PART 68 : PERGI SELAMANYA 🍛

132 2 0
                                        

Haii man temann ଘ(੭ᐛ)♡
♤ SELAMAT MEMBACA ♤

Sejak mereka berpisah bertahun-tahun lamanya, Gio yang sudah beranjak dewasa jadi tidak terlalu menyukai buah itu tanpa alasan. Entah mengapa, seolah kesukaannya saat itu hanya menjadi kenangan masa lalu saja.

"Gue bawa ini juga karena kata Dokter, ini bagus buat kesehatan lo yang dalam keadaan begini." Jelas Riska.

Riska pun langsung menyuapi buah itu ke dalam mulut Gio, Gio nampak begitu menikmati suapan Riska. Andra dan Indri yang melihatnya dari sofa sangat tercengang melihat kedekatan mereka yang secepat ini.

"Ekhem! Kayaknya kita salah deh nunggu di sini," Andra membuat Gio dan Riska menoleh padanya.

"Ish! Lo tuh ganggu aja sih, lagi seru liat mereka juga." Umpat Indri.

Saat Riska baru akan menyodorkan buah lagi ke mulut Gio, Citra langsung begitu saja masuk ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. "Aduh. Maaf ya? Jadi ganggu," ucap Citra yang sedang membawa makanan.

Mereka pun langsung menjaga jarak dan sama-sama terdiam karena malu. "Mm ... Bunda! Sini makanannya, Al laper." Ucap Gio. Citra pun lantas terburu-buru memberikan makanan itu kepada Gio lalu pergi.

"Minta cewek kamu aja suapin," bisik Citra yang membuat Gio membulatkan matanya. Citra pun lalu berlari untuk segera keluar dari ruangan

"Gue suapin ya?" Riska membuat Gio langsung terkejut.

"Gak usah, gak usah. Ini gue bisa sendiri kok," jawab Gio gengsi. Padahal tangannya sangat lemas bila hanya untuk memegang sendok.

"Udah, sini." Riska pun lantas merebut makanan dan sendok tersebut dari tangan Gio untuk menyuapinya lagi dengan penuh kesabaran hingga makanan itu habis tak tersisa.

Entah kenapa suapan dari Riska seakan langsung membangun cita rasa yang begitu enak di lidah Gio, lidahnya yang ketika sedang sakit biasanya tak bisa merasakan enaknya makanan, tiba-tiba jadi bisa menikmati makanan itu karena suapan Riska.

°°°°°

Andra yang tak sengaja tertidur karena belajar sedari sore tadi hingga tengah malam, tiba-tiba dirinya terkejut saat mendengar suara dering di ponselnya. Di tengah mata yang masih berat, Andra mengangkat telponnya setelah mengetahui yang menelponnya ini adalah Gio.

Argio si Al

"Hallo" suara Andra dengan nada lemas.

"Gue ganggu lo gak?" Tanya Gio.

"Enggak"

"Lagi tidur ya, lo?"

"Enggak kok. Gue gak sengaja ketiduran karena belajar dari tadi"

"Gue seneng dengernya, kalo lo sekarang semangat belajar"

"Pertahanin yang sekarang ya? Tingkatkan juga yang masih kurang" pinta Gio.

"Iya" jawab Andra.

"Soalnya gue udah gak bisa bantu lo lagi setelah ini"

Merasa ada yang salah dari perkataan Gio, Andra pun terdiam sejenak mencerna kata-kata yang Gio ucapkan kepadanya. "Maksud lo apa tadi? Gue gak ngerti?" Tanya Andra.

"Ee ... enggak apa-apa, gak jadi"

"Ada apa emang telpon gue?" Andra to the point.

"Besok gue pulang" jawab Gio.

Andra yang tadinya masih mengantuk seketika segar dan bugar kembali setelah mendengar bahwa Gio akan pulang, ia sangat senang melihat temannya akhirnya sudah bisa pulang. "Beneran?" Tanya Andra.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang