Sprint, voli kaki, voli pantai, berenang 10 meter bolak-balik, dan lain-lain. Tentu saja ini hanya untuk pemain Blue Lock dan mantan U-20. Pemain liga dunia hanya sweatdrop melihat para pemain itu disiksa di hari istirahat yang indah ini. Yah, kadang mereka ikutan di beberapa permainan seperti voli untuk meramaikan.
Bruk!! Brukk!!
"Haah... Haah... Buset dah, ini kayaknya bukan liburan..." keluh Raichi yang tumbang di atas pasir sambil ngos-ngosan gara-gara porsi latihan dari Ego yang gak ngotak.
"Setuju. Tak kusangka berlari di pantai akan lebih berat. Ego benar-benar sadis" sahut Isagi yang ikutan rebahan habis berenang.
"Huh, ini masih tidak ada apa-apanya, hetakuso" ujar Barou yang berjalan mendekati mereka.
"Iya, iya, king. Terserah" ujar Isagi capek hanya untuk menanggapi ucapan Barou.
Barou kembali membuka mulut, mengutarakan tujuan awalnya. "Ngomong-ngomong, kalian lihat bocah itu gak?"
Isagi bangkit dan duduk sambil menatap ke atas, pada Barou yang berdiri sambil mengedarkan pandangannya kesana dan kemari seolah mencari seseorang.
"Bocah? Maksudmu Haruhi-chan?" tanya Isagi memastikan.
"Tentu saja. Siapa lagi yang akan kucari selain dia saat ini?" balas Barou sedikit jengkel karena basa-basi Isagi memakan waktu.
Selagi mereka celingak-celinguk mencari Haruhi, Ego datang mendekati mereka.
"Barou Shouei, apa adikmu tidak bisa berenang?" tanya Ego.
"Hah? Tentu saja bisa." Seketika Barou mendapatkan firasat buruk. Lelaki itu reflek menolehkan kepalanya ke arah pantai. "Tunggu..."
Kurona yang baru saja menyelesaikan tahap akhir latihan, yaitu berenang, tak sengaja ikut mendengar pembicaraan itu. "Haru belum kembali? Kalau tidak salah, kami memulai latihan terakhir bersama—"
Byur!! Byurr!! Byurrr!!!
Barou, serta dua orang yang menguping alur pembicaraan mereka, Kaiser dan Rin, berlari ke arah pantai dan menyelam untuk mencari Haruhi.
Mendengar keributan itu, Shidou, Aiku, Karasu, dan Bachira ikut mencari Haruhi dan menyelam meskipun mereka baru saja menyelesaikan pelatihan mereka.
Permukaan yang terkena sinar matahari terasa hangat. Namun, semakin ke dalam airnya semakin dingin dan membuat nafas serasa tertekan. Semakin jauh semakin gelap. Tak terbayang jika seorang gadis yang disayangi tersesat dalam gelapnya.
'Liebe, dimana kau?...' batin Kaiser yang gelisah karena matanya masih tidak menangkap sedikitpun jejak dari Haruhi.
'Haruhi...' Rahang Barou mengeras karena ia masih tidak menemukan jejak adiknya.
Bagaimana jika Haruhi tenggelam dan terbawa arus?
Bagaimana jika Haruhi tidak dapat ditemukan?
Bagaimana jika kali ini Haruhi benar-benar menghilang dari hidupnya?
Kecelakaan yang hanya membuat gadis itu amnesia jangka pendek ketika kecil merupakan suatu berkah yang diberikan Tuhan kepadanya. Setidaknya adiknya masih bernyawa. Adiknya tidak ikut pergi bersama orang tua mereka.
Bagaimana jika kali ini ia gagal melindungi gadis itu?
Saat Ego ingin meminjam boat, tiba-tiba mata Isagi menangkap seseorang dari pantai berjalan menuju daratan sambil menggendong seorang gadis yang tak sadarkan diri.
"BAROU!! HARUHI-CHAN SUDAH KETEMU!!" seru Isagi yang meminjam toak Ego untuk memanggil para lelaki yang menyelam itu.
Mendengar keributan itu, meskipun sedikit samar, Barou tetap bisa mendengarnya. Ia pun segera pergi ke bibir pantai dan mencari keberadaan adiknya. Ia melihat gerombolan lelaki sedang berkumpul di dekat bibir pantai.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Thief] Blue Lock x Female
FanfictionHaruhi, perempuan yang mulai menyukai sepak bola karena kagum dengan permainan seseorang. Namun ia tidak diperbolehkan ikut bertanding di klub sekolah hanya karena dia seorang perempuan. Haruhi juga sangat menyukai karuta. Telinganya sangat tajam da...
![[Thief] Blue Lock x Female](https://img.wattpad.com/cover/329789978-64-k875870.jpg)