Haii man temann (゚▽^*)☆
◓ SELAMAT MEMBACA ◒
"Lo terlalu terobsesi sama Andra, tau gak? Lo jangan egois Lara! Andra punya pilihannya sendiri, lo gak bisa maksa!"
"Gue yang duluan kenal sama Andra dibandingkan lo, padahal dia baru kenal sama lo, entah lo apain dia sampe jadi akrab banget sama lo. Gue gak rela cowok yang gue suka lo rebut!" Ujar Lara.
"Yang lama pun bakal kalah sama yang baru, karena pilihan semua ada di dia bukan di lo. Hatinya milik dia, itu berarti ini pilihan hatinya, semua pilihannya hanya dia yang bisa nentuin."
"Gue bener-bener gak tau jalan pikiran lo tuh kemana. Bisa-bisanya waktu itu lo minta maaf ke gue, lalu tiba-tiba sekarang tuduh gue yang gak-gak. Aneh, lo tuh. Pikiran lo udah rusak, karena obsesi lo sendiri." Lanjut Indri lagi.
Indri pun lantas berniat pergi dari kantin bersama kawannya yang lain. "Ayolah cabut!" Ucap Indri tak mau meladeni orang semacam Lara.
"Indri!" Panggil Gio saat tak sengaja bertemu dengan Indri. Indri pun menghentikan langkahnya. "Apa?"
"Andra ngajak lo ketemuan di taman, abis pulang sekolah. Hari ini," ucap Gio.
"Ya udah, nanti gue ke sana," balas Indri.
°°°°°
Saat ini posisi Andra sudah berada di taman sehabis pulang sekolah tadi. Duduk di kursi taman sembari memainkan jemarinya, Andra nampaknya sudah dibuat gugup duluan. Ia terus memandangi sekitaran taman menunggu kedatangan Indri yang tak kunjung ia dapati.
"Duh, kok gue jadi gini ya?" Gumam Andra. "Ck, ish, anjir ..." celetuk Andra gelagapan merasa jantungnya berdegup sangat kencang.
"Tadi aja gue gak usah banyak tingkah sama Indri. Mampus 'kan lo jadinya, mau bilang apa coba?" Lirih Andra sembari mengacak-acak rambutnya frustasi.
Indri pun akhirnya tiba di taman, Andra seketika langsung memasang raut wajah terkejut dan pucat, dengan cepat ia merapihkan rambutnya yang merasa berantakan. Indri pun melangkah mendekati Andra dengan langkah pelan dan lalu duduk di samping lelaki itu di kursi taman.
Mereka berdua pun memilih untuk membisu. Muak terlalu lama membisu, mereka berniat ingin basa basi terlebih dahulu. "Lo apa kabar?" Ucap mereka berdua secara kompak. Mereka pun justru tak sengaja malah beradu tatap muka, dan Andra pun langsung membuang mukanya saat tak sengaja saling menatap.
"Gue baik," jawab mereka kompak lagi. Entah kenapa mereka tiba-tiba jadi sekompak ini, sepertinya mereka berdua sedang sama-sama gugup, hingga akhirnya seperti ini.
"Mm ... ma–maaf ya soal tadi?" Ucap Andra benar-benar kehabisan kata. Indri hanya menganggukkan kepalanya pelan.
"Tas lo?" Tanya Andra, saat melihat gantungan kunci yang ia berikan dipakai Indri untuk gantungan tasnya.
"Mm ... gantungannya lucu, jadi gue taruh aja di tas, kan tambah cocok." Jawab Indri sedikit malu.
"Lo suka gak sama gantungan kunci itu?"
"Suka kok. Tampang lo begini, ternyata suka bentuk boneka selucu beruang."
"Memang tampang gue gimana?"
"Yaa ... gitu," jawab Indri bingung ingin menjawab apa. "Gitu gimana?"
"Badboy," sahut Indri.
"Emang lo liat gue begitu?"
"Hemm ... gak tau,"
"Gantungan kunci ini, sebenernya Kakak gue kasih waktu gue masih sekolah dasar dulu. Dia tau banget gue dulu suka banget sama beruang. Ya udah, dia beliin dan kasih gue gantungan kunci ini, gantungan itu selalu jadi gantungan di tas gue. Sejak gue SMP, gue malu udah gede pakai begitu, ya udah cuma gue simpan aja di kamar." Jelas Andra.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Narrativa generale𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)