PART 11 : MENOLONG GADIS 🦭

252 18 0
                                        

Haii man temann ಡ⁠͜⁠⁠ʖ⁠⁠ಡ
SELAMAT MEMBACA

"Pasangan soswit, lucu banget deh. Es Kiko doain ayangnya." Ejek Andra sambil tertawa jahil.

"Semoga langgeng ya? Jadi gak sabar gue, liat kalian ke jenjang yang lebih serius." Ucap Niel yang membuat Riko tersedak air minum.

"Gue, gini-gini masih waras ya?!" Bentak Riko.

"Kayaknya mereka udah cocok, untuk menuju kepelaminan deh, iya gak?" Ujar Niel yang sangat suka menjahili Riko dan Rion.

"Untung gue masih waras bin waras," sambung Alex.

"Sorry ya? Otak gue masih lurus," bantah Rion. "Oh mang eak?" Ucap Andra, Alex, Niel kompak.

"Gue denger Mama lo tadi panggil lo, Ion ya?" Tanya Riko menahan tawanya. Mereka pun langsung tertawa puas.

Karena sebelumnya, ketika mereka berkunjung ke rumah Rion, Mamanya tidak pernah menyebutnya dengan sebutan itu. Mungkin Mama Rion tak sengaja kelepasan tadi.

"E–enggak," jawab Rion gelagapan. "Ishh ... Mamah ini bikin malu aja," batin Rion dalam hati.

Setelah mereka selesai berbincang satu sama lain, diiringi dengan candaan lucu mereka. Satu persatu dari mereka pun akhirnya memutuskan untuk pamit pulang. Termasuk Andra, orang pertama yang memutuskan untuk pamit pulang.

"Rion, gue mau pulang ya? Soalnya udah sore. Sorry, gue gak bisa lama-lama." Pamit Andra.

"Buru-buru amat lo, Ndra? Ya udah ... makasih udah ikut jenguk ke rumah gue," jawab Rion yang hanya dibalas anggukan oleh Andra.

"Salamin ke Mamah lo, gue pamit pulang." Ucap Andra yang hanya dibalas anggukan kepala Rion.

°°°°°

"Hati-hati ya, Indri?" Ucap Riska. "Iyaa ... bye!" Jawab Indri sambil melambaikan tangan.

Sehabis dari rumah Riska, Indri memutuskan pulang, karena hari sudah senja, pasti orangtuanya nanti akan marah jika dia pulang larut malam. Apalagi jarak rumah Riska dengan Indri lumayan jauh.

Indri yang ingin sesegera mungkin sampai ke rumah berinisiatif untuk memesan jemputan atau yang biasa disebut dengan ojek online melalui ponselnya. Saat ponsel itu sudah Indri genggam, ia pun menyalakan ponsel tersebut.

Ketika ponsel itu dinyalakan. Betapa terkejutnya Indri melihat ponselnya ternyata mati karena ia lupa mengisi daya baterai pada saat di rumah Riska tadi.

Indri pun terdecak kesal. "Ck hp gue mati, tadi aja nih hp gue cas di rumah Riska. Udah sore lagi, gue harus gimana?"

"Gimana ini? Gue jadi gak bisa pesen jemputan deh," ucap Indri panik. "Apa gue pulang jalan kaki aja ya? Barangkali ada taksi atau ojek lewat di sini." Inisiatif Indri.

Demi bisa pulang, ia pun memutuskan untuk berjalan kaki ke arah jalan pulang sambil mencari angkutan. Saat langkahnya sudah cukup jauh dari rumah Riska, ia pun dibuat heran lantaran jalan-jalan yang ia lewati hari ini terlihat sangat sepi tidak ada pengendara yang lewat sama sekali.

"Kok tumben ya? Jalan sini sepi, biasanya gak terlalu sepi banget." Gumam Indri. "Tapi siapa tau jalan di sana rame, terus ada angkutan." Ia pun kembali melanjutkan perjalanannya.

Saat Indri sedang berjalan menuju arah pulang, dengan melewati jalan yang sepi, langkahnya dibuat berhenti karena ia mendapati 2 orang pemuda yang umurnya berkisaran 19 tahun sedang nongkrong di pinggir jalan.

Indri tahu bahwa mereka bukan pemuda baik-baik, ia pun menjadi takut untuk melanjutkan perjalanan sendirian tanpa ada yang menemaninya.

Indri dalam dilema. "Apa gue balik lagi ya? Ke rumah Riska? Tapi ... masa gue gak pulang sih? Tapi gue takut kalo ada orang begitu di jalan, mana sepi begini." Batinnya.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang