PART 62 : RUMOR ANEH 🌯

120 4 0
                                        

Haii man temann ∩(✧Д✧)∩
✿ SELAMAT MEMBACA ✿

⚠️PERHATIAN DI PART INI TERDAPAT KATA-KATA KASAR⚠️

Sebenarnya tadi saat Gio baru saja sampai di danau, sempat turun rintik gerimis sebentar dengan keadaan langit masih cerah karena adanya matahari yang sedikit terik. Itu sebabnya muncul pelangi yang begitu indah di atas langit.

Riska pun seketika terkejut melihat mata Gio yang merah dan berkaca-kaca seperti ingin terisak tangis. "Lo gak apa-apa?" Riska khawatir. Gio masih tidak menjawab.

Untuk pertama kali di hidupnya, Gio melihat secara langsung fenomena ini. Ini merupakan peristiwa kebetulan yang luar biasa yang akan terekam jelas di dalam ingatannya.

"Pertama kalinya gue liat ini secara langsung. Indah, sangat indah." Gio kembali meneteskan air matanya.

"Gue berharap bisa liat ini lagi di hidup gue."

"Memangnya lo mau kemana? Kayak mau pergi jauh aja." Tanya Riska yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Gio.

"Gak apa-apa kalo lo gak jawab pertanyaan gue. Gue gak minta lo cerita soal masalah yang lo alamin ini, tapi kalo memang lo mau nangis luapin aja semua di sini. Karena nangis bisa buat kita lega." Ujar Riska yang sedikit gelisah akan keadaan Gio saat ini.

"Gue denger dari orang, katanya kalo dia pergi ke suatu tempat yang damai dan indah, namun jauh dari keramaian itu tandanya suasana hatinya lagi berantakan. Menurut gue pernyataan itu bener, rata-rata tuh begini. Contohnya aja gue, yang lagi gak baik-baik aja. Tapi mungkin lo lebih gak baik-baik aja dari gue."

"Entah itu lagi rindu, banyak pikiran karena suatu masalah, sedih, marah, atau putus asa."

"Gue tau lo mau banget nangis. Gak apa-apa kok, keluarin aja semuanya." Riska berusaha meyakinkan Gio untuk membagi duka bersamanya dan saling terbuka.

"Kalo lo mau, dan kalo lo butuh dekapan hangat buat nenangin lo. Lo bisa peluk gue." Tawar Riska sembari tangannya membuka lebar menawarkan pelukan pada Gio.

Awalnya Gio sungkan, ia merasa baru mengenal Riska, mereka juga tidak terlalu dekat. Tapi hati kecil Gio mengabaikan tanggapan seperti itu, ia yang tak tahan lantas memeluk tubuh Riska dengan erat. "Gue capek," Gio pun mulai terisak tangis.

"Hati gue kok ikut sakit ya? Lihat dia nangis?" Batin Riska yang ikut merasakan kesedihan yang menimpa Gio, membuat matanya memerah.

Setelah puas menangis, Gio segera melepaskan pelukannya, lalu Riska dengan cepat mengeluarkan tisu dari dalam tasnya untuk mengusap air mata yang membasahi kedua belah pipi Gio.

"Lo gak pulang? Ini udah terlalu sore," tanya Gio. Tak ada jawaban dari Riska menandakan ia ragu.

"Lo mau gue antar pulang gak?" Tanya Gio. Riska lantas hanya mengangguk kecil.

"Lo gimana?" Tanya Riska. "Gue juga bakal pulang setelah antar lo," jawab Gio.

Di tengah perjalanan mereka menuju ke mobil Gio. Gio tiba-tiba menghentikan langkahnya yang membuat Riska juga ikut berhenti melangkah lalu menatap wajah Riska.

"Oh, iya. Waktu kita kelas 11, lo yang waktu itu mau pulang bareng Indri 'kan?" Tanya Gio.

"Iya. Kenapa?" Tanya Riska. "Gue lupa, kalo kita sebelumnya pernah ketemu." Sahut Gio.

"Lo pasti kehilangan sesuatu, kan?" Tanya Gio.

"Mmm ... kayaknya iya deh. Tapi apa ya? Gue sedikit lupa,"

"Ohh iya, gue memang kehilangan gelang waktu itu, gak tau jatuh di mana." Ungkap Riska.

"Sebenernya gelang itu ada di gue. Dia jatuh di depan kelas, gue nemu gelang lo dan gue ambil. Niat gue mau balikin lagi ke lo, tapi lo malah udah pulang. Cuma gak lama setelah itu gelangnya hilang dan gue gak tau ada di mana. Gue mau bilang ini ke lo, tapi gak tepat mulu waktunya." Jawab Gio. "Maaf ya?"

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang