Usai pertandingan yang spektakuler, malamnya Haruhi pergi ke ruang monitor untuk melihat ulang pertandingan yang diadakan hari ini. Ia sangat puas melihat wajah pucat Reo. Permainannya benar-benar membungkam mulut terong itu. Haruhi harap Sae akan menonton pertandingan hari ini dan melihat tekadnya.
Ouch, sepertinya ia sudah terlalu lama di ruangan ini. Ia harus kembali ke kamar untuk istirahat.
Begitu Haruhi membuka pintu ruangan, ia berhadapan pada Reo yang berada di balik pintu. Dari gestur tangannya, sepertinya lelaki itu ingin mengetuk pintu.
"Oh..." kaget Reo yang tidak menyangka Haruhi akan keluar sekarang. Ia memang pergi kesini membawa niat untuk berbaikan dengan gadis itu.
"Perlu sesuatu di tempat ini?" tanya Haruhi. Mungkin kalau mood Haruhi lagi gak sebagus ini dia bakal melenggang pergi seolah tidak melihat keberadaan Reo.
"Tidak. Aku kemari untuk bertemu denganmu" jawab Reo pelan.
"Ada perlu apa?" tanya Haruhi dengan tangan yang terlipat di depan dada, menunggu ucapan lelaki itu.
"Maaf... Aku tau ucapanku waktu itu menyakitimu. Tapi, aku masih tidak bisa mengubah pendirianku. Aku tidak akan mengucapkannya lagi, tapi pemikiranku masih sama" ujar Reo sambil sesekali melirik wajah Haruhi untuk melihat ekspresi yang ditampilkan oleh wajah rupawan gadis itu.
Haruhi hanya diam menatap Reo. Ia membiarkan lelaki itu mengatakan apa yang lelaki itu inginkan.
"Meskipun kau menunjukkan performa yang hebat, terutama saat mengatasi Chris yang memiliki fisik jauh lebih kuat darimu, meskipun kau pemain yang lebih baik dariku, hal itu tetap tidak menghilangkan kekhawatiranku padamu. Aku hanya khawatir... kau akan terluka..." jelas Reo dengan suara yang semakin mengecil di akhir kalimatnya.
...
Krik krik
Kebungkaman Haruhi membuat situasi semakin canggung. Reo berharap Haruhi akan bersuara walaupun sedikit saja. Ia menginginkan respon dari gadis itu.
"Terima kasih telah mengutarakan pendapatmu. Lalu, apa yang kau inginkan setelah mengatakan isi pikiranmu?" tanya Haruhi.
Kata-kata yang keluar dari mulut Haruhi terdengar tajam, namun juga terdengar ramah. Reo jadi bingung bagaimana suasana hati gadis itu yang sebenarnya.
"Aku hanya ingin kau lebih berhati-hati dan waspada saja..."
"Baiklah."
"Aku juga minta maaf tentang anggapanku yang dulu sewaktu kita belum terlalu mengenal. Kau benar-benar pemain yang hebat..."
"Aku memaafkanmu."
Reo terkejut mendengar jawaban-jawaban Haruhi. Entah kenapa semuanya terdengar lancar atau mood Haruhi memang dalam keadaan yang sangat baik. Apapun itu, Reo harus memanfaatkannya sebaik mungkin.
"Lalu... kuharap kita bisa ... kembali seperti dulu..." cicit Reo.
"... Um... Kebetulan aku juga menginginkan hal yang sama" ujar Haruhi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena merasa canggung. Gadis itu melihat ke arah lain asalkan bukan mata ungu di depannya. "Aku minta ma—"
"Reo, ternyata kau disini. Um? Haru-chan? Apa yang kalian berdua lakukan?" tanya Nagi yang kebetulan lewat karena dia habis ambil air di kantin di sela-sela main uno bareng Isagi dkk. Sebenernya mager pergi, cuman dia yang pertama kalah jadi dia harus pergi ambil air.
"Sei-chan!~ golmu tadi pagi sangat hebat!" puji Haruhi pada bayi bongsor itu sambil berjalan mendatanginya.
Nagi melebarkan kedua tangannya dan maju mendekati Haruhi. "Tadi Haru-chan terlihat menyeram—?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
[Thief] Blue Lock x Female
FanfictionHaruhi, perempuan yang mulai menyukai sepak bola karena kagum dengan permainan seseorang. Namun ia tidak diperbolehkan ikut bertanding di klub sekolah hanya karena dia seorang perempuan. Haruhi juga sangat menyukai karuta. Telinganya sangat tajam da...
![[Thief] Blue Lock x Female](https://img.wattpad.com/cover/329789978-64-k875870.jpg)