105. Anxious

792 104 26
                                        

"Aniki, jangan bilang kau akan benar-benar mengawasiku selama 24 jam penuh?" tanya Haruhi sambil memicingkan mata curiga pada kakaknya yang masih setia menggendongnya setelah keluar dari mobil.

"Hm." Barou berdehem pelan mengiyakan kecurigaan Haruhi.

"Oh ayolah, aku sudah besar. Aku bisa mengabarimu jika aku merasa tidak enak badan. Mending kau bermain saja sana. Kudengar kalian menentukan kamar dengan permainan. Kalau begitu, dapatkan kamar di samping kamarku agar aku mudah mengabarimu" ujar Haruhi yang tidak punya kata-kata lain untuk membujuk Barou bermain dan menghabiskan waktu dengan pemain lainnya.

Barou terdiam kala mendengar itu. Sepertinya ucapan Haruhi benar-benar menggerakkannya untuk mengiyakan permintaan gadis itu. Benar juga, kalau orang seperti Otoya atau Shidou yang dapat kamar di samping kamar Haruhi rasanya bisa gawat.

Melihat Barou yang seperti berpikir keras, Haruhi menyadari ia perlu memberi sedikit sentilan.

"Aku mau lihat sunset. Kayaknya bakal sejuk kalau duduk di pinggir sambil minum kelapa" ujar Haruhi.

Yap, akhirnya gadis itu berhasil membujuk Barou.

Haruhi pun mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih nyaman karena dokter bilang ia tidak terkena hipotermia.

"Kau yakin tidak kedinginan memakai itu?" tanya Barou kala melihat Haruhi memakai baju tanpa lengan yang sepasang dengan rok semata kakinya.

Haruhi menggeleng pelan. "Ini sudah mendekati musim panas. Lagian, aku tidak akan basah-basahan."

Barou pun kembali menggendong Haruhi menuju pantai meskipun Haruhi ngedumel. Ia menaruh adiknya di atas kursi bersandar yang dipayungi.

"Aniki, aku mau jalan-jalan kecil" pinta Haruhi.

"Sebelumnya kau bilang ingin duduk sambil menikmati angin" sahut Barou tak terima.

"Oh ayolah, berjalan-jalan sebentar akan menghilangkan stress ku. Sudah, jangan mengawasiku. Aku tidak akan berenang" bujuk Haruhi yang tak ingin kakaknya terlalu terpaku padanya.

Barou pun menghela nafas lelah. Rasanya capek juga melawan kehendak adiknya yang satu ini.

"Tapi jangan lari-lari." Akhirnya Barou menyetujui dengan syarat. Ucapan itu membuat senyum Haruhi mengembang dengan sendirinya.

Haruhi pun mengangguk kuat dan berjalan-jalan menuju pantai. Namun, baru saja ia menjejakkan beberapa langkah, Barou kembali memanggilnya. "Tunggu."

Haruhi pun berhenti dan menoleh dengan wajah kebingungan.

"Duduk bentar, hadap depan, jangan tolah toleh" titah Barou yang langsung dituruti Haruhi tanpa sadar.

Haruhi merasakan jari jemari yang memainkan rambutnya dengan lembut. Kepangan indah dibuat dengan penuh kehati-hatian oleh tangan besar yang senantiasa merangkulnya. Perlahan rona manis mewarnai pipi Haruhi.

"Sudah. Main sana. Jangan jauh-jauh. Jangan lari-lari. Jangan lompat-lompat. Panggil aku kalau ada sesuatu" ujar Barou setelah menepuk pelan puncak kepala Haruhi.

Haruhi menarik pelan rambutnya untuk melihat hasil kepangan Barou. Ia cukup terkejut karena hasilnya sangat rapi. Manik ruby-nya menatap lelaki berambut spiky itu dengan hangat. Seulas senyuman menghiasi wajah rupawannya. Disertai anggukan manis, ia berkata, "Um!! Tentu saja!!"

Haruhi pun berjalan ke tepi pantai dan menikmati indahnya biru zamrud yang berenang-renang di hadapannya.

Haruhi pun berjalan ke tepi pantai dan menikmati indahnya biru zamrud yang berenang-renang di hadapannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[Thief] Blue Lock x Female Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang