Haii man temann Ψ(≧ω≦)Ψ
♣︎ SELAMAT MEMBACA ♣︎
"I–ini yang telpon temen," jawab Andra berbohong, padahal yang menelponnya adalah Fero mantan Adik ipar Riana dulu.
"Andra mau angkat telpon dulu," Andra pun segera beranjak dari kursi tempat makannya lalu pergi meninggalkan makanannya yang masih tersisa.
"Kamu udah makannya?" Tanya Risti.
"Udah," jawab Andra singkat.
Andra pun pergi menuju halaman belakang rumahnya, sesampainya ia di tempat tersebut Andra sesegera mungkin mengangkat telpon dari sang Paman.
Om Fero
"Assalamualaikum, Andra" Fero memberi salam di awal panggilan suara.
"Waalaikumsalam, Om. Gimana, Om? Ada informasi tentang Papa?" Tanya Andra yang langsung ke intinya.
"Om sudah coba cari tahu ke teman kerja Papa kamu, dan orang-orang terdekatnya di sana, tapi gak ada hasil"
"Yang Om mau sampaikan ke kamu, Om dapet sedikit kabar kalo Papa kamu jual rumahnya yang dulu"
"APA! Rumah kosong Papa di jual?" Andra terkejut.
"Iya Andra. Sebelumnya maafin Om gak bisa cari Papa kamu lebih lanjut lagi, karena Om mendadak ada panggilan di luar negeri, Om ada meeting klien penting, jadi Om harus segera kembali ke sana"
"Gak apa-apa, Om. Om sudah cari Papa sejauh ini Andra sangat berterima kasih sekali. Maaf Andra sudah ganggu Om kerja"
"Iya Andra, gak apa-apa. Kamu sudah Om anggap seperti anak Om sendiri, Om sayang kamu seperti Om menyayangi Arka. Jadi kalo kamu butuh sesuatu, jangan sungkan minta bantuan sama Om"
"Iya Om, terimakasih banyak" ucap Andra berterima kasih.
"Iya, sama-sama" jawab Fero.
"Mulai sekarang, Om gak usah repot-repot cari Papa lagi. Andra pasrah sekarang, tapi bukan berarti Andra menyerah. Kalo takdir mempertemukan Andra sama Papa lagi, pasti nanti bisa ketemu kok"
"Ya sudah, itu terserah kamu. Pesan Om, kamu jangan pernah bosan berdoa sama Allah ya? Om yakin suatu saat nanti kamu pasti bisa ketemu Papa"
"Ya sudah, kamu jaga diri baik-baik ya? Om tutup telponnya" pamit Fero akan menutup telponnya.
"Iya, Om" jawab Andra.
Fero segera mengakhiri panggilan suara dengan mengucapkan salam lalu di jawab oleh Andra. Mereka pun akhirnya mengakhiri panggilan suara cukup sampai sini.
"Kenapa Papa tega banget sama Andra? Tinggalin Andra. Sebenernya apa yang Papa sembunyikan dari Andra sih?" Batin Andra sambil meneteskan air mata.
°°°°°
Di jam istirahat, Andra sepertinya memang sengaja tidak ingin ikut berkumpul bersama teman-temannya di kantin seperti biasa, saat ini suasana hatinya cukup buruk. Karena ia bosan di dalam kelas, Andra berniat untuk pergi ke rooftop sekolah.
Di sana Andra memandangi pemandangan di bawah dari atas ketinggian serta memandangi indahnya langit yang begitu terlihat jelas di mata.
Saat Andra sedang asik melamun, tiba-tiba terdengar dari kejauhan seseorang yang memanggil nama Andra. suara yang tak asing bagi Andra di telinganya, yaitu seperti suara Gio. Andra yang menyadari adanya kehadiran Gio hanya sekilas melirik sebentar lalu kembali ke posisinya yang semula.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Ficción General𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)