PART 54 : MENDADAK MENJAUH 🥨

158 5 0
                                        

Haii man temann ଘ(੭ᐛ)♡
▒ SELAMAT MEMBACA ▒

⚠️PERHATIAN DI PART INI TERDAPAT KATA-KATA KASAR⚠️

"Kenyataannya gue polos banget. Selama ini jalanin hidup dengan penuh kebohongan."
~Revandra Jovano Abraham~

"Hati gue bisa mengenal kecantikannya, tapi gue lupa seperti apa wajahnya dulu."
~Argio Al Barak~

⋇⋆✦⋆⋇

Berdiri di samping ranjang sang Mama, Andra terus meratapi wajah wanita cantik kepala empat ini, dengan memperhatikan detail tiap sisi sudut wajah sang Mama yang hampir sempurna. Diam-diam Andra melukiskan senyuman tipis di bibirnya, saat melihat sang Mama yang sedang terlelap tidur.

Andra tiba-tiba mendekati wajahnya pada kening sang Mama, lalu Andra pun langsung mengecup kening Riana. Setelah itu, Andra segera pergi dari kamar tersebut.

Sepertinya Andra memang mulai luluh hatinya untuk membuka hati dan menerima dengan lapang dada soal masa keluarganya itu. Andra sudah berani untuk meminta maaf kepada Risti, mungkin sekarang Andra mulai tergugah hatinya untuk menerima Mamanya lagi.

°°°°°

"Lo mau ikut jajan ke kantin gak?" Tawar Niel pada Andra yang terlihat sangat lesu. Andra menolak hanya dengan menggeleng pelan.

"Gue baru tau, seorang Revandra mendadak seketika menjadi lemah, letih, lesu, loyo. Kayak orang yang gak semangat hidup, tau gak? Ayolah, Ndra! Nikmati hidup ini. Gak semangat amat lo." Ujar Niel.

"Cot!" Hanya satu kata yang keluar dari mulut Andra.

"Ya udah deh, gue tinggal dulu ya?" Ucap Niel. Hanya terdengar suara deheman yang telontar dari mulut Andra.

Sejak awal tiba di sekolah sampai istirahat jam ke-2. Andra menghabiskan waktunya dengan diam, hanya diam, tanpa canda maupun tawa yang biasa ia lakukan setiap bersama teman di kelasnya. Bahkan ia juga sempat tak fokus dan sesekali tak sengaja melamun saat guru sedang menjelaskan materi di depan kelas di saat pembelajaran sedang berlangsung.

Mengingat dirinya hanya terus termenung, Andra berniat ingin tidur di kursi mejanya. Dengan sebisa mungkin memejamkan matanya, setidaknya ini cara untuk menenangkan pikirannya, walaupun hanya sementara.

Bahkan saat sudah pulang sekolah pun Andra masih tetap dengan sikapnya yang sampai saat ini tidak berubah sama sekali. Saat dirinya baru saja sampai rumah, Andra langsung menuju kamar lalu merebahkan dirinya di atas kasur.

Merasa moodnya saat ini sedang tidak baik-baik saja, Andra tidak mengganti pakaian seragamnya setelah sampai rumah sehabis pulang sekolah. Memilih untuk langsung tidur di ranjangnya.

4 jam sudah berlalu, Andra terbangun dari tidurnya setelah tak sengaja terlelap tidur tadi. Menghirup aroma dan sensasi lezat dari ruang dapur yang menembus sampai kamar Andra. Seketika membuat perutnya langsung keroncongan meminta ingin diisi makan.

Mengingat sedari tadi dirinya tak makan hampir seharian, Andra pun lalu memilih turun ke bawah pergi ke arah dapur untuk makan. Melihat jam saat ini, sepertinya Risti dan Riana sudah pulang.

Saat sudah sampai dekat ruang makan, ternyata Risti dan Riana sedang berbincang disana sembari mereka menata alat makan berserta makanannya di meja makan. Nampak jelas dari jauh, Risti yang sedang menangis, begitu juga dengan Riana. Ada apa ini? Bukannya mereka akan makan bersama? Tapi kenapa malah menangis?

Sayup terdengar dari kejauhan perbincangan Risti dan Riana yang ternyata sedang membicarakan perihal hilangnya sang Papa tanpa kabar waktu itu.

Andra yang mendengar bahwa sebenarnya Riana sejak awal sudah mengetahui hal ini dan bahkan tahu soal keberadaan sang Papa, tapi ia malah menyembunyikannya. Andra seketika langsung mengepalkan tangannya menahan emosi.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang