PART 52 : TERLALU CEPAT🧁

118 4 0
                                        

Haii man temann ᕦ(ᐛ)ᕡ
◐ SELAMAT MEMBACA ◑

Setelah selesai. Ibunda dari Alex menyuruh Alex beserta para teman-temannya dekatnya dan para keluarga Alex untuk makan bersama terlebih dahulu termasuk Andra dan Indri juga.

"Ayo masuk! Kita makan malam bersama di dalam, jangan pada pulang dulu. Tamu udah pada pulang, kan?" Tanya Ibu dari Alex. Mereka pun hanya mengangguk iya, dan lalu segera masuk ke dalam rumah Alex.

Saat baru akan memulai makan bersama, Andra tiba-tiba menerima panggilan di ponselnya. "Angkat dulu tuh, telpon lo." Ucap Indri yang melihat Andra mengabaikan ponselnya.

"Udah lah gak penting," bantah Andra. "Siapa tau penting?" Tanya Indri.

Andra pun lalu merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya. "Om Fero?" Gumam Andra melihat layar ponselnya tertera nama Adik kandung dari sang Papa Adia yang juga adalah Paman Andra.

Andra pun sesegera mungkin mengangkat telponnya. "Hallo, Om?" Sahut Andra.

"..."

Sontak matanya langsung melebar seketika, wajah Andra saat ini seperti sedang menunjukkan rasa terkejut yang luar biasa. "Kenapa lo?" Tanya Gio yang merasa sedang terjadi sesuatu dengan Andra.

Lalu Andra dengan cepat mematikan telponnya. "Gue titip Indri ya?" Ucap Andra kepada Gio. Andra pun langsung pergi begitu saja meninggalkan Indri seorang diri, tanpa pamit kepada teman dan keluarga Alex terlebih dahulu.

"Kok ninggalin gue begitu aja sih?" Batin Indri.

"Buset. Asal nyelonong ae. Katanya mau balik bareng sama Indri." celetuk Riko.

"Nanti gue anterin lo pulang, tenang aja." Ucap Gio. Indri hanya manggut-manggut saja.

_____

Om Fero

"Hallo, Om?"

"Andra kamu cepat ke rumah sakit sekarang, Papa kamu sakit parah. Papamu mau ketemu kamu, ke sini sekarang ya? Om sudah share lokasinya"

Deg

Andra langsung membulatkan matanya karena sangat terkejut, ia tiba-tiba mendapatkan kabar buruk ini.

"Di sini udah ada Mama kamu, dan Kakakmu sama pacarnya"

"Tolong cepet ke sini"

"I–iya, Om"

_____

Dengan menancapkan gas di atas kecepatan tinggi, Andra nekat mengendarai mobilnya tanpa memperhatikan jalan. Dengan pikiran yang sudah berantakan, tubuhnya menjadi begitu berkeringat.

Matanya kian semakin memerah, butir-butir air mata sudah mulai memenuhi kedua mata Andra yang siap terjun kapan saja.

"Gue harus cepet sampai rumah sakit," ucap Andra sembari mengusap air matanya yang telah menetes dari matanya.

Setelah mobil Andra telah sampai di rumah sakit yang ditunjukkan oleh Fero tadi, Andra pun segera memarkirkan mobilnya lalu keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam.

Dengan berlarian Andra mencari ruangan yang sudah ia tanyakan sebelumnya kepada salah satu Suster. Ketika hampir sampai ia pun menghentikan langkahnya untuk mengontrol nafasnya yang terengah-engah.

Dengan langkah yang begitu pelan Andra berjalan mendekati jalan arah ke ruangan Papa. Di kursi tunggu, Andra langsung mendapati sang Mama Riana dan Pamannya Fero.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang