Haii man temann (ˊ˘ˋ*)
✾ SELAMAT MEMBACA ✾
⚠️PERHATIAN DI PART INI TERDAPAT KATA-KATA KASAR, TIDAK UNTUK DI TIRU!⚠️
"Habis kemana lo, Bang?" Tanya Gilga dengan kesan sepertinya mencari keributan.
"Biasalah mereka nongkrong. Ngerokok sama cari cewek," sahut salah satu teman dari Gilga.
"Ganteng-ganteng kok jomblo, prftt ..." sindir teman Gilga yang lain.
"Oh, mungkin mereka ngerokok karena putus asa gak laku jadi cowok ganteng. HAHAHAHA," ejek Gilga.
"Eh tapi, lo pada jangan salah sangka dulu. Siapa tau orang kayak mereka diem-diem nyimpen cewek buat dijadiin bahan gabut, ya gak?" Gilga sontak membuat Alex dan para kawan-kawannya menjadi marah.
"Iya juga sih. Di depan cupu di belakang suhu, puh sepuh ajarin dong sepuh," sahut teman Gilga.
Andra yang tak tahan dengan ucapan mereka berniat untuk maju guna memberikan pelajaran untuk Gilga dan teman-temannya itu. Entah kenapa Andra juga tak habis pikir dengan Gilga yang sepertinya senang sekali mencari masalah dan keributan.
Saat Andra akan maju tangannya ditahan oleh Riko. "Jangan cari masalah lagi sama dia, Ndra!" Lirih Riko. Andra pun menarik nafasnya dalam-dalam sambil memejamkan matanya sebentar.
"DIA BRENGSEK, TAU GAK? ORANG KAYAK DIA JANGAN DIEMIN!" Kesal Andra.
"Tau apa lo tentang kita?" Tanya Rion kepada Gilga.
"Kalo gak pernah gabung sama kita, gak usah sok tau!" Ucap Niel yang ikut kesal.
Gilga dan para kawanannya itu hanya tertawa remeh mendengarkan semua ucapan Alex dan para teman-temannya itu.
"Maklum marah, karena merasa. Iya gak?" Sindir Gilga sembari tertawa puas.
"Lo pikir kita cowok apaan, yang mainin cewek. Justru lo seharusnya malu, karena ucapan lo tadi itu sebenarnya menggambarkan diri lo sendiri," ujar Riko.
"Dasar gak tau diri, minimal SD, SADAR DIRI!" Cetus Riko.
"Bilang aja lo iri karena kalah saing sama kita, gak usah malu-malu." Ujar Rion.
"Maaf, ucapan lo tadi gak ngaruh ke kita sama sekali, karena di sini fans kita banyak." Sahut Alex.
"Masih mending kita jomblo tapi ganteng, dari pada lo semua, udah punya tapi muka lo pada kayak sekuteng. Jangan-jangan cewek lo, lo pelet lagi." Tukas Riko.
Gilga yang mendengar ucapan Riko tadi langsung beranjak dari duduknya lalu menghampiri para geng Boyscircle dengan emosi.
"Ngomong apa lo tadi, HAH?" Ucap Gilga sambil mencekal baju Riko.
"Dikatain balik gak mau 'kan lo?" Cetus Riko.
"BERANI-BERANINYA LO CANGKING TEMEN GUE!" Bentak Andra emosi.
"NDRA, JANGAN!" Sentak Riko kepada Andra.
Andra pun ditarik mundur oleh Rion, Andra terus berusaha memberontak. Namun, kekuatan Rion ternyata lebih besar dibanding Andra, saat ini ia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya saja. Jujur sebenarnya Andra sangat ingin memukul wajah Gilga dengan kedua tangannya ini.
Gilga yang tak mau terjadi keributan di sini lantas melepaskan kerahan baju Riko, ia juga tak mau kembali memiliki masalah lagi di sekolah, mengingat ancaman dari Pak Guru waktu itu saat ia terakhir kali bertengkar dengan Andra.
"Liat aja, gue bakal dendam sama lo. Lo semua bakal habis sama gue nanti," ancam Gilga dengan tatapan tajam.
"Lo ngancam kita? Terus biar kita takut, gitu?" Sahut Niel. Gilga pun langsung pergi sembari menahan amarahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
General Fiction𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)