PART 19 : TELAH BERUBAH🦂

189 16 0
                                        

Haii man temann (◍•ᴗ•◍)
✚ SELAMAT MEMBACA ✚

"Sorry, gue tau gue salah. Semua yang gue lakukan hanya untuk melindungi perasaan Kakak gue, sebagai Adik laki-laki, gue hanya melakukan tugas gue sebagai Adik untuk menjaga Kakak perempuannya. Walaupun, ternyata ujungnya gue malah menyakiti dia,"

"Gue udah ngerusak hubungan kalian, seharusnya gue gak melakukan itu." Lanjutnya.

"Kalo memang lo bener-bener tulus mencintai Kakak gue. Tolong jaga dia, buat dia bahagia terus, jangan pernah lo sakitin hati dia. Mulai sekarang, gue gak akan memisahkan kalian lagi. Yang terpenting buat gue sekarang adalah melihat Kakak gue bahagia, itu aja cukup." Ucap Andra terus terang.

"Pertanyaan gue tadi cuma untuk memastikan aja, gue gak mau Kakak gue terluka dan kecewa nantinya, karena dia tidak benar-benar dicintai dengan tulus oleh laki-laki pilihannya." Jelas Andra.

Steven yang mendengar perkataan Andra tadi jadi tertawa getir. "Lo terlambat, semua udah terlambat. Semua udah berakhir sekarang, apa yang perlu gue harapkan lagi? Di saat hubungan pertemanan kita udah hancur, lo baru ngomong begini, telat!" Ujar Steven kesal.

"Semua ucapan lo itu udah gak ada gunanya, Risti gak cinta sama gue. Gue aja yang terlalu berlebihan sama dia."

"Apa lo yakin, Mbak Risti ngomong kayak gitu dengan jujur? Apa lo pernah kepikiran kalo Mbak Risti ngomong begitu karena terpaksa?"

"Biar gue kasih tau. Mbak Risti ngomong begitu karena gue, gue minta dia untuk jauhin lo. Dia ngelakuin ini, karena dia lebih memilih gue dibandingkan lo. Sebenernya dia juga punya perasaan yang sama kayak lo," jelas Andra.

"Dan sekarang dia lagi butuh lo, dia butuh kehadiran lo. Sejak menjauh dari lo, dia berubah, bukan Mbak Risti yang gue kenal."

"Maksud lo?" Steven bingung.

"2 hari yang lalu, Mbak Risti kecelakaan, keadaannya kritis, Mbak Risti koma. Setelah Mbak Risti berhasil melewati masa kritisnya, tadi pagi dia sadar dari koma. Keadaan psikologinya berubah semenjak kecelakaan itu. Gue berharap lo bisa buat dia sembuh, mungkin dengan lo ada di sana keadaan psikologinya bisa kembali pulih kayak dulu lagi, begitu pula dengan kondisinya." Ujar Andra.

"Kedatangan gue ke sini, untuk Mbak Risti. Gue gak mau lihat dia begini terus."

Steven yang mendengar hal tersebut langsung mengalihkan tatapannya. Matanya tak berkedip sedikitpun, dengan susah payah ia menelan air liurnya. "Risti ..." batin Steven. Ia tak menyangka bahwa kondisi Risti akan seburuk itu.

"Gue mau ke rumah sakit sekarang. Di rumah sakit mana dia di rawat?" Tanya Steven secara tiba-tiba.

"Lo ikut gue aja dari belakang," ucap Andra yang langsung diangguki oleh Steven. Mereka berdua langsung bergegas menuju rumah sakit.

°°°°°

Sesampainya Andra dan Steven di rumah sakit, mereka melihat Riana yang baru saja keluar dari ruangan. Di luar ruangan itu, Steven langsung menyalami tangan Riana dengan sopannya.

"Siapa ya?" Tanya Riana bingung. Pasalnya ia tak mengenal Steven sama sekali.

"Saya Steven Tante, temannya Risti." Jawab Steven.

"Jadi kamu yang bernama Steven?"

"Iya, Tante." Jawab Steven sambil mengangguk.

"Gimana keadaannya Risti?" Tanya Steven khawatir.

"Jangan panggil Tante, panggil aja Mamah."

"I–iya, Mah."

Ini adalah hal pertama bagi Steven, ia merasa canggung karena untuk pertama kalinya ia memanggil orang lain dengan sebutan 'Mamah' selain Ibunya.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang