DOEEENGG
Disinilah Haruhi. Haruhi menundukkan wajahnya dan menatap makanannya di atas meja. Di depannya ada dua lelaki yang duduk dengan kedua tangan bersidekap dan tatapan kematian. Haruhi dapat merasakan laser dari mata kedua lelaki itu.
"Ini sudah malam. Kenapa kalian tidak—"
"Ceritakan" potong Barou dengan suara bassnya.
"Semuanya" sambung Reo yang ikut-ikutan di sampingnya kayak emak-emak.
"Kenapa kau ikut-ikutan ubi ungu?" tanya Barou memulai masalah.
"Aku juga kebetulan berpapasan dengan Shidou dan Haruhi. Aku khawatir, jadi aku ingin tau apa yang terjadi" ujar Reo dan menatap lurus mata Barou dengan tatapan berani meskipun rada serem seolah meminta restu orang-tua.
Barou memicingkan matanya tajam. Reo meneguk ludahnya gugup. Btw kenapa dia gugup ye?!
"Oke" ujar Barou singkat merestui.
Haruhi pun menceritakan semuanya dari awal sampai akhir. Barou diam-diam menghela nafas lega. Beda dengan Reo yang terlihat sangat lega. Untung saja Shidou tidak berbuat apa-apa pada Haruhi.
Kalau sampai terjadi sesuatu, Barou ga bakal maafin dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga Haruhi untuk yang kesekian kalinya.
"Dasar, kalau ketahuan dari awal habis kau. Lain kali kalau mau mandi bilang aku" ujar Barou. Mendengar itu sontak Reo menoleh dengan wajah syok.
"Apaan sih terong?" tanya Barou sewot. Ia hanya ingin berjaga dan melindungi adiknya saja. Gak juga Barou ikut mandi kalau misalnya cuma ada Haruhi di dalam.
"Repot banget, males" sahut Haruhi. Barou mendecak kesal.
"Lakukan saja" ujarnya dengan tatapan mengancam.
Melihat wajah serius Barou, Reo menepis kesalahpahamannya. Haruhi akhirnya dipersilahkan untuk mengunyah makanan kembali.
Nyam nyam nyam~
"Ngapain masih disini?" tanya Barou pada Reo yang diam dan melihat Haruhi yang sedang makan.
"Hah? Kau sendiri?" tanya Reo balik.
Barou diam. Mau bilang kalau dia mau jaga Haruhi karena khawatir ada Shidou lewat, tapi dia gengsi.
"Aku Raja. Terserahku mau apa" ujar Barou. Reo dan Haruhi menatapnya dengan wajah bosan. Terserah lu ah.
"Kau ngapain masih disini? Cepet pergi sana. Shidou anak kamarmu kan? Urus sono" usir Barou. Pas banget ternyata Reo satu tim sama Shidou pas lulus tahap kedua.
Reo pun mendecih dan pergi duluan. Sebenarnya ada yang ia ingin bicarakan berdua dengan Haruhi. Tentang hal yang Haruhi katakan saat hari dimana Haruhi mengambil Chigiri yang satu tim dengannya.
Barou menunggu Haruhi selesai makan tanpa ada perbincangan di antara mereka. Usai makan, Barou mengantar Haruhi sampai depan kamar gadis itu.
Haruhi pamit ke Barou dan membuka pintu kamarnya. Sebelum pintu tertutup, Barou memberikan tatapan mengancam pada para penghuni yang satu kamar dengan adiknya.
Setelah memastikan adiknya selamat sampai tujuan, Barou balik ke kamar sebelum ranjangnya dirusuhin sama Nagi dan Chigiri.
༶•┈┈⛧┈♛♛┈⛧┈┈•༶
Haruhi menonton pertandingan terakhir di monitor bersama para pemain yang telah bermain di babak sebelumnya. Pertandingan terakhir adalah tim A vs tim C.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Thief] Blue Lock x Female
FanfictionHaruhi, perempuan yang mulai menyukai sepak bola karena kagum dengan permainan seseorang. Namun ia tidak diperbolehkan ikut bertanding di klub sekolah hanya karena dia seorang perempuan. Haruhi juga sangat menyukai karuta. Telinganya sangat tajam da...
![[Thief] Blue Lock x Female](https://img.wattpad.com/cover/329789978-64-k875870.jpg)