Blue Lock menyewa satu villa besar berkapasitas 100 orang di dekat pantai. Satu kamar berisi 2 orang. Namun, karena peserta Blue Lock yang lolos hanya 24, jika ditambah dengan pemain dunia masih tidak mencapai angka 100, terdapat beberapa kamar yang kosong. Oleh karena itu, Ego, Anri, dan para master menempati kamar sendiri. Ah, ditambah Haruhi karena dia seorang gadis.
Kamar Haruhi berada di samping kamar Anri demi keamanan. Kamar Ego juga berada di samping kamar Anri. Mereka berada di lantai 3 dengan master lainnya. Sedangkan, pemain lainnya memutuskan untuk melakukan permainan penentuan kamar dan room mate nantinya.
Saat ini, Barou sedang berjaga di luar kamar karena Haruhi sedang mengganti bajunya dengan pakaian yang lebih hangat. Beberapa saat kemudian, adiknya itu keluar dari kamar.
"Aniki lanjut main aja. Aku bisa berjalan sendiri. Ada Anri juga yang menemaniku" ujar Haruhi yang tidak ingin mengacaukan liburan Barou lebih jauh lagi.
"Hah? Buat apa kau memikirkan hal seremeh itu? Lupakan saja. Aku ikut. Sini naik" ujar Barou sambil merendahkan tubuhnya dan menunjukkan punggungnya pada Haruhi, meminta gadis itu untuk naik.
Melihat punggung besar yang menjadi penopang keluarganya, punggung yang sedia melindunginya kapan saja, membuat Haruhi merasa emosional seketika.
Haruhi pun menepuk pelan punggung kakaknya. "Aku beneran gak papa. Aniki main aja. Aku bukan anak kecil la— WOAH!!"
Haruhi terkejut karena Barou tiba-tiba menarik tangannya sehingga tubuhnya bersandar pada punggung kakaknya. Barou segera bangkit dan menggendong adiknya menuruni villa.
Sosok mereka yang keluar dari villa menarik perhatian para pemain yang lain. Tentu saja kali ini Aiku sudah mengatur suara kameranya agar bisa menangkap momen ini tanpa ketahuan oleh Barou.
"Haruhi-chan, kenapa telingamu memerah? Apa kau terkena demam?" tanya Isagi kala melihat telinga Haruhi yang menyelip di antara helai rambutnya.
Haruhi sedari tadi menutupi wajahnya di balik punggung kakaknya. Mungkin gadis itu benar-benar sedang sakit, pikir mereka.
"Apa telinganya benar-benar merah?" tanya Barou dengan muka badak pada Isagi dan perintilannya. Mereka mengangguk serempak, mengiyakan ucapan Barou.
"Kalau gitu kita harus cepat pergi" ujar Barou sambil membuka pintu mobil yang sudah disiapkan Anri.
Lelaki itu memasukkan adiknya lewat pintu belakang. Kemudian ia ikut masuk dan menutup pintu mobil. Ia melepas jaketnya dan memakaikannya pada adiknya. Setelah itu ia mengangkat Haruhi agar gadis itu duduk di atas pangkuannya. Kedua tangannya melingkari tubuh gadis itu tanpa ragu.
Barou sebelumnya sudah mencari sesuatu mengenai seseorang yang tenggelam dan pingsan. Menjaga kehangatan adalah hal terpenting. Karena itu ia bisa melakukan hal seperti ini tanpa malu.
Anri melihat kaca di dalam yang menampakkan sosok Haruhi di kursi penumpang. Gadis itu terlihat membeku karena malu berada di pelukan kakaknya. Anri hanya tersenyum simpul melihat itu. Hubungan kakak adik yang lucu, menurutnya. Ia pun segera mengemudikan mobil menuju rumah sakit.
Barou merapikan tiap helai rambut adiknya dengan sentuhan lembut. Kemudian ia menaruh telapak tangannya pada kening gadis itu, mengecek suhu tubuhnya. Sepertinya tidak demam, tapi kenapa telinga Haruhi terlihat memerah?
"Apa kau merasa tidak enak badan?" tanya Barou. Haruhi hanya menggeleng pelan.
"Mau minum?" tanya Barou lagi. Haruhi mengangguk pelan kali ini. Gadis itu merasa tenggorokannya kering.
Barou mengambil botol yang berupa termos kecil yang menyimpan air hangat. Ia membuka tutupnya lalu memberikannya pada Haruhi.
Ketika Haruhi meminumnya, tangan Barou reflek menadah di bawah botol tersebut, khawatir jika airnya tumpah.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Thief] Blue Lock x Female
FanfictionHaruhi, perempuan yang mulai menyukai sepak bola karena kagum dengan permainan seseorang. Namun ia tidak diperbolehkan ikut bertanding di klub sekolah hanya karena dia seorang perempuan. Haruhi juga sangat menyukai karuta. Telinganya sangat tajam da...
![[Thief] Blue Lock x Female](https://img.wattpad.com/cover/329789978-64-k875870.jpg)