Haii man temann ヾ(〃^∇^)ノ
✙ SELAMAT MEMBACA ✙
"Haahhmm ... ngantukk," lirih Andra. Matanya yang kini sudah sangat berat begitu memaksakan dirinya untuk segera memejamkan matanya sekarang juga.
Tanpa sengaja kini Andra telah tertidur pulas di meja belajarnya, terlihat sekali dari kantung matanya yang terlihat sangat kelelahan akibat belajar dan mengerjakan pekerjaan sekolah hingga larut malam sejak beberapa hari yang lalu.
Riana yang melihat Andra sudah tertidur pulas di meja belajarnya, berniat membereskan buku dan alat tulisnya supaya rapih kembali.
"Kelihatannya capek banget," umpat Riana saat melihat raut wajah Andra yang sedang tertidur pulas.
Wajah Andra tiba-tiba mengingatkan Riana kepada Almarhum mantan suaminya yang sudah berpulang kepangkuan sang Ilahi. Ia kembali teringat bahwa wajah Andra, dan sikap Andra hampir mirip dengan Papanya.
Ketika Adia masih berstatus menjadi suami sah Riana, ia seringkali memperhatikan Adia yang selalu tertidur di meja kerjanya ketika sedang banyak pekerjaan di ruang kerja. Seolah Andra telah mengingatkan dirinya akan masa muda Adia dulu.
"Mirip dan sama persis seperti Papamu," batin Riana.
"Mama senang lihat kamu yang sekarang ini, Andra." Ucap Riana sembari mengusap lembut rambut halus Andra, lalu mengecup pucuk kepalanya.
Riana merasa sangat senang dan bangga setelah lihat perubahan Andra ini yang semakin baik, ia kini sudah berani untuk berjuang keras demi meraih apa yang ia inginkan yang terbaik di masa depan.
"Selamat malam ..." bisik Riana tak ingin mengganggu tidur Andra.
°°°°°
Andra kini sudah melalui 2 bulan lamanya setelah kembali aktif di sekolah. Waktunya kini hanya tinggal 2 bulan lagi, ia harus memanfaatkan waktu yang tersisa ini agar kembali melanjutkan sekolahnya di sekolah ini.
Saat kelas sedang dimulai di kelas Andra, guru Matematika memberi mereka sebuah tugas ulangan harian. Saat diberi waktu hingga 1 jam 30 menit, Andra beserta murid lainnya di kelas mulai mengerjakan ulangan harian itu dengan teliti.
Hingga saatnya Andra selesai dan juga murid lain selesai, ia langsung memberikan soal itu kepada guru Matematika. Guru Matematika yang saat ini mengajar di kelas Andra berbeda dari guru sebelumnya.
Di saat guru sedang mengoreksi soal milik Andra. Terpampang jelas pada wajahnya rasa terkejut yang ia alami setelah tahu bahwa nilai Andra menaik drastis.
Andra pun dipanggil oleh guru Matematika untuk maju ke depan kelas tepatnya di meja guru. Bukannya bangga dengan Andra melainkan kemampuan Andra justru malah di ragukan oleh beliau, hingga Andra dituduh bahwa ia telah menyontek milik temannya yang lain.
Mengetahui bahwa Andra lah yang dicap buruk di sekolah, bukan hanya guru Matematikanya saja, tetapi juga guru mata pelajaran yang lain sama-sama meragukan perubahan pada diri Andra.
Bu Kasih nampaknya tak begitu yakin dengan perubahan yang dimiliki Andra yang sangat tiba-tiba seperti ini, sehingga ia berniat ingin menginterogasi Andra lebih lanjut.
"Kamu yakin tidak mencontek milik temanmu?" Tanya Bu Kasih.
"Saya mengerjakan hasil jujur, Bu. Tidak mungkin saya mencontek," Andra berterus terang.
"Benarkah?" Bu Kasih sepertinya terlihat masih sangat ragu dengan Andra.
"Ayo! Ikut saya ke kantor guru," perintah Bu Kasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Ficção Geral𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)