Haii man temann (*´꒳'*)
✿ SELAMAT MEMBACA ✿
⚠️PERHATIKAN DI PART INI TERDAPAT KATA-KATA KASAR⚠️
"Males banget anjrit kalo ada pentas seni," ucap Andra sambil memutarkan bola mata malas.
"Tau tuh, malesin. Ih sebel deh," Riko membuat para kawannya itu memperhatikannya.
Setiap hari rabu, sekolah SMA Swasta 03 Majar selalu mengadakan pentas seni secara rutin setiap 1 minggu sekali. Itu sebabnya sudah wajib bagi mereka setiap hari rabu pagi harus berkumpul di lapangan upacara dan menyaksikan sebuah acara pentas seni.
Saat lapangan sudah diamparkan karpet oleh para anggota OSIS, dengan cepat seluruh siswa-siswi duduk dengan konsep aturan para siswa dan siswi duduk sesuai kelasnya masing-masing.
Saat cuaca sudah mulai terasa panas, tak kunjung datang juga para petugas pentas seni, sedangkan para murid-murid sudah berkumpul di lapangan dari tadi. Hal ini lantas mengundang kehebohan yang disebabkan oleh para siswa-siswi sehingga menimbulkan kerusuhan karena mereka sudah kepanasan.
"CEPETAN DONG! PANAS INI! ADUHH ..."
"PANAS WOI!"
"BU, CEPET BU! AGUS PANAS, BU!"
"LELET AMAT SIH! BISA GAK SIH CEPETAN?"
Teriak para siswa-siswi saat ini.
Di sisi lain Indri yang tetap duduk tenang tanpa bicara sedikitpun dengan wajah yang masih pucat, paparan sinar matahari mengundang pusing pada kepala Indri, secara tiba-tiba penglihatannya menjadi kabur.
Merasa tubuhnya benar-benar sudah tak mampu untuk bertahan lagi, ia pun tumbang tepat di tengah lapangan upacara.
Dengan cepat para murid perempuan di kelas Indri berusaha membangunkannya. Hal ini sontak membuat para siswa-siswi yang lain ikut melihat Indri yang sedang jatuh pingsan, terkecuali Andra dan para teman-teman sekelasnya yang memilih untuk tetap tenang di tempat.
Riska yang melihat Indri jatuh pingsan segera menghampirinya lalu memangku kepala temannya itu sambil menepuk-nepuk pipinya, berharap Indri masih setengah sadar. Namun nahas, Indri sudah benar-benar kehilangan kesadarannya.
"TOLONGIN!" Pinta Riska panik meminta tolong.
Gio yang melihat hal ini dengan cepat langsung memanggil para OSIS. Andra dan para teman-temannya itu yang mulanya tak peduli dibuat penasaran, karena melihat para siswa-siswi sangat ramai berkerumun.
"Ada apa sih? Di sana? Rame bener," ucap Andra yang ikut penasaran.
"Gak tau tuh," jawab Alex.
"Coba liat ke sana yuk!" Ajak Andra.
"Ya udah ayo!" Jawab Niel.
Mereka pun menghampiri kerumunan yang ramai sedari tadi. Saat Andra dan para teman-temannya sudah sampai di tempat kerumunan itu, Andra pun bertanya kepada salah satu murid yang ikut berkerumun.
"Ada apa sih ini?" Tanya Andra.
"Katanya ada yang pingsan," jawab salah satu murid itu. "Hah?" Celetuk Andra.
Andra pun berniat untuk menerobos kerumunan itu. Sungguh, ia dibuat sangat terkejut lantaran ada seorang gadis yang tergeletak lemas, saat ia perhatikan ternyata gadis ini adalah Indri.
"Indri?" Batin Andra.
Gio yang baru saja datang bersama OSIS, diminta untuk membawa Indri ke UKS.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Fiction générale𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)