16. Shock

6.2K 840 119
                                        

Ruang ganti

"Siapa sebenarnya pemain nomor 3 yang melakukan hat-trick itu? Tubuhnya kecil, tapi cepat, kuat, dan lompatannya tinggi" tanya Chigiri.

"Dribble nya juga bagus" sahut Bachira.

Kunigami meneguk satu botol air minum hingga habis. "Fyuh... Entah. Aku tak pernah melihatnya. Apa dia dari gedung lain?"

"Kurasa... Dia mirip dengan mbak medis disini" sahut Gagamaru.

"Mbak medis?" tanya Niko. Mendengar itu membuat Barou ikut menyimak pembicaraan mereka. Sebelumnya ia tenggelam dalam pikirannya.

"Itu lho. Ada saat aku mencetak gol tapi menghantam besi gawang, saat melawan tim V. Setelah itu, aku pergi ke ruang medis. Mbak yang ada disana kurasa mirip dengan pemain nomor 3 itu" ujar Gagamaru.

"Mungkin saudaranya, atau perasaanmu saja" sahut Wanima.

Menyimak pembicaraan ini, Reo tau kalau mbak medis yang mereka maksud adalah Haruhi. Berarti, Haruhi menjadi pusat penanganan medis untuk semua orang yang berada di proyek ini.

"Oh iya, Nagi. Tumben sekali tendanganmu meleset. Ada apa?" celetuk Isagi.

Semua orang juga penasaran dengan hal itu. Mereka memusatkan atensi pada Nagi.

"Waktu itu... Dia bilang padaku, Konbanwa, Seishiro-tte" ujar Nagi.

Mendengar ucapan itu dari Nagi membuat Reo 100% yakin kalau pemain nomor 3 itu adalah Haruhi.

'Kenapa bisa begini?' batin Reo.

"Seishiro? Apa dia kenalanmu?" tanya Chigiri. Nagi terdiam mendengar itu. Lelah sekali memikirkan berulang kali, apakah orang itu benar-benar orang yang ia pikirkan.

"Tabun" ujar Nagi.

"Terlepas dari Nagi, aku terkejut dia bisa menghalau tendangan kuat Barou. Apalagi mencetak gol dari situ" celetuk Kunigami.

"Ah!!! Gol yang tadi itu salahmu, topeng monyet!" seru Zantetsu pada Gagamaru.

Menyadari itu memang kesalahannya membuat Gagamaru tidak bisa membalas. "Suman."

"Ano sa, minna..." Sebuah suara dari Isagi membuat semua perhatian teralihkan kepadanya.

"Ada satu hal yang paling membuatku penasaran" ujar lelaki itu. Ia sudah berpikir berulang kali tapi tetap tidak paham.

"Kenapa, Isagi?" tanya Bachira pada sohibnya itu.

"Kenapa dia bermain dengan mata tertutup? Apa bedanya bermain dengan mata terbuka? Bukannya lebih mudah dengan mata terbuka?" tanya Isagi.

...

Seketika suasananya hening, tidak ada yang bersuara. Karena memang tidak ada yang tau jawabannya.

"Suara."

Semuanya sontak menoleh ke arah sumber suara. Mereka terkejut Barou ikut serta dalam pembahasan ini.

"Suara? Maksudnya bagaimana?" tanya Isagi.

Barou berpikir lamat-lamat. Kalau misalnya pemain nomor 3 itu adalah orang yang dalam pikirannya saat ini, maka kemungkinan besar jawabannya ada itu.

"Dia bergerak dengan memperhatikan suara. Meskipun begitu, tidak ada yang bisa dilakukan terhadap kemampuan itu. Kalian hanya perlu menjaganya dengan benar agar aku mencetak gol. Dia sudah kehabisan tenaga, jadi dia tidak akan bisa berlari secepat biasanya" jelas Barou panjang.

Rahang mereka terbuka lebar. Tidak menyangka akan mendengar ucapan seperti itu dari mulut King Barou. Biasanya lelaki itu meremehkan orang. Namun saat ini lelaki itu terdengar seperti menyanjungnya.

[Thief] Blue Lock x Female Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang