Haii man temann (人•͈ᴗ•͈)
▦ SELAMAT MEMBACA ▦
⚠️PERHATIAN DI PART INI TERDAPAT PERBUATAN BURUK YANG TIDAK BOLEH DITIRU⚠️
Andra pun terpaksa menerima sodoran piring dari Risti. Dengan sedikit ragu, Andra memasukkan satu sendok makan nasi goreng itu ke dalam mulutnya. Di tengah saat ia sedang menikmati makannya, ada yang membuatnya berhenti mengunyah.
Risti yang memperhatikan ekspresi Andra dibuat bingung. "Kenapa? Gak enak ya?" Tanya Risti, pasalnya nasi goreng yang ia bawa ini adalah masakannya sendiri yang sengaja ia siapkan spesial untuk Andra.
"Lo yang buat ini?" Tanya Andra yang masih mengunyah sisa makanannya. Risti hanya mengangguk iya dengan penuh keraguan.
"Tumben buatan lo kerasa enak," ucap Andra yang membuat Risti mengangkat kedua alisnya. "Masa sih?" Tanya Risti tak percaya.
Sebenarnya memang dulu Risti sama sekali tidak pernah memasak dan bahkan ia juga tidak bisa memasak. Sebab, soal masakan, hanya sang Mama yang memegang kendali atas hal yang satu ini. Risti hanya menjadi bagian bantu-bantu saja.
"Sebenernya beberapa hari ini, Mbak tuh sering belajar masak sama Bi Jiah. Termasuk nasi goreng, ini menu yang pertama kali Mbak buat waktu awal belajar masak." Terang Risti.
"Niat Mbak mau buat makanan spesial buat kamu. Karena 'kan kamu suka nasi goreng."
"Enak sih. Tapi ... gue lagi gak mood makan,"
"Ini, gue udah kenyang." Andra memberikan piring sisa makannya. Padahal dirinya baru saja memakan 3 sendok nasi goreng.
Risti pun menghembuskan nafas pasrah menerima piring sisa makan Andra. Saat baru akan membawa piring dan gelasnya yang sudah Andra minum, langkahnya dihentikan oleh Andra.
"Mbak," panggil Andra. Risti pun tertegun sebentar dengan menghentikan langkahnya.
Risti pun berbalik badan. "Ka–kamu panggil, Mbak?" Tanya Risti memastikan. Andra lantas manggut-manggut iya.
"Temenin gue sebentar di sini," pinta Andra yang sepertinya merasa kesepian. Risti pun tak jadi membawa piring dan gelas ke dapur, ia memilih untuk menemani sang Adik sementara ini di dalam kamarnya. Karena kapan lagi ia mendapatkan kesempatan emas ini.
Perlahan langkah kaki Risti mendekati ranjang Andra, lalu duduk di sampingnya. Keheningan terjadi beberapa menit setelahnya, untuk memecahkan keheningan Andra memilih angkat bicara.
"Udah sepantasnya gue seharusnya manggil sebutan itu dari dulu, belakangan ini gue memang udah gak sopan banget sama lo." Ujar Andra.
"Mbak gak keberatan kok sama panggilan kamu biasanya ke, Mbak. Mbak bisa paham." Sahut Risti.
"Lo mau gak? Anter gue ke makam Papa?" Tanya Andra. "Ya udah," jawab Risti setelah mengangguk iya.
°°°°°
Kini Andra dan Risti tengah berada di perjalanan menuju ke arah makam mendiang Adia sang Papa. Sesampainya di makam, Andra yang mengikuti tuntunan Risti langsung mendapati makam sang Papa yang terlihat jelas di sana.
Andra pun melangkah mendekati makam, lalu berjongkok di samping makam Papanya. "Pa ..." ucap Andra mulai membuka dialog, dengan sekuat mungkin Andra menahan supaya tidak menangis.
"Andra udah ikhlasin Papa kok, Papa baik-baik di sana ya? Di sana Papa udah gak sakit lagi, Andra sayang Papa." Ungkap Andra.
"Andra memang gak tau penyakit Papa apa. Tapi ... maafin Andra ya, Pa? Belum pernah banggain Papa selama ini, yang selalu Andra lakuin pasti ngecewain Papa dan Mama terus. Maaf, Pa ..." ujar Andra dengan matanya yang mulai memerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Ficção Geral𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)