Haii man temann (。•̀ᴗ-)✧
✧ SELAMAT MEMBACA ✧
"Lo kenapa ngelakuin ini ke gue, Risti? Gue bener-bener cinta sama lo, gue sayang lo." Ucap lirih Steven.
Steven pun lalu mengacak-acak rambutnya frustasi. Air mata Steven pun meluruh, dadanya terasa semakin sesak, jantungnya juga terasa sangat sakit seperti ada benda tajam yang menusuk di dadanya.
"Gue rela kasih apa aja ke lo, asalkan lo harus jadi milik gue. Gue bisa dan gue mampu untuk kasih semua apa yang lo mau, supaya lo bahagia." Ucap Steven di tengah tangisannya dengan keadaan mabuk.
Para teman-teman Steven yang sedari tadi memperhatikan Steven, mereka sangat simpati atas apa yang terjadi pada salah satu temannya itu. Dia begitu larut dalam kesedihannya.
"Sumpah, gue gak tega liat Steven begini, padahal tadi dia udah seneng banget karena ada jawaban dari cewek itu. Eh ternyata, jawabannya malah gak sesuai ekspektasi dia." Ujar Candra.
"Iya gue juga ikut sedih. Padahal waktu itu dia bucin banget sama tuh cewek, sekarang malah begini. Nt kadang-kadang nt." Ucap Reza.
Setelah Steven sudah cukup menangis. Ia langsung menghabiskan semua sisa minumannya itu, lalu berniat pulang ke rumahnya untuk menenangkan pikiran dan hatinya, walaupun itu tidak akan berfungsi nantinya.
Saat botol itu sudah berhasil ia habiskan selama sehari ini. Steven langsung beranjak dari duduknya dengan badan dan jalan yang tampak sempoyongan.
"Mau kemana lo, Ven?" Tanya Rendi.
"Balik," jawab singkat Steven.
"Seriusan lo kuat naik motor keadaan begini?" Tanya Zaki.
"Ya kuat lah," jawab Steven.
"Mau gue anter gak?" Tawar Rendi. Steven hanya menggeleng menandakan ia menolak tawaran Rendi.
°°°°°
Hari telah berganti, saat ini jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Andra dan Riana masih terus terjaga di rumah sakit, mereka terus memantau kondisi Risti di sana.
Keadaan Kakaknya saat ini membuat Andra tak bisa tidur sama sekali, begitu pula dengan Riana. Melihat kondisi Risti saat ini membuat mereka sangat khawatir dan tidak tenang. Entah kapan Risti akan siuman.
Tak mau Riana kelelahan di usianya yang tak lagi muda, Andra meminta Mamanya untuk pulang dan beristirahat di rumah. Riana tadinya sempat menolak tawaran Andra, karena ia dipaksa oleh Andra, Riana pun terpaksa menurutinya.
"Andra udah telpon Body Guard untuk jemput Mama," ucap Andra.
"Andra, Mama gak mau pulang. Mama khawatir sama Mbak Risti. Mama mau tunggu di sini sampai Risti sadar," jawab Riana tetap enggan.
"Pokoknya Mama harus pulang, kalo nanti ikutan sakit Andra juga yang repot. Andra udah minta Bi Jiah masakin makanan di rumah." Ujar Andra.
Tok, tok, tok
Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu di luar pintu ruangan Risti di rawat, ia adalah Body Guard yang telah ditugaskan Andra untuk menjemput Riana mengantarnya pulang ke rumah.
"Permisi, Tuan Muda ..." sapa Body Guard itu.
Karena Andra memaksa dan Body Guard juga sudah menjemput, Riana pun akhirnya memutuskan pulang ke rumahnya. Riana juga sebenarnya sudah merasa sangat lelah karena harus mengurus pekerjaannya, ditambah lagi ia harus pergi ke rumah sakit karena mendapatkan kabar bahwa Risti kecelakaan.
"Hati-hati bawa mobilnya, kalo gak bener bawa mobilnya saya pecat!" Ancam Andra, yang diam-diam sebenarnya memberikan suatu perhatian kepada Riana.
"Baik, Tuan Muda." Jawab Body Guard sambil menundukkan tubuhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
General Fiction𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)