Haii man temann (^_^)
✿ SELAMAT MEMBACA ✿
"I-iya, Mbak. I-itu bener ... Ma-maafin Gio, Mbak." Gio menjawab dengan terbata-bata.
Sebenarnya Risti bahkan juga Riana tidak percaya bahwa Andra sering melakukan hal seperti itu setelah Pak Adas guru BK memberi tahu yang sebenarnya. Pasalnya, sejak SD bahkan sampai SMP, Andra selalu baik-baik saja di sekolah, ia juga terlihat seperti tidak pernah melakukan hal buruk di sekolah.
Semula Risti dan Riana yang tadinya tidak percaya sangat terkejut mendengar pernyataan yang dilontarkan Gio barusan soal Andra selama ini di sekolah. Mereka tidak pernah menyangka, Andra bisa menjadi se-emosional ini, sehingga dirinya tidak dapat mengontrol emosinya sendiri. Entah apa yang membuat Andra menjadi semakin tak karuan, seperti tak mengerti batasan dan aturan.
Secara tak sengaja cairan bening yang berada di mata Risti pun berhasil lolos membuat cairan bening itu terjun di pipinya, sungguh ia sangat kecewa dengan Adiknya. Begitu pula sang Mama yang merasakan hal yang sama seperti Risti.
°°°°°
Andra yang masih tertidur pulas di brankarnya terbangun, perlahan-lahan ia membuka matanya. "Muall ... mungkin karena gue telat makan kali, ya?" Ucap Andra sambil memegangi perutnya yang terasa perih dan mual.
"Sshh ... kepala gue masih sakit," Andra langsung memijat keningnya, mungkin karena rasa sakit di kepalanya yang masih sedikit terasa.
Andra yang merasa tak kuat menahan mual pada perutnya ingin segera mengisi perutnya dengan makanan yang sudah disediakan oleh suster tadi, ia pun melirik bubur yang suster antar untuknya yang diletakkan di meja tak jauh dari brankarnya itu.
Dengan kesulitan ia berusaha meraih bubur yang berada di meja itu, sungguh tenaga di tubuhnya itu sangatlah terkuras bahkan untuk beranjak dari berankar saja sangatlah sulit karena tubuhnya yang masih sangat lemas.
Saat Andra hampir berhasil meraih mangkuk itu ia malah terjatuh dari brankar, kepalanya pun terbentur meja sehingga membuatnya meringis kesakitan.
"Argh!" Ringis Andra sembari memegang kepalanya. Akibat benturan itu pusing pada kepala Andra pun semakin bertambah. Dengan sekuat tenaga Andra berusaha bangkit. Namun, secara tiba-tiba datang Risti dan Riana dari arah luar menuju ke dalam ruangan.
Riana yang melihat putranya dalam keadaan seperti ini, dengan cepat ia langsung berlari ke arah Andra. "Andra!"
Riana terkejut melihat putranya yang terjatuh dari brankar. Riana pun dengan sigap langsung membantu putranya untuk bangkit dan kembali merebahkan diri di brankar.
"Nak, kamu kenapa bisa begini?" Tanya Riana khawatir.
"Ta-tadi cuma mau ngambil bubur terus malah jatuh," jawab Andra tanpa menatap wajah Riana.
"Andra, itu jidat kamu kenapa?" Tanya Risti karena melihat dahi Andra yang membiru.
"Cuma kepentok meja. Tapi gak apa-apa," jawab Andra. Padahal rasanya pasti sakit, untungnya Andra masih bisa menahan.
Risti yang peka karena Adiknya ingin makan langsung mengambil duduk di samping Andra dan mengambil bubur di meja itu, lalu ia pun menyodorkan sesuap bubur ke mulut Andra. "Makan!" Tegas Risti.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Ficção Geral𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)