PART 6 : RUMAH SAKIT 🕊

570 20 0
                                        

Haii man temann (๑•ᴗ•๑)♡
✙ SELAMAT MEMBACA ✙

Gilga mengatakan bahwa Andra mimisan, Gio pun langsung mengurungkan niatnya untuk pulang dan kembali menghampiri Andra.

Tes ... tes ...

"EH, ITU HIDUNG LO BERDARAH," Gilga terkejut melihat darah yang menetes di tanah yang mengalir dari hidung Andra. Andra yang sudah lemah tak berdaya hampir saja terjatuh, dengan sigap Gio langsung memapah Andra yang hampir terjatuh.

"Ndra, i–ini lo mimisan ... pokoknya lo harus cepet pulang sama gue, biar gue yang ngomong sama Pak Adas. Jangan lo paksain lagi," Gio begitu panik melihat kondisi Andra.

"Gak mau, g–gue ma–masih ku–kuat," jawab Andra dengan nada lemah terbata-bata dengan hidungnya yang masih berdarah, mungkin karena pusing di kepalanya dan sakit di perutnya yang semakin menjadi-jadi.

Keringat dingin bercucuran, dada yang terasa sesak, nafas yang terengah-engah, pandangan yang kabur, badan yang semakin lemas, pusing yang teramat pusing, sakit perut yang tak kunjung reda itulah yang dirasakan oleh Andra saat ini.

Andra yang kini sudah tidak bertenaga langsung terjatuh di papahan Gio.

Bruk!

Penglihatannya pun memburam lalu perlahan terpejam sehingga membuat Andra kehilangan kesadarannya. Dengan panik Gio berusaha membangunkan Andra dengan menepuk pelan pipinya berharap dia masih bisa sadar.

"NDRA, BANGUN NDRA! ANDRA!" Teriak Gio sambil menepuk pipi Andra berharap masih ada respon darinya. Namun, usahanya sia-sia, Andra telah kehilangan kesadarannya.

Gilga yang memperhatikan Andra pingsan hanya diam tak mau menolong dan bodohnya ia malah tersenyum lebar seolah senang atas apa yang terjadi pada Andra saat ini.

Pak Adas yang mengetahui hal ini dari kejauhan lantas langsung menghampiri mereka. Sesampainya Pak Adas terkejut melihat Andra yang tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari hidungnya. "Ada apa ini? Kenapa Andra pingsan?"

"Andra sakit Pak, itu sebabnya dia pingsan." Jawab Gio kepada Pak Adas.

"Ya sudah, ayo cepat kita bawa Andra ke rumah sakit! Supaya segera ditangani Dokter." Ujar Pak Adas.

Dengan cepat Pak Adas dan Gio membawa Andra ke rumah sakit menggunakan mobil milik Pak Adas. Sebelum itu, Andra yang masih telanjang dada di pakaikan kembali baju seragam sekolahnya terlebih dahulu.

Pak Adas dan Gio memang sengaja langsung membawa Andra ke rumah sakit bukan ke UKS, karena mereka khawatir nantinya akan terjadi sesuatu yang serius dengan Andra.

"Dari pada di sini mending gue pulang aja," Gilga pun memakai kembali bajunya lalu pergi.

°°°°°

Tak berselang lama Pak Adas dan Gio akhirnya sampai ke rumah sakit. Andra langsung dimasukkan ke ruang UGD oleh para perawat karena saat di perjalanan tadi Andra mengalami sesak nafas. Dokter pun langsung memeriksa kondisi Andra.

Setelah beberapa saat Dokter itu keluar dari ruangannya untuk menyampaikan kondisi Andra saat ini. Gio dan Pak Adas yang sedang menunggu Dokter di kursi rumah sakit sontak langsung berdiri ketika melihat Dokter itu keluar dari ruangan setelah melakukan pemeriksaan.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang