Haii man temann (◡ω◡)
◒ SELAMAT MEMBACA ◒
"Lo keliatannya kaget banget suara gue berubah," ucap Andra.
"Enggak, biasa aja." Jawab Indri berpura-pura.
"Pegangan, entar jatuh gak ada yang mau nolongin lo." Ucap Andra. Indri pun memberanikan diri dengan kedua tangannya yang mencekal pinggang Andra.
"Buset. Langsung deg-deg'an gue." Batin Andra berusaha mengontrol nafasnya.
Di sisi lain Riska yang sepertinya nampak takut dengan cara pria yang memboncengnya ini terlalu kencang. "Lo takut?" Laki-laki itu sedikit berteriak kepada Riska saat menyadari gadis yang sedang bersamanya ini terlihat tidak nyaman.
"Gue gak biasa naik motor," jawab Riska.
Pria itu pun langsung merendahkan kecepatannya untuk menjaga kenyamanan gadis yang saat ini sedang bersamanya.
Tak lama kemudian, mereka semua sampai di tempat yang kini sudah ramai penonton yang berdatangan.
"Jadi lo, Gio?" Celetuk Riska tiba-tiba saat melihat Gio melepaskan maskernya.
"Iya emang gue, lo dari tadi baru ngeh?" Jawab Gio yang ternyata adalah laki-laki di balik masker tadi.
"Aelah masa gitu doang gak kenal," sahut Andra.
"Ayolah masuk!" Ajak Andra setelah menata rambutnya dengan jemarinya. Indri yang sedari tadi menatap Andra yang sedang merapihkan rambutnya langsung membuang wajah ketika ditatap balik olehnya.
Andra yang menyadari ini hanya tertawa kecil memperhatikan tingkah laku gadis pujaan hatinya ini. Saat mereka sedang berjalan, tak sengaja mereka berpapasan dengan Alex dan kekasihnya.
"Wihh, pada tonon ternyata." Sapa Alex.
"Iya lah. Yang lain mana?" Tanya Gio.
"Nonton Lex, bukan tonon. Minimal jaga image di depan cewek." Sahut Andra. "Biar apa? Biarin" Sahut Alex.
"Si ipin upin pada gak bisa dateng, ada urusan keluarga katanya." Sahut Niel.
"Apa kabar kalian?" Tanya Zoya. "Baik kok. Kamu sendiri?" Jawab Indri.
"Ya sama juga. Eh salam kenal ya?" Sahut Zoya dengan ramahnya kepada Riska.
Mereka berbincang sebentar sembari mengeluarkan senda gurau untuk menghidupkan suasana. Setelah itu mereka memutuskan masuk ke dalam studio untuk menonton konser yang sudah hampir dimulai.
Selepas konser selesai, Andra dan yang lainnya berjalan-jalan sekitaran luar studio untuk menikmati beberapa makanan yang terjual di sana. Riska yang sedang berjalan bersampingan dengan Gio mendadak menghentikan langkahnya saat matanya tertuju pada salah satu penjual kue donat yang merupakan favoritnya sedari kecil.
"Gue mau ke sana sebentar," Riska pun segera mendekati kedai itu.
"Beli donat 2 rasa. Rasa matcha dan tiramisu," Ucap Riska dengan begitu antusias.
Saat hendak membayar di kasir, Riska nampak kebingungan dengan merogoh-rogoh tas selempangnya itu, lantaran ia tak kunjung mendapati dompet yang berisikan uang di dalam tasnya.
Gio dengan kesadarannya, langsung membayarkan Riska donat tersebut. "Ini uangnya ..." Gio menyerahkan selembar uang 20 ribu rupiah. Sontak membuat Riska menjadi terdiam melihat Gio membayar apa yang ia beli.
"Percuma lo cari, duit lo gak bakal ada di dalam tas." Ucap Gio yang nampaknya paham dengan sikap Riska tadi.
"Kayaknya duit gue ketinggalan di rumah deh, bisa-bisanya coba duit gue malah ketinggalan." Sahut Riska.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Ficção Geral𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)