Haii man temann 。◕‿◕。
❁ SELAMAT MEMBACA ❁
{Patah hati terbesar seorang anak adalah ketika harus menyaksikan kedua orangtuanya berpisah, mungkin sakit hati yang dirasakan bukan main. Apalagi ketika teringat dahulu pada saat masih bersama, menikmati dan menghabiskan waktu bersama-sama begitu damainya saat-saat itu dan begitu sakitnya ketika mengingat masa-masa bahagia itu, melihat keluarganya yang saat ini sudah tidak seperti dulu.}
{Keputusan yang diambil dengan cara tergesa-gesa bukanlah keputusan yang bijak, keputusan yang bijak ialah keputusan yang dipikirkan secara matang-matang. Jangan sampai menyesalinya di akhir jalan.}
⋇⋆✦⋆⋇
Riana yang sedari tadi terdiam sambil menangis kini mulai membuka suara kembali. "Aku mau kita cerai, Mas. Aku gak sanggup lagi ... hati aku sakit. Semua kata-kata kamu itu palsu, banyak bukti yang menyatakan kalau kamu benar-benar selingkuh dariku, Mas. Tapi kamu tetap saja tidak jujur padaku." Ucap Riana tanpa berpikir dua kali lipat dia langsung mengambil keputusan itu tanpa rasa bersalah.
Adia yang tadinya diam terkejut tak percaya Riana istrinya akan berani mengambil keputusan itu tanpa berpikir panjang, bahkan tanpa mempedulikan perasaan anak-anaknya nanti. Adia pun hanya bisa pasrah menerima keputusan itu, ia juga sudah lelah dengan sikap posesif istrinya itu.
"Oke, kalau itu mau mu, Ariana. Aku akan talak kamu, dan aku berharap kamu tidak akan menyesali keputusan yang kamu buat itu." Dengan berat hati Adia menjawab permintaan istrinya, dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.
"Aku juga sudah lelah Ariana, dicurigai dan dituduh sama istriku sendiri yang tidak-tidak."
"Secepatnya aku akan mengurus suratnya besok, anak-anak biar sama aku karena aku gak mau mereka terkena pengaruh buruk dari kamu Mas. Sesegera mungkin aku mau kamu pergi dari rumah ini dan jangan pernah bertemu dengan kami!" Riana mengusir Adia begitu saja.
Yang biasa terjadi suami mengusir istrinya dari rumah, tapi yang terjadi dengan Adia dan Riana justru berbeda. Istri yang malah mengusir suaminya dari rumah, Adia diusir oleh Riana untuk memintanya pergi dari kehidupannya dan anak-anaknya.
"Baiklah. Aku akan pergi dari sini ... tolong jaga Risti dan Andra baik-baik ..." Adia menerima permintaan istrinya, akan tetapi raut wajahnya menunjukkan seolah-olah ia tidak rela jika harus meninggalkan keluarganya.
"Kamu jangan khawatir, Mas." Jawab Riana.
Setelah itu Adia segera mengemasi barang-barangnya untuk pergi dari rumah. Adia merasa sepertinya memang rumah tangganya sudah tidak bisa diselamatkan lagi, mungkin rumah tangganya akan berakhir tidak baik seperti ini.
Adia dan Riana memang terlahir dari keluarga kaya raya. Jika diperhatikan, Ayah dari Riana jauh lebih kaya dibandingkan Ayah dari Adia.
Saat kedua orang tua Riana meninggal, mereka mewariskan seluruh harta mereka termasuk perusahaan kepada Riana di usia 18 tahun, karena Riana adalah anak tunggal pewaris dari keluarganya itu.
Namun, Riana tidak memiliki pengalaman mengelola perusahaan Papanya, ia hanya paham mengenai bisnis-bisnis besar keluarganya yang selama ini ia jalani saat itu. Akhirnya Riana pun meminta Adia untuk mengelola perusahaan miliknya itu setelah mereka menikah.
Sebelumnya Adia saat itu sedang mengelola perusahaan milik Ayahnya dulu, karena Riana memintanya untuk mengelola perusahaan milik Almarhum Ayahnya, ia pun menyetujui. Adia pun meminta sang Adik untuk mengambil alih perusahaan miliknya.
Wajar saja Riana mengusir Adia karena semua harta yang saat ini ia punya tetap milik Riana dan nantinya setelah mereka bercerai sebagian besar harta dan perusahaan yang dimiliki Adia saat ini akan kembali kepada Riana.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Ficção Geral𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)