Haii man temann (*・ω・ノノ゙☆゚゚
✙ SELAMAT MEMBACA ✙
"Saya mau pamit pulang. Ini sudah sore, nanti takut Bibi khawatirkan saya di rumah." Steven pun lalu meminta izin untuk pulang.
"Lho, kok buru-buru sih? Ya sudah kalo memang begitu."
"Hati-hati ya?" Pesan Risti kepada Steven sambil tersenyum manis.
Steven pun menghampiri Riana dan menciumi punggung tangannya lalu pergi. Riana yang melihat Risti sudah selesai makan berniat mengantarnya ke dalam kamar untuk beristirahat.
"Risti ... ayo Mama antar kamu ke kamar! Kamu harus istirahat full selama beberapa hari ini di rumah," tutur Riana kepada Risti. "Iya, Ma."
Mereka pun lantas langsung beranjak dari kursi meja makan dan lalu Riana membantu Risti berjalan menuju ke kamar.
Di sisi lain Andra yang sudah memiliki janjian dengan teman-temannya akan berkumpul di markas mereka, berniat izin terlebuh dahulu kepada Risti dan Riana.
"Gue mau keluar dulu, sebentar." Ucap Andra secara tiba-tiba, hal ini langsung membuat Riana dan Risti menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Andra.
"Kamu mau kemana, Andra?" Tanya Risti.
"Main," jawab Andra singkat, padat, dan jelas.
Bagi Riana dan Risti yang sering melihat Andra keluar rumah bahkan jarang di rumah, kini mereka sudah terbiasa. Riana dan Risti merasa bahwa Andra sekarang sudah dewasa dan sudah bisa menjaga dirinya sendiri, jadi tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Lagipula jika mereka mengkekang Andra, Andra malah sama sekali tidak akan menggubris ucapan mereka nantinya, jadi mereka membiarkan Andra melakukan apapun sesuka hatinya.
°°°°°
Saat ini Riana, Risti, dan Steven sedang berkumpul di ruang tamu. Entah karena ada urusan apa, Riana mengundang Steven datang ke rumahnya hari ini. Tanpa sepengetahuan dari Andra yang sedang main bersama teman-temannya di luar.
"Mama di sini mau bicara hal yang penting dengan kalian berdua," ucap Riana dengan raut wajah yang tampak serius.
"Jawab pertanyaan Mama dengan jujur. Apakah kalian benar-benar saling mencintai?" Tanya Riana.
Risti dan Steven pun langsung sama-sama melempar tatapan satu sama lain, mereka berdua tersenyum lebar seolah mengisyaratkan bahwa perasaan mereka sama-sama saling mencintai. Dengan cepat Risti dan Steven langsung mengiyakan pertanyaan Riana tadi.
"Kalo memang kalian saling mencintai, kenapa tidak langsung melanjutkan hubungan ini ke lebih serius?" Tanya Riana sontak membuat mata Risti dan Steven terbelalak.
"Ma ... Risti masih kuliah, Risti gak mau pacaran dulu, nanti aja. Risti belum selesai kuliah dan menjalani karir, Risti mau menikmati saat-saat itu dulu. Setelah lulus kuliah nanti, Risti mau langsung tunangan aja, baru nanti pacaran. Untuk saat ini, kita masih hanya sekedar temen deket aja, pacarannya nanti setelah tunangan. Risti belum mau terikat sama kewajiban dan tanggungjawab rumah tangga kalo terlalu cepat ambil keputusan itu." Tolak Risti mentah-mentah.
"Mama bukan maksa kalian untuk nikah kok, tapi Mama cuma mau tanya aja, kenapa kalian gak pacaran aja dulu?" Tanya Riana.
"Cuma sebatas maju ke depan sedikit aja, gak apa-apa kali? Supaya ke depannya nanti bisa lebih serius lagi. Karena 'kan kalian masih butuh pendekatan lebih dalam supaya nanti saling mengenal dan memahami kekurangan pasangan kalian satu sama lain. Selagi hubungan seperti ini tidak mengganggu impian kalian masing-masing, gak masalah 'kan?" Ujar Riana.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
General Fiction𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)