Haii man temann(☆/>u</)
✿ SELAMAT MEMBACA ✿
Dad🥰
"Lara, kamu
di mana? Kita harus
cepat berangkat"
"Iya, Pah. Ini
aku lagi jalan"
Setelah Lara membalas pesan dari sang Papah, lantas ia bergegas pergi. "Gue harus berangkat, Papa nungguin gue dari tadi. Makasih ya?" Lara pun tersenyum lebar kepada Gilga.
"Lo tenang aja, setelah gue sukses, gue akan cari lo ke sana, gue janji." Lara pun kembali tersenyum lebar pada Gilga.
°°°°°
Setelah acara selesai dan telah berakhir. Andra berencana setelah pulang dari acara kelulusan akan mengunjungi makam Papanya bersama Risti dan juga sang Mama Riana serta Steven.
Kini dirinya sedang berjongkok di samping makam Almarhum sang Papa. Hatinya mulai sesak, matanya memerah dan berkaca-kaca. Namun kali ini ia akan menahan tangisnya karena ini adalah hari bahagianya, jadi tidak boleh ada sedikitpun kesedihan di dalamnya.
Andra perlahan melukiskan senyuman manisnya sebelum akhirnya memulai dialog. Meskipun rindu masih terasa, namun hati telah menerima kenyataan bahwa kepergian adalah sesuatu yang tidak dapat diubah, dan yang dapat dilakukan hanyalah menerima dan mengikhlaskan.
Waktu telah berlalu, dan mulai dipahami bahwa kepergian adalah sesuatu yang sudah semestinya, bahwa hidup ini harus terus berjalan, dan hidup harus dilanjutkan dengan penuh makna dan tujuan.
Kenangan memang masih terasa begitu hidup, tapi dilihat dengan sudut pandang yang berbeda. Bahwa kenangan itu adalah sesuatu yang indah, tetapi juga sesuatu yang sudah berlalu, yang harus dilakukan sekarang adalah melanjutkan hidup dengan penuh makna.
Risti yang memperhatikan Adiknya hanya tersenyum di depan makam sang Papa lantas ikut berjongkok di sampingnya dan mengelus-elus lembut punggung Andra.
"Pa ... Andra, Mbak Risti, dan juga Mama ada di sini untuk jenguk Papa lagi." Andra akhirnya membuka suara.
"Papa pasti liat 'kan pas acara kelulusan Andra tadi? Ini ... Andra bawa hadiah yang Andra dapat dari sekolah setelah menerima penghargaan. Semoga Papa senang dan bangga dengan Andra."
"Andra udah lulus, Pa. Setelah ini Andra akan lanjut kuliah sesuai dengan keinginan Papa kepada Andra waktu dulu, dan setelah itu mewujudkan keinginan Papa untuk mengelola perusahaan Papa."
"Andra minta doanya ya, Pa? Supaya Andra bisa selalu menjadi anak yang dibanggakan Papa dan Mama,"
"Semoga Papa tenang dan bahagia terus di sana." Ujar Andra lagi.
Kini bergantian dengan Risti. "Pa ..." panggil Risti tanpa jawaban.
"Risti sebentar lagi skripsi, lalu lulus, setelah itu wisuda. Setelah semua ini, Risti akan bertunangan dengan laki-laki yang Risti cintai, Risti minta restu dari Papa. Doain Risti ya, Pa? Semoga hubungan kami selalu baik sampai menikah nanti." Ujar Risti.
"Risti berjanji akan mengelola perusahaan Mama dengan baik, dan menjadi anak perempuan kebanggaan Papa." Ujar Risti lagi yang tetap ingin fokus dengan karier-nya.
Setelah Andra dan Risti selesai berbicara kepada Papa mereka. Riana dan Andra lantas menaburkan bunga ke makam Adia, lalu Riska menyirami makam sang Papa dengan air kembang. Selepas itu mereka pun memutuskan untuk pulang.
°°°°°
1 minggu kemudian ...
Para anggota Bosycircle, Indri dan Riska, kini mereka sudah tiba di makam Gio. Sesuai rencana mereka sebelumnya saat acara perpisahan, bahwa mereka akan mengunjungi makam Gio nanti, kini mereka tengah berdiri di samping makam.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Ficción General𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)