarkan kembali.

"Selagi kau masih bisa makan enak, makanlah. Kau harus makan untuk bertahan hidup. Bahkan jika hanya dengan pinggiran roti sekalipun" ujar Kaiser yang teringat kembali dengan masa kecilnya.

Haruhi mengunyah makanan di dalam mulutnya lalu menelannya. "Kau benar. Ini lebih enak dari pinggiran roti."

Mendengar itu membuat Kaiser sedikit terkejut. Apakah Haruhi juga pernah mengalami masa sulit seperti dirinya?

Yah, tidak sepenuhnya salah. Meskipun tidak seperti Kaiser, dulu Haruhi pernah memakan pinggiran roti untuk bertahan hidup. Keuangannya saat orangtuanya tiada benar-benar memprihatinkan karena harus dihemat. Ia selalu memakan pinggiran roti untuk adiknya dan menjadikan itu sebagai tenaga untuk menjalani kesehariannya.

Haruhi pun memakan hidangan yang dibawakan Kaiser untuknya sampai habis, membuat sebuah kurva kecil terbit di wajah tampan Kaiser.

Setelah makanannya habis, Haruhi menghabiskan segelas air di atas nakas dan menaruh kembali semuanya disana. Ia kembali menatap monitor yang menayangkan pertandingannya.

Melihat itu, Kaiser menghela napas lagi. "Hah, kenapa kau terus menonton ini?"

Haruhi terdiam sejenak sebelum menyahut. "Apa menurutmu... tidak mungkin bagiku untuk menjadi striker?" tanya Haruhi.

Kaiser mendengus geli mendengar itu. "Apa-apaan itu? Apa kau tidak pernah mendengar nama Gemma Wiseman? Dia adalah pemain sepak bola wanita tuna rungu asal Inggris Raya yang pernah bermain untuk tim yang meraih posisi ketiga di Deaflympics 2013 di Bulgaria."

"Orang yang sudah tua, muda, kaya, miskin, memiliki keterbatasan, baik laki-laki maupun perempuan, semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai keinginannya. Tidak ada yang mustahil. Itulah yang kuyakini. Makanya aku mentato mawar biru yang melambangkan ketidakmustahilan di leherku" ujar Kaiser sambil sedikit menurunkan jubah mandi dan menunjukkan tato mawar biru di lehernya.

Meskipun hanya sedikit, tapi Kaiser dapat melihat secercah cahaya di manik ruby Haruhi.

Tangan Haruhi terulur untuk menggapai mawar biru itu. Ia menyentuh tato di leher Kaiser dengan sentuhan lembut, seolah menginginkannya juga.

Benar, tato mawar biru di leher Michael Kaiser menandakan tekadnya untuk mengatasi ketidakmungkinan yang dirasakan. Ini adalah pengingat tentang kelemahan mental masa lalunya dan komitmennya untuk tidak pernah menyerah pada tantangan yang dianggap tidak dapat dicapai.

"Naik kesini, aku ingin melihatnya lebih dekat" pinta Haruhi pada lelaki itu.

Kaiser awalnya terkejut dengan permintaan Haruhi. Tapi yah, kondisi mental gadis itu sedang tidak stabil. Wajar saja gadis itu mengatakan sesuatu yang bikin salah paham. Tapi biasanya memang selalu seperti itu. Gadis itu suka bikin salah paham.

Kaiser pun menarik tirai untuk menutupi sekeliling ranjang Haruhi, tapi tetap membiarkan pandangan menuju monitor tidak terhalau. Kemudian ia naik ke atas ranjang dan duduk di samping Haruhi.

"Lihat sepuasmu" ujar Kaiser membiarkan gadis itu melakukan apa yang gadis itu inginkan.

Haruhi melepaskan jubah mandi Kaiser dan menyisakan celana pendek di tubuh lelaki itu agar ia dapat melihat tato Kaiser lebih jelas. Kemudian ia menyentuh mawar biru di leher Kaiser dengan jari jemari lentiknya.

Sentuhan Haruhi serasa menggelitik dan membuat sesuatu dalam diri Kaiser bangkit.

Cup

Haruhi tiba-tiba mendekat dan mencium mawar biru di leher Kaiser yang membuat Kaiser langsung mematung di tempat sambil meneguk ludahnya.

"Astaga, untung kau lagi datang bulan" gumam Kaiser sambil mengepalkan tangannya, membantunya untuk menahan dirinya sekuat mungkin.

"Apa ini? Apa mawar biru tumbuh disini?" tanya Haruhi kala melihat sesuatu yang bergerak di bagian tubuh Kaiser yang tertutupi kain itu.

Begitu tangan Haruhi ingin meraihnya, tangan Kaiser langsung secepat kilat mencengkram tangan Haruhi sambil mendorong gadis itu ke bawahnya.

Matanya menatap manik ruby yang masih suram itu, meskipun tidak sesuram sebelumnya. "Haha.. Ternyata kau lebih berbahaya dari dugaanku."

"Mau... Mawar biru..." pinta Haruhi yang tidak bisa melepaskan diri dari kekuatan cengkraman 80 kg Kaiser.

"Aku tidak tau cara mencintai seseorang karena aku tidak pernah mendapatkannya. Tapi, aku yakin jika mengabulkan hal yang diinginkannya itu akan membuatnya bahagia. Apa kau ingin tidak datang bulan lagi untuk beberapa waktu ini?" tanya Kaiser pada gadis yang berada dalam kukungannya saat ini.

"Apa kau tau caranya?" tanya Haruhi. Kaiser mengangguk sambil tersenyum miring.

"Sayangnya tidak bisa dilakukan sekarang. Tapi, sebagai permulaan mungkin bisa. Agar kau lebih siap nanti. Kau juga menginginkan 'mawar biru' ini, kan? Aku akan memberikan semuanya padamu, Liebe."



















Tbc.

Author's note:

897 words

Panik gak? Panik gak?

Btw maap pendek

Ketik:
Minggu
15 Desember 2024

Publish:
Minggu
15 Desember 2024

[Thief] Blue Lock x Female Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang