25. Stage 4

5.2K 693 73
                                        

Kamar di tahap 4 semuanya merupakan kasur single. Jadinya tidak ada yang berebutan tempat tidur.

"Jadi, kita akan melawan siapa di babak keempat ini?" tanya Chigiri.

"Satu-satunya tim yang ada di babak keempat ini selain kita adalah, tim Itoshi Rin. Mereka sebelumnya menang melawan Isagi dan mengambil Bachira" sahut Haruhi.

"Wooh~ apa kita akan melawan mereka?" tanya Nagi yang sedang rebahan di kasurnya.

"Tentu saja. Aku akan mengalahkan semua orang disini menjadi yang terkuat" sahut Barou yang bahkan tidak ragu.

Haruhi pergi mengambil papan tulis kecil dan sebuah spidol yang disediakan di dalam ruangan. Ia menggambar lapangan sepak bola dan menyusun posisi mereka.

"Tapi kita belum bilang ke mereka kalau mau bertanding kan?" tanya Chigiri.

"Soal itu nanti saja ketika bertemu. Kita susun saja dulu posisinya" sahut Haruhi penuh persiapan.

"Rin berada di peringkat 1, dia adalah adik dari gelandang jenius, Itoshi Sae. Aryu berada di peringkat kedua, wilayah udara adalah teritorinya. Ia juga bisa menjangkau bola lebih cepat dengan kaki panjangnya. Peringkat 3, Tokimitsu. Dia memiliki fisik yang sangat kuat. Dan terakhir Bachira, peringkat ke 17. Kurasa susunan mereka begini" ujar Haruhi sambil menunjukkan prediksi posisi tim lawan.

"Kalau begitu, aku akan melawan Aryu" sahut Chigiri yang mengambil posisi sayap.

Nagi terdiam sambil menatap papan tulis. Rin berada di posisi terdepan, bertugas untuk menyerang. Posisi yang biasanya ditempati pencetak gol. Secara pribadi, Haruhi ingin bertanding dengan teman masa kecilnya itu.

"Bolehkah aku egois? Aku ingin melawan nomor 1" ujar Nagi dengan tatapan bertekad. Kalau menyangkut sepak bola, lelaki itu tidak akan main-main.

"Baiklah. Kalau begitu, aku akan melawan Bachira dan Aniki akan melawan Tokimitsu" sahut Haruhi memutuskan.

Barou menatap ke arah penempatan posisi dan Haruhi secara bergantian dengan alis menukik.

"Aku akan melawan rambut bob" ujar Barou. Ketiga orang yang satu tim dengannya itu terkejut mendengar itu. Padahal sudah jelas lebih bagus penempatan yang Haruhi buat. Tokimitsu memiliki fisik yang sangat kuat. Hanya Barou di antara mereka yang bisa menandinginya.

"Kenapa? Bukankah lebih bagus susunan ini? Kau ingin adikmu melawan gorila?" tanya Chigiri.

"Damare Ojou. Aku juga sudah tau itu. Ini urusan pribadi, bukan urusanmu" ujar Barou yang bersikukuh ingin melawan Bachira.

Haruhi menaikkan sebelah alisnya. Ia tak paham. Padahal kakaknya bilang kalau ia sudah tau sendiri. Tapi kenapa tetap bersikeras? Urusan pribadi macam apa?

"Kalau sudah tau biarkan saja seperti ini. Kau bisa menyelesaikan urusan pribadimu setelah pertandingan" ujar Haruhi. Seingatnya Barou dan Bachira tidak ada masalah sama sekali. Kalaupun ada masalah, paling sama Isagi.

"Tidak, aku akan melawan rambut bob" ujar Barou mutlak, tak ingin diganggu gugat.

Haruhi mendecakkan lidahnya. "Oh ayolah. Aniki menyuruhku menjaga gorilla sepertinya?"

"Memangnya kenapa? Apa kau ternyata lebih lemah dari yang kutau?"

Haruhi senang karena kakaknya tidak menganggapnya remeh, seperti perempuan yang lemah dan sebagainya. Tapi tetap saja ia merasa kesal.

"Tidak! Aku akan mengalahkan semua orang. Bahkan Aniki sekalipun. Setelah itu aku akan menjadi striker terbaik" seru Haruhi yang berdiri dari posisi semulanya.

[Thief] Blue Lock x Female Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang