Haii man temann (´∧ω∧`*)
♧ SELAMAT MEMBACA ♧
2 kali Andra menekan bel rumah, tetapi belum ada orang yang membukakan pintu. Ia pun akan mencoba sekali lagi untuk mengetuk pintu dan menekan bel rumah Pamannya Fero.
Tok, tok, tok ... tingnung, tingnung
"Assalamualaikum, Om. Ini Andra," ucap Andra dari luar.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya pintu itu pun dibuka oleh salah satu asisten rumah tangga di rumah Fero.
"Silahkan masuk, Den! Maaf Bibi telat buka pintu," asisten itu meminta maaf karena telah membuat Andra menunggu.
"Iya, gak apa-apa, Bi." Jawab Andra.
"Tuan ada di dalam, masuk saja, Den!" Ucap asisten itu lagi.
Perlahan Andra pun masuk ke dalam rumah Fero, Andra memperhatikan satu persatu seisi rumah. Dari luar rumah terlihat cukup sederhana tapi di dalamnya yang terlihat begitu mewah, bisa dilihat dari barang-barang pajangan dan benda-benda lainnya yang ada di dalam rumah yang harganya pasti mahal.
"Andra!" Panggil Fero dari kejauhan, sehingga membuat pandangan Andra langsung tertuju pada panggilan itu. Fero dengan cepat menghampiri Andra dan memeluknya, Andra yang dipeluk oleh Pamannya juga ikut memeluknya, sungguh sudah lama sekali mereka tidak bertemu.
"Kamu apa kabar, Andra? Om sudah lama sekali tidak ketemu dengan kamu. Kamu terlihat sangat dewasa sekarang. Tambah ganteng, lebih mirip Papa kamu." Ucap Fero dengan sifat humorisnya, yang langsung di respon dengan tawa kecil Andra.
"Gimana keadaannya Mbak Risti sama Mama kamu? Sehat?" Tanya Fero.
"Alhamdulillah Om, kita semua sehat." Jawab Andra sambil tersenyum tipis.
"Om masih kerja di Perancis?" Tanya Andra basa basi.
"Iya, Om masih kerja di sana, nanti 5 hari lagi Om balik lagi ke sana."
"Arka mana, Om? Dia masih di asrama?"
"Minggu kemarin Arka baru pulang dari asrama, 2 hari kemarin, dia baru kembali ke asrama. Rumah ini jarang ditunggu sama Om, Om juga jarang pulang ke rumah, jadi Arka masih Om taruh di asrama biar gak kesepian." Ujar Fero kepada Andra.
•●☆●•
15 tahun silam. Istri dari Fero meninggal setelah melahirkan anak pertama mereka akibat pendarahan hebat.
Setelah kepergian istrinya, Fero sangat berduka dan terpukul, pasalnya keluarga kecil mereka baru saja akan lengkap, karena mereka akan menyambut kelahiran putra kecil mereka, yang Fero beri nama Arkafa Aditya Abraham.
Setelah Fero sudah mulai bisa menerima keadaan ini, ia memutuskan untuk tidak akan pernah menikah dan memilih untuk fokus membesarkan putranya, dan mencari nafkah untuk masa depan anaknya nanti.
Karena Fero disibukkan dengan pekerjaannya menjadi pengusaha dan pebisnis di luar negeri, Fero jarang sekali pulang ke rumah. Tak mau putranya tunggal kesayangannya itu kesepian di rumah, ia terpaksa menaruh putranya di asrama. Fero menaruh Arka di asrama terbaik, ia memilih asrama yang terjamin akan fasilitasnya.
Kelak saat Arka sudah berusia 20 tahun, Fero berencana akan mengeluarkannya dari asrama dan membawanya ke luar negeri bersamanya. Tapi, ia juga tidak akan pernah pindah dari rumahnya itu, karena banyak kenangan indah yang sudah tercipta di rumah itu bersama istrinya dahulu.
Ketika Fero dan putra tunggalnya tidak ada di rumah. Para asisten rumah tangga, Body Guard, dan Satpam lah yang harus menunggu dan menjaga rumah Fero.
Ketika Fero akan pulang ke rumah, ia harus menunggu anaknya terlebih dahulu diberikan izin pulang oleh guru asrama selama beberapa hari. Setelah Fero mendapatkan kabar bahwa putranya diizinkan pulang dalam jarak waktu beberapa hari, ia harus mendahului putranya untuk pulang dan sampai ke rumah terlebih dahulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
General Fiction𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)