PART 40 : MENGASUH ANAK 🍁

159 7 0
                                        

Haii man temann (*≧∀≦*)
✤ SELAMAT MEMBACA ✤

⚠️PERHATIAN MOHON MAAF DI PART INI TERDAPAT KATA-KATA KASAR⚠️

Setelah siap Andra pun langsung menuruni anak tangga untuk segera berangkat menuju ke sekolah. Sebelum itu tak lupa ia akan sarapan pagi terlebih dahulu di ruang makan guna untuk mengisi energinya dan meminum obat.

"Tumben sarapan?" Tanya Risti. "Laper," jawab singkat dan padat Andra.

"Lagi laper atau lagi kangen masakan Mama?" Goda Risti. "Kamu nanya?" Jawab Andra malas.

Setelah selesai sarapan pagi, Andra pun bangkit dari duduknya lalu melangkah keluar rumah menuju ke mobil.

"Silahkan masuk, Den ..." ucap supir yang akan mengantarkan Andra ke sekolah. Andra pun segera masuk ke dalam mobil tersebut.

Di tengah perjalanan, Andra baru menyadari bahwa lengannya kini sudah tidak terasa sakit. "Udah gak sakit? Kok bisa bener ya kata Mbak Risti semalem?" Batin Andra terheran-heran.

°°°°°

Bel masuk sudah berbunyi, menandakan sudah tak ada lagi aktivitas di luar kelas, kini pembelajaran di seluruh kelas sedang berlangsung. Begitu pula di kelas, Andra yang sekarang adalah jam pelajaran Bahasa Inggris.

Setelah menerangkan materi mengulas lebih dalam pembelajaran, guru Bahasa Inggris yang saat ini sedang mengajar di kelasnya memerintahkan untuk mencatat beberapa rangkuman dari penjelasan yang sudah diulas barusan dari papan tulis.

Saat guru memerintahkan seluruh murid-murid untuk menulis tulisan yang berada di papan tulis setelah selesai menjelaskan materi, Andra dibuat kesusahan dalam menulis pasalnya tangan kanan Andra yang sedang sakit.

Karena dari itu Andra terpaksa harus menulis menggunakan tangan kirinya sehingga membuat dirinya yang kesabarannya sangat tipis menjadi begitu emosi. "Susah amat sih monyet!" Umpat Andra dengan emosinya yang mulai melonjak.

Niel yang duduk bersebelahan dengan Andra berusaha menahan tawanya saat melihat nasib Andra. "Niatnya mau jadi Super Hero tolongin cewek, ehh akhirnya malah susah sendiri." Sindir Niel tanpa rasa takut.

"Napa lo?" Tanya Andra dengan tatapan tajam. Terdengar sangat jelas dari serangkaian kata-kata yang ia keluarkan penuh dengan makna ini menggambarkan ancaman untuk Niel.

"Gak, gak apa-apa." Jawab Niel tak berani macam-macam. "Lama amat sih lo nulisnya, susah ya?"

"Sabar anying, ini gue susah nulis pake tangan kiri."

"Udah tau tangan gue begini pake nanya, manusia apa bukan sih lo?" Celetuk Andra.

Hal ini membuat Niel tertawa terbahak-bahak. "Jahat amat lo ngetawain temen yang lagi kesusahan, bukannya bantuin malah ngetawain. Gue golok lama-lama." Ucap Andra.

"Iya deh, iya deh, sini gue tulisin." Ucap Niel berusaha berbaik hati.

Dia pun mengambil alih buku dan pulpen Andra setelah dirinya sudah selesai menulis untuk membantu melanjutkan tulisan catatan Andra yang belum juga selesai.

"Eh, tapi entar traktir gue ya, Ndra?" Niel pada akhirnya pun mengharapkan imbalan. "Yek,"

"Begini nih ciri-ciri temen yang gak ikhlas bantu temennya, ngarep upah." Lirih Andra.

"Ekspektasi gue terlalu tinggi ngarep ke dia ... jadi begini." Batin Andra.

Sebenarnya Andra juga tidak akan mau jika dituliskan oleh Niel, karena berhubung kondisinya saat ini sedang tidak baik dan mendukung, apalah daya.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang