Haii man temann (。•̀ᴗ-)✧
▩ SELAMAT MEMBACA ▩
"Vebri sa-sa-yang Ma-ma ..." ucap Indri terbata-bata.
Darah masih bercucuran sangat deras dari dada Indri, bajunya pun kini sudah dilumuri oleh darahnya sendiri, Indri skkudah kehilangan banyak darah. Perlahan-lahan matanya pun terpejam.
"Gak! Gak! Jangan!" Widiya langsung dibuat semakin panik.
Setelah beberapa menit polisi dan ambulan pun datang, beberapa korban luka dibawa oleh ambulan termasuk Indri. Dan para jasad korban segera diekskusi oleh polisi, para petugas sesegera mungkin menyelidiki kasus ini.
Kini Indri sedang dalam perjalanan di rumah sakit, suara ambulan pun terus berbunyi untuk menandakan sedang ada keadaan darurat. Widiya terus menerus menangis histeris melihat kondisi Indri yang semakin kritis tak sadarkan diri dengan rasa takut yang semakin menyelimutinya.
°°°°°
Drttt ... drttt
Drttt ... drttt
Asal suara itu berasal dari nada dering ponsel Leon, sepertinya ada yang menelponnya. Saat ini ia sedang disibukkan dengan pekerjaannya karena sedang mengadakan rapat bersama klien nya, ponselnya terus menerus berdering. Namun, keadaan saat ini Leon tidak bisa diganggu gugat.
"Pak, angkat saja dulu telponnya, siapa tau penting." Ucap salah satu klien perusahaan Leon, karena merasa sedikit terganggu akan suara ponsel tersebut terus berdering saat rapat sedang berlangsung.
"Biasa, ini orang rumah yang menelpon, biarkan saja. Lagipula sebentar lagi rapat akan selesai." Jawab Leon yang tidak peduli.
"Walaupun yang menelpon orang rumah, jika terjadi sesuatu di sana, apa tidak akan fatal?" Tanya klien itu.
"Lebih baik kita tunda dulu rapat ini, menunggu Pak Leon selesai berbicara di telpon. Keluarga adalah harta yang berharga dan itu paling penting, Pak." Tutur klien Leon lagi.
Leon lantas manghela nafas pelan. "Baiklah, saya angkat dulu telponnya. Permisi ..." ucap Leon.
Leon pun lantas keluar dari ruang rapat dan langsung mencari tempat yang tidak berisik untuk mengangkat telponnya.
Drtt ... drtt
Istriku♥︎
"Hallo. Kenapa?" Tanya Leon dingin.
"Kamu dari tadi kemana, Mas? Aku telpon kamu tapi gak diangkat-angkat" tanya Widiya.
"Aku lagi rapat, jadi gak bisa diganggu"
"Memangnya ada apa telpon?"
"Ma-mas aku sekarang lagi ada di rumah sakit Radi Asa, kamu cepet ke-ke sini ya?" Ucap Widiya dengan nada cukup tak enak didengar.
"Kenapa kamu bisa di rumah sakit?" Tanya Leon.
"I-indri, Mas ... di-dia kritis sekarang"
Leon seketika terdiam sekejap, raut wajahnya juga terlihat sangat sulit diartikan seperti ia tidak bisa menunjukkan ekspresi apapun saat tiba-tiba mendengar Indri dalam keadaan kritis di rumah sakit.
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Leon.
"Ceritanya panjang, nanti aku ceritain kalo kamu udah sampai sini" jawab Widiya.
"Baiklah, ini aku mau ada di perjalanan, tunggu di sana" ujar Leon.
Percakapan mereka pun cukup sampai sini, Leon langsung mematikan telponnya dengan cepat. Setelah menelpon, Leon berencana akan langsung pergi ke rumah sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Aktuelle Literatur𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)