50. Decision

3.9K 544 187
                                        

"Aku mau pihak kalian bertanggungjawab dan menghapus artikel omong kosong seperti xxxxxx ini."

Oh, Barou sampai tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata kasar. Ia sangat marah melihat komentar netizen yang sok tau dan seenak udelnya saja.

"... Tidak terjadi ya?" tanya Ego dengan entengnya.

BRAK!

Anri dengan spontan langsung memukul kepala Ego dengan papan LJK yang selalu ia bawa. "EGO JINPACHI!!"

Barou langsung bangkit dari kursinya dan menarik kerah kemeja hitam lelaki itu sambil mengangkat tangannya yang sudah mengepal kuat, tinggal dilayangkan ke wajah kuyang lelaki itu saja.

Mata merahnya menatap seram pada Ego seolah ia ingin mencabik-cabiknya, menghajarnya, dan membacoknya sampai mati. "Kau mau mati, huh?"

"Aku hanya bertanya saja. Tentu saja aku sudah melakukan beberapa persiapan dan penjagaan agar hal seperti itu tidak terjadi" ujar Ego yang masih terlihat santai seolah tidak ada beban.

Barou melepaskan cengkramannya dengan kasar sehingga punggung lelaki itu menghantam keras kursi di belakangnya.

"Penjagaan matak ko empat. Dia pernah digigit kecoa sebelumnya. Bahkan hampir satu pemandian dengannya. Penjagaan bullshit macam apa yang kau maksud panteq?"

Barou gak bisa nyelow. Kesabarannya saat ini seperti tisu yang dibakar menjadi abu.

"Apa Haruhi-chan tau tentang artikel ini?" tanya Anri yang merasa khawatir dengan gadis itu.

"Tidak. Aku memutus semua koneksinya dengan dunia luar. Handphonenya kutahan dan dia sedang kukurung di rumah."

'Aku takkan membiarkan anak itu mengetahui rumor busuk ini sampai mati.' Kira-kira seperti itulah kalimat yang terpampang di wajah Barou saat ini.

"Kalau dipikir-pikir, gadis itu sendiri yang menyanggupi penawaranku. Seharusnya dia mampu dan yakin pada dirinya sendiri untuk melindungi diri" ujar Ego tidak tau malu yang membuat urat kesal Barou maupun Anri tercetak jelas di pelipis mereka.

"Dia memang lebih dari mampu untuk melindungi diri dan menghajar orang. Tapi, dia tidak bisa asal menghajar orang, terlebih pada orang yang dikenalinya" jawab Barou dengan kedua tangan yang terkepal sangat erat. Dia mencoba untuk bersabar demi adiknya.

"Meskipun begitu—"

"Woy Jinpachi. Mending lu gausah ngelunjak lagi deh. Cepet setujuin kalo lu bakal ngilangin rumor t*ik ini" ujar wanita berjas di sampingnya dengan wajah seram dan tatapan mematikan.

Kesabaran Anri sudah habis. Dia emosi dengan semua perkataan Ego yang terkesan bahwa dia tidak ada sangkut pautnya dengan rumor yang menyebar ini.

Ego, bahkan Barou sendiri terkejut mendengar ucapan kasar seperti itu keluar dari mulut seorang Anri Teieri.

"... Huh, baiklah."

Mendengar persetujuan itu membuat ekspresi Anri seketika berubah menjadi senyum sumringah secerah matahari.

"Kami akan melakukan cara yang kami bisa tanpa membuat adikmu mengetahui artikel ini. Kalau rencana itu gagal, ada kemungkinan kami akan mengadakan konferensi pers" ujar Ego yang akhirnya membuat Barou sedikit lega.

Melihat situasi yang sudah mendingin, Anri mempersilahkan Barou untuk kembali pulang.

Barou beranjak dari kursi dan berjalan ke arah pintu ruangan. Tiba-tiba tangannya terhenti saat akan menggapai gagang pintu tersebut. Ia menoleh ke arah Ego.

[Thief] Blue Lock x Female Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang