Cup
"Hmm~"
Cup cup
"Mnm.."
Haruhi membiarkan Sae yang menghujani wajahnya dengan kecupan lembut. Rasanya sangat hangat sampai ia tak mampu menolaknya.
Tak lama kemudian, Haruhi terlelap karena matanya terlalu lelah menangis. Ya, bahkan ia tidak sadar Sae yang mendusel dan mencium lehernya.
20 menit berlalu dan Haruhi tidak sengaja terbangun saat Sae menggigit pipinya. Haruhi menggeliat dan perlahan membuka matanya.
"Berapa lama aku tertidur?" tanya Haruhi dengan mata bengkak karena habis nangis dia langsung tidur.
"20 menit. Ini sudah waktunya makan siang, makanya aku membangunkanmu. Mau makan diluar?" tawar Sae.
Haruhi menggeleng pelan. "Aniki bisa khawatir kalau aku pergi terlalu lama."
Gadis itu bangkit dari posisi tidurnya. Sae ikut bangkit dan membantu gadis itu berdiri.
"Sayang sekali. Padahal aku sudah berencana menculikmu jika kau menginginkannya. Yah, sebenarnya sudah lewat dari waktu yang disepakati sih." Sae mengecek waktu di jam tangannya. Ia hanya diberi waktu 30 menit untuk bersama Haruhi.
Sae pun mengantar Haruhi sampai depan pintu gedung. Setelah itu, ia pergi dengan mengendarai mobilnya.
Haruhi berjalan memasuki gedung pentagon Blue Lock dengan kruk yang membantunya berjalan.
Tak...
Tak...
Lorong besar yang dilewatinya ini hanya dipenuhi dengan suara kruk yang beradu dengan lantai. Mengingatkan kembali bahwa ia kini sendirian.
Haruhi menyusuri lorong dengan mata sembab dan berkaca-kaca kala mengingat ia tidak bisa bermain dengan mereka lagi seperti kemarin-kemarin.
Gadis itu berjalan menuju stratum Jerman. Ia ingin bertemu dengan semua orang yang telah membersamainya sampai hari ini. Langkah demi langkah ia lalui di gedung yang pernah ia bersihkan dari ujung ke ujungnya sendirian. Tiba-tiba Haruhi teringat dengan masa-masa itu. Sungguh nostalgia.
"Haruhi...-chan?" panggil Isagi ragu-ragu karena gadis itu berjalan dengan lesu.
Menatap wajah Isagi, Haruhi seperti dapat melihat semua momen dan berbagai pertandingan yang ia lalui bersama lelaki itu. Kadang berlatih bersama, kadang bersaing, kadang saling menjatuhkan, sungguh kenangan yang sangat berwarna.
"Yoichiiii!!!~" seru Haruhi yang asal melempar kruknya dan berusaha berlari menuju Isagi.
Isagi yang terkejut karena Haruhi melempar kruk itu pun bergegas menghampirinya sebelum gadis itu terjatuh. Akhirnya, gadis itu pun terjatuh di pelukannya.
"A-Ada apa?" tanya Isagi gelagapan.
Tidak bisa. Haruhi tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis kala ingin mengungkapkan perasaannya saat ini.
"Ablwblwbajhadfghkl!!" Oh, Isagi tidak bisa bahasa alien. Apa yang Haruhi ucapkan?
Karena keributan itu, anak stratum Jerman yang ingin makan siang perlahan-lahan mengerubungi mereka.
Melihat ada anggota yang lain, Haruhi langsung beralih memeluk Kurona yang berada di samping Isagi.
"Ran-chan!~ tetap jadi anak baik ya!~ jangan lupa makan dan tidur yang banyak huwaa!!~" seru Haruhi sambil menduselkan pipinya pada Kurona seolah menganggap lelaki itu anak bayinya. Lain dengan Kurona yang sudah merona hebat.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Thief] Blue Lock x Female
FanfictionHaruhi, perempuan yang mulai menyukai sepak bola karena kagum dengan permainan seseorang. Namun ia tidak diperbolehkan ikut bertanding di klub sekolah hanya karena dia seorang perempuan. Haruhi juga sangat menyukai karuta. Telinganya sangat tajam da...
![[Thief] Blue Lock x Female](https://img.wattpad.com/cover/329789978-64-k875870.jpg)