94. Revolt

1.4K 208 73
                                        

Kebangkitan Rin membuat Loki memasuki lapangan untuk pertama kalinya dari semua pertandingan yang dihadapi PxG. Melihat itu, Noah menukar Kurona dan Yukimiya dengan dirinya dan Igaguri.

Masuknya Igaguri ke lapangan membuat Haruhi dapat menebak apa yang Noah rencanakan. Licik sekali kakek itu.

Sesuai dugaan, masuknya Igaguri dalam permainan adalah untuk membuat Rin terkena pelanggaran sehingga lelaki itu tidak bisa bergerak dengan leluasa.

Bola kini berada di kaki Kaiser. Lelaki itu mencoba untuk menerobos, namun sayangnya ia dihalau Loki yang bergerak dengan sangat cepat sehingga bola keluar lapangan. Jauh lebih cepat dari Chigiri. Tak heran jika Noah ingin menjadi semakin kuat. Pria itu mengetahui potensi Loki.

Melihat Igaguri yang dapat melakukan peran dengan baik, Isagi pun mendekati Noah.

"Noah, apa yang harus kulakukan sekarang?" tanya Isagi meminta bimbingan, seperti biasanya.

Haruhi tersenyum kecil mendengar pertanyaan itu. "Kasihan sekali..."

Noah melirik tajam pada Isagi. "Lakukan sesukamu. Hal yang menjadi prioritasku saat ini adalah kebangkitan Kaiser, agar ia menjadi semakin kuat. Jika ia semakin kuat, maka ia berpotensi mengalahkanku dan aku bisa menjadi lebih kuat dari itu."

Ya, Haruhi maupun Isagi hanyalah pion untuk membuat Kaiser semakin kuat. Dengan begitu Noah punya rival yang bisa membuatnya menjadi semakin kuat. Haruhi sudah tau lebih awal, hanya itu perbedaannya.

Haruhi menoleh pada Isagi yang terlihat syok. Sepertinya lelaki itu tidak menyangka akan dianggap sebagai pion oleh striker yang paling dikaguminya. Merasa kasihan dengan lelaki itu Haruhi pun mendekatinya.

"Bukankah sudah kubilang untuk memastikan kepalamu terpasang dengan baik, Isagi? Jika besar kepala, bisa-bisa kepalamu terlepas dari tempatnya. Bagi bangkai sisa peradaban yang masih bernafas dan sedang berdiri disampingmu itu, kita hanyalah pion" ujar Haruhi. Julukan yang ia berikan untuk Noah benar-benar menghina, seolah Noah sudah melewati masa kejayaannya.

"Haruhi-chan... Apa kau sudah tau sebelumnya?" tanya Isagi yang kecewa berat.

"Ya, aku sadar ketika pertandingan yang lalu, Bastard Munchen vs Ubers. Apa kau tidak melihat bagaimana dia membuangku, menghinaku seperti itu? Kukira talent learned yang adaptif sepertimu bisa melihatnya" ujar Haruhi.

Pertandingan dimulai kembali setelah Loki membuang bola keluar lapangan. Masuknya Loki dan Noah ke dalam pertandingan telah menaikkan standar permainan ke level yang lebih tinggi. Mereka seolah membuat arena yang hanya bisa dimasuki oleh seorang jenius. Lihatlah bagaimana Rin dan Shidou bisa ikut campur di dalamnya, lain dengan 3 orang talent learned yang frustasi mengejar mereka.

"Tuhan!! Kenapa kau sangat tidak adil!!" seru Kaiser frustasi. Isagi yang mendengar itu sangat terkejut. Ia kira Kaiser merupakan seorang jenius, ternyata talent learned sepertinya. Lelaki itu juga melihat raut wajah frustasi pada Haruhi, ya, sepertinya gadis itu juga.

Mereka harus cepat-cepat membuang bola yang saat ini digiring oleh Rin, atau semua akan berakhir.

Di saat ini, Haruhi, Kaiser, dan Isagi yang memiliki tujuan yang sama dapat berkoordinasi dengan cepat tanpa mereka rencanakan. Bahkan kombinasi mereka berhasil melewati pertahanan PxG yang di support oleh Loki.

"Kau ingin melahapku kan, Rin?"

Dakk!!

Haruhi menghalau Rin, namun lelaki itu masih sempat menembak. Kaiser menyundul bola itu dengan kepalanya, namun bola itu masih mengarah ke gawang. Isagi pun membuang bola tersebut.

[Thief] Blue Lock x Female Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang