PART 26 : SUARA HATI 💐

150 9 0
                                        

Haii man temann (❁´◡'❁)
SELAMAT MEMBACA

Dari setiap keberhasilan dan pencapaian dari seorang anak, selalu ada orangtua yang memberikan semangat dengan kasih sayangnya yang senantiasa ada.
~Indri Vebriola~

"Bukannya gak bersyukur sama hidup, tapi entah kenapa hidup yang dijalani selalu dipenuhi oleh penderitaan yang tiada henti. Apa sesakit itu hidup di dunia ini?"
~Indri Vebriola~

⋇⋆✦⋆⋇

⚠️PERHATIAN DI PART INI TERDAPAT KATA-KATA KASAR DAN KEKERASAN TIDAK UNTUK DITIRU!⚠️

Tak perlu berlama-lama, akhirnya motor Andra sudah sampai di depan rumah Indri lebih cepat, Indri dengan cepat turun dari motor.

"Makasih buat malam ini," ucap Indri setelah turun dari motor Andra. "Iya, sama-sama."

Indri pun berniat ingin sesegera mungkin masuk ke dalam rumahnya. Namun, saat langkah kali Indri baru akan memasuki rumah, langkahnya justru dibuat berhenti, karena Andra memanggilnya.

"Eh jangan asal nyelonong ae, helm gue ketinggalan di kepala lo." Ucap Andra yang membuat Indri cukup malu.

"Oh iya, maaf gue lupa. Habisnya gue kalo keluar rumah naik motor, gak pernah pake helm, sekalinya pake jadi kelupaan." Ucap Indri sambil terkekeh.

Dengan cepat Indri melepas helm milik Andra lalu memberikannya kepada sang pemilik. Setelah sudah mengembalikan helm milik Andra, Indri langsung berlari menuju ke arah pintu masuk rumahnya.

Andra yang memperhatikan perilaku Indri barusan hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum tipis, karena tak habis pikir dengan tingkah Indri tadi.

Andra pun kembali tancap gas, ia juga harus secepatnya pulang ke rumah, jika terlambat orang di rumah akan khawatir dengannya.

°°°°°

Saat Indri berlari mendekati pintu masuk rumah, langkah kakinya langsung pelan lantaran ternyata di depan pintu sang Papa sudah menunggunya pulang. "P–Papa,"

"Kamu tau ini jam berapa?" Tanya Leon Papa Indri, terpampang sangat jelas dari mata dan raut wajahnya yang sepertinya sangat marah dengan Indri.

"Jam 11.30 kamu baru sampai rumah? Kamu itu perempuan, Vebri! Ngapain aja kamu di luar tadi, HAH?! JAWAB!" Ucap Leon dengan bentakannya yang membuat Indri terkejut.

"Ee ... Veb–bri ke‐ke taman, Pa." Jawab Indri terbata-bata. "NGAPAIN?!"

"Ma–main, Pa."

"Main atau berduaan dengan laki-laki?"

"Tadi siapa yang sama kamu?" Leon bertanya dengan amarahnya yang kian membara membuat semua urat terlihat jelas di lehernya.

"I-itu tadi cuma temen, Pa ..." jawab Indri sambil menundukkan kepalanya karena ketakutan. "BOHONG!" Leon membuat Indri semakin ketakutan.

"Ma–maafin Vebri, Pa. Ini salah Vebri," ucap Indri dengan sisa-sisa keberaniannya sampai-sampai suara bergemetar.

"MAAF, MAAF, MAAF TERUS YANG KAMU BISA!" Sentak Leon. "Sekarang ikut saya!"

Leon pun menarik lengan Indri dengan kasar dan sangat kuat, saat ini Indri hanya bisa pasrahkan dirinya akan perlakukan seperti apa oleh sang Papa nanti.

"Pa! Pelan-pelan, tangan Vebri sakitt ..." ucap Indri karena merasakan sakit pada lengannya.

Leon membawa Indri ke ruang tengah tepat di ruang tamu, Leon melepaskan cengkramannya dengan sangat kasar sehingga membuat Indri terdorong ke belakang. Dengan kedua tangannya, Leon langsung memukuli wajah dan tubuh Indri tanpa ampun.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang