Haii man temann (*´꒳'*)
✿ SELAMAT MEMBACA ✿
⚠️PERHATIAN DI PART INI TERDAPAT KATA-KATA KASAR⚠️
"MAMA MEMANG GAK PANTAS KAMU MAAFIN, GAK PANTAS." Isak tangis Widiya di dalam hatinya sembari terus memukuli pahanya frustasi.
"KENAPA SEMUA INI HARUS TERJADI?! KENAPA?" Jerit hati Widiya dengan meremas rambutnya.
Di lain sisi. Setelah cukup lama berpelukan, Seliy pun melepaskannya. "Shh ... Aww," ringis Indri yang merasakan nyeri pada luka jahitannya.
"Maaf, Kak ..." ucap Seliy merasa bersalah. "Gak apa-apa kok." Jawab Indri tak masalah.
"Pasti lukanya sakit banget?" Tanya Seliy. "Iya sih, tapi cuma sedikit doang." Indri berusaha kuat menahan rasa sakitnya itu.
°°°°°
"Mau kemana, Andra?" Riana terkejut, karena pagi ini melihat Andra tiba-tiba sudah siap rapih memakai seragam sekolah.
"Mau sekolah," jawab Andra. "Kamu beneran udah mendingan?" Tanya Riana memastikan.
"Udah," jawab Andra singkat, padat, dan jelas dengan raut wajah ciri khasnya.
"Kamu harus sarapan dulu, oke? Kalo gak kuat di sekolah, izin ke guru untuk pulang, paham?" Perintah Risti.
"Hmm ..." jawab Andra .
"Ya udah sebentar, Mama siapin sarapannya." Ucap Riana.
"Gak usah," jawab Andra. Risti pun memberi sebuah isyarat kepada sang Mama supaya membiarkan Andra melakukan apa yang dia inginkan.
Mereka pun lalu sarapan bersama dengan diiringi suasana yang tenang tanpa diantara mereka membuka obrolan sedikitpun. Setelah selesai sarapan Andra dan Risti segera berangkat ke tempat mereka menuntut ilmu.
Baru saja keluar rumah, Andra dan Risti langsung mendapati Steven yang sudah menunggu di depan gerbang rumah.
"Ngapain lo ke sini? Gak ada yang ngundang, asal dateng aja." Ucap Andra yang sudah keluar gerbang sembari menaiki motornya dengan mengenakan helm.
"Mau jemput calon istri lah," jawab Steven. "Ayo, sayang!" Ajak Steven saat Risti sudah keluar gerbang.
"Calon istri? Sayang? Haha, najis banget." Umpat Andra sembari tertawa pelan.
"Kamu udah nunggu dari tadi ya?" Tanya Risti. "Lumayan," jawab Steven.
"What? Bukan cuma sayang, sekarang udah berani aku kamu?" Batin Andra.
"Lo berangkat sama gue, jangan sama dia." Ucap Andra. "Tapi, Ndra. Steven udah nunggu Mbak dari tadi di sini." Tolak Risti.
"Bodo amat, emang gue peduli? Naik gak?!" Pinta Andra sekali lagi.
Risti lantas terdiam bingung. Seketika ia langsung terjebak di dalam sebuah dilema. Padahal ini masih pagi, seperti waktu kurang tepat membawanya ke dalam keadaan seperti ini.
"Tapi ... Ndra ...?" Jawab Risti. "Terserah lo lah. Ini hari gue lagi semangat mau masuk sekolah karena habis sembuh dari sakit, gue gak mau buang waktu yang gak penting." Ujar Andra yang akhirnya menyerah.
"Minggir lo! Presiden mau lewat! Lo ngehalangin jalan gue, gue bunuh."
Steven pun lantas memutar bola matanya malas, demi calon Adik iparnya, ia pun mengalah memberikan Andra jalan untuk lewat.
Andra pun langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. "Yaahhh, ngambek deh." Celetuk Risti.
Risti pun lalu menaiki motor Steven. "Liat deh Adek kamu. Bawa motornya aja kenceng banget. Apa gak bahaya kalo kamu boncengan sama dia?" Ujar Steven.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
General Fiction𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)