"Boleh aku menciummu?" Suara serak-serak basah yang terdengar sensual itu menggelitik tubuh Haruhi.
"Gak boleh. Nanti aku hamil. Kalau hamil, nanti gak bisa main bola lagi" jawab Haruhi dengan wajah polos. Dia masih percaya kalau ciuman bisa bikin hamil. Meskipun gak terjadi apa-apa setelah dianuin Sae.
"Oh, kalau begitu aku tidak bisa membuatmu berhenti datang bulan untuk sementara waktu. Karena kalau kau ingin berhenti sementara..."
Kaiser menurunkan tubuhnya seperti sedang push up dengan Haruhi yang masih berada di bawahnya. Ia mendekatkan mulutnya pada telinga gadis itu dan berbisik pelan. "Jawabannya hanya hamil."
"Souka... Kalau gitu tidak jadi. Aku akan menahan rasa sakit ini saja" ujar Haruhi yang merasa tidak ada masalah membicarakan hal seperti ini dengan Kaiser di tempat tertutup dengan posisi seperti ini.
Kaiser menarik dirinya dan menatap wajah rupawan sang gadis. "Sedikit disayangkan."
Kaiser menyingkir dari atas Haruhi dan berbaring di samping gadis itu. Mata Haruhi tiba-tiba teralihkan pada mata Kaiser. Gadis itu menangkup lembut pipi kanan Kaiser dan menariknya agar lelaki itu menatap wajahnya.
"Matamu... Ini bukan eyeliner?" tanya Haruhi sambil menyentuh lembut kelopak mata Kaiser.
"Ini tato" jawab Kaiser.
Haruhi mengernyitkan kening kala mendengar itu. "Tidakkah itu terasa sangat sakit?"
"Huh? Aku sudah terbiasa. Rasa sakit segitu tidak ada apa-apanya" jawab Kaiser seolah tak peduli.
Plak!
Tangan Haruhi yang menangkup pipi Kaiser itu menepuk dengan lembut, namun cukup untuk menyadarkan Kaiser.
"Yang namanya rasa sakit tetap menyakitkan. Jangan terbiasa dengan hal itu. Jika menyakitkan maka jangan dilakukan" ujar Haruhi yang terdengar memarahinya. Tapi anehnya Kaiser tidak merasa tersinggung dengan itu.
"Tapi bukankah aku terlihat makin tampan?" tanya Kaiser dengan smirk khasnya.
Haruhi terdiam sambil meneliti setiap inci pahatan indah di hadapannya. "...kau sudah tampan bahkan tanpa tato yang seperti eyeliner itu."
Manik Kaiser melebar kala mendengar itu. Kenapa ia merasa senang sampai ingin menghancurkan dinding saat Haruhi memuji ketampanannya?
'Yang namanya cowok pasti tampan, dan cewek pasti cantik. Itu hal yang normal' batin Haruhi yang tidak diutarakan yang membuat Kaiser kegeeran. Tolong jangan tanya gimana Chigiri dan Hiori.
Kaiser memajukan tubuhnya dan memeluk tubuh Haruhi. Ia mendusel manja di ceruk leher gadis itu, mencari posisi ternyaman.
"Astaga, kuharap kita bisa bertemu lebih cepat" ucap Kaiser.
Entah Kaiser mengira Haruhi juga mencintainya, atau dia paham kalau Haruhi memang orang yang penuh dengan rasa cinta, apapun itu, Kaiser merasa cukup dicintai. Perhatian Haruhi yang mungkin normal untuk gadis itu sendiri, adalah anugerah besar bagi Kaiser yang tidak pernah mendapatkan rasa cinta.
"Dulu, aku hanya seorang anak dari produser yang karirnya telah jatuh. Ibuku pergi, meninggalkanku dengan bajingan yang menyebut dirinya sebagai ayah." Karena merasa nyaman dengan kehangatan ini, Kaiser pun menceritakan masa kecilnya yang kelam pada Haruhi. Ia merasa ingin diperhatikan oleh gadis itu lagi. Ia ingin Haruhi mengetahui banyak hal tentangnya. Ia juga ingin mengetahui segala hal tentang gadis itu.
"Setiap hari aku dipukul sampai memar dan berdarah hanya untuk pelampiasan amarahnya" Kaiser terus bercerita. Haruhi bungkam mendengarkan setiap kata dari mulut lelaki itu. Tangan kecilnya terangkat untuk menepuk-nepuk lembut punggung kekar sang lelaki, berharap dapat menghiburnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Thief] Blue Lock x Female
FanfictionHaruhi, perempuan yang mulai menyukai sepak bola karena kagum dengan permainan seseorang. Namun ia tidak diperbolehkan ikut bertanding di klub sekolah hanya karena dia seorang perempuan. Haruhi juga sangat menyukai karuta. Telinganya sangat tajam da...
![[Thief] Blue Lock x Female](https://img.wattpad.com/cover/329789978-64-k875870.jpg)