106. Seashell

925 109 10
                                        

Tangan kecil nan ramping itu menyingkirkan kerikil dan mengambil kerang berwarna ungu. Perhatiannya teralihkan pada kerang-kerang kecil yang memantulkan cahaya matahari. Ia membatalkan niatnya untuk berburu klomang. Di luar dugaan, Ego ikut mengambilkan kerang-kerang itu.

"Jadi, apa yang ingin dibicarakan?" tanya Haruhi dengan mata dan tangan yang sibuk mencari kerang.

Semilir angin membawa aroma lautan yang dilewatinya. Samar-samar aroma remaja yang berada di musim seminya terbawa arus angin itu.

Ego mengangkat wajahnya, menatap gadis kecil yang hampir 30 cm lebih pendek darinya. Bibir pink itu menyunggingkan lengkungan tipis yang lembut, memancarkan aura yang tenang dan anggun darinya. Sungguh, senyuman itu sangat menyerupai seseorang.

"Kau harus jujur dengan kondisimu agar situasi mendesak bisa diatasi sepenuhnya. Ini juga berkaitan dengan kontrak dan kerjasama dengan tim yang akan kau masuki" ucap Ego dengan pertanyaan tersirat di balik ucapannya yang tak mengandung kalimat tanya.

"Bukankah Anri sudah memberitahumu semuanya? Tidak ada masalah serius mengenai kondisiku" ucap Haruhi dengan suara yang terkesan menenangkan.

"Secara laporan medis, iya. Tapi, apa kau tidak menyembunyikan sesuatu?" Mata Ego memicing curiga pada Haruhi.

Suara tawa yang halus lolos dari bibir mungilnya. Bibirnya melengkung, namun ekspresinya terlihat miris. "Sepertinya, aku tidak bisa ... ..., ya?"

༶•┈┈⛧┈♛♛┈⛧┈┈•༶

Setelah makan siang dan istirahat sejenak, jadwal selanjutnya adalah latihan. Saat ini, mereka baru saja menyelesaikan porsi latihan. Para lelaki duduk asoy di pasir putih dan membentuk lingkaran. Wajah mereka terlihat serius memikirkan sesuatu.

"Kira-kira permainan apa yang adil untuk menentukan kamar?" gumam Reo.

"Voli kaki?" usul Kurona.

"Bagus, tapi kalau main per tim, kita harus memainkan permainan tambahan" sahut Isagi.

"Hmm... Berarti kita memerlukan permainan yang langsung mendapatkan juara berurutnya" ujar Karasu.

"Sprint?" usul Hiori. Sebenarnya ia ingin mengusulkan mabar, cuman pasti bakal lama.

"Rasanya terlalu biasa" sahut Otoya.

"Gimana kalau main petasan? Yang paling heboh yang menang!" seru Bachira dengan selera kekanak-kanakannya.

Karena standar penilaiannya akan ambigu, usulan Bachira ditolak. Mereka kembali berpikir keras.

Tap tap tap!!

"ONII-CHANNN!!~"

Seruan yang berasal dari kejauhan terdengar sangat menyegarkan. Sosok tersebut berlari-lari dan melompat-lompat kecil kesenengan. Rambut kepangnya ikut melambai-lambai kala sosok tersebut bergerak. Ia mendekat dengan senyuman lebar semanis Waguri Kaoruko dan manik ruby memikat yang memantulkan cahaya senja.

Baru saja Barou ingin memarahinya karena Haruhi berlari dan melompat-lompat, namun senyuman yang merekah indah di wajah gadis itu membuat niatnya menciut.

"Lihat! Cantik, kan?~"

Haruhi mengulurkan kedua tangannya yang sedang menangkup kerang yang ia kumpulkan sebelumnya.

Haruhi mengulurkan kedua tangannya yang sedang menangkup kerang yang ia kumpulkan sebelumnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[Thief] Blue Lock x Female Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang