PART 71 : PERPISAHAN SEKOLAH 🤍

76 2 0
                                        

Haii man temann (ノ*°▽°)ノ
♧ SELAMAT MEMBACA ♧

Dengan mengenakan stelan jas lengkap, Andra memancarkan aura berbeda. Saat Andra sudah berada di panggung, duduk menghadap piano dan Microphone, banyak dari para hadirin memberikan tepuk tangan kepada Andra saat menantikan penampilan darinya.

Indri yang melihat ini semakin dibuat terpesona dengan apa yang sedang ditampilkan oleh Andra. Matanya tak lalai sedikit pun memperhatikan Andra yang memainkan pianonya dengan lihai dan sangat indah.

Riana, Risti, Citra, Agung, guru serta kepala sekolah sangat kagum dengan kemampuan yang dimiliki Andra, keterampilannya dalam memainkan piano sembari bernyanyi sangat memukau. Selesai penampilan, Andra langsung mendapatkan tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Selesai penampilan dari Andra, dimulai lah penyampaian prestasi dan penghargaan untuk murid-murid berprestasi di bidang akademik maupun non akademik.

Para murid yang meraih prestasi di bidang non akademik lebih dulu dipanggil. Andra, Gio, Alex, Gilga, Indri dan 10 murid lainnya. Mereka mendapatkan prestasi di bidang non akademik terbaik dengan masing-masing berbeda kategori dalam cabang yang berbeda-beda.

Andra seni musik, Gio seni rupa, Alex basket, Gilga karate, Indri fashion show. Karena Gio sudah tiada ia diwakilkan oleh Citra sang Bunda untuk mengambil penghargaan putranya.

Para murid yang berprestasi di bidang non akademik setelah disebutkan namanya, di haruskan maju ke depan untuk menerima perhargaan. Setelah selesai menerima penghargaan, mereka diperbolehkan kembali ke kursi masing-masing. Selanjutnya barulah penyampaian murid yang berprestasi di bidang akademik, dengan memilih juara umum 1, 2, dan 3.

Lagi-lagi nama Andra dipanggil dan diminta naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan karena telah meraih juara umum 1 setelah disebutkannya juara umum 2 dan 3. Andra segera maju ke depan dan naik ke panggung untuk menerima penghargaan tersebut.

Andra awalnya sangat terkejut dan tidak percaya bahkan tidak menyangka bahwa dirinya bisa mendapatkan juara umum. Padahal nilai sikapnya beberapa tahun kemarin kurang baik, walaupun nilai akademik dan non akademiknya cukup baik. Untuk bisa mendapatkan juara umum ia rasa itu akan mustahil.

"Selamat untuk Revandra Jovano Abraham! Dipersilahkan untuk maju ke depan." Ucap MC tersebut.

Keadaan Andra sudah memakai baju toga lengkap dengan topinya, ia segera berjalan menuju panggung. Perhargaan itu diberikan padanya berupa medali, piagam, dan piala. Dengan sangat bangga Andra menerima penghargaan ini tanpa disangka-sangka. Setelah sesi foto bersama guru dan kepala sekolah selesai. MC kembali membacakan urutan acara selanjutnya.

"Untuk Ayahanda dari para peraih juara umum 1 sampai 3 dipersilahkan maju. Sebagai bentuk kebanggaan seorang ayah kepada anaknya." Ucap MC tersebut.

Andra yang mendengar ini sangat terkejut. Seketika ia mengepalkan tangannya di balik baju toga. Hati Andra mendadak sesak, namun ini adalah saat yang tidak tepat untuk menangis. Karena tiba-tiba Andra merindukan sosok sang Papanya yaitu Almarhum Adia.

"Untuk Revandra. Boleh diwakilkan," ucap MC lagi.

Riana yang mengerti isi hati Andra saat ini, berniat bangkit dari kursi dan menghampiri Andra untuk mewakilkan Almarhum mantan suaminya. Saat Riana akan bangkit dari kursi, ia sangat terkejut saat melihat Agung Ayah dati Gio tiba-tiba maju menggantikan Ayah Andra.

"Biar saya," ucap Agung kepada Riana saat akan maju. Riana hanya manggut pelan.

Andra yang tadinya sedang menundukkan kepalanya sangat terkejut saat seseorang menepuk pundaknya, ternyata ia adalah Agung. "Om?" Gumam Andra.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang