PART 58 : MINTA MAAF 🍪

103 5 0
                                        

Haii man temann ((o(*>ω<*)o))
❖ SELAMAT MEMBACA ❖

"Kenapa gue harus nyesel? Kan ini rencana gue, pilihan gue, ini juga hasil dari perbuatan gue, dan ini yang gue mau. Seharusnya gue seneng."

"Lo yakin?" Tanya Gio memastikan. Andra hanya mengangkat kedua alisnya.

"Sekarang gue mau lo jujur sama gue. Singkirin ego dan gengsi lo, terus terang sama gue. Lo aslinya punya perasaan 'kan sama Indri?"

Andra terdiam cukup lama memikirkan jawaban apa yang akan ia katakan kepada Gio. "Dari gue yang ngelakuin ini demi siapa dan untuk siapa? Jelas untuk dia, kan? Jadi gak perlu gue jawab, lo pasti udah tau jawabannya. Gue mau yang terbaik buat dia, mangkanya gue ngelakuin ini."

"Apa lo tau gimana perasaan Indri sama lo?" Tanya Gio lagi.

"Mana gue tau," jawab singkat Andra.

"Gue tau, dia selalu bagi suka dan duka sama lo waktu dulu."

"Mungkin bisa jadi Indri juga punya perasaan yang sama kayak lo. Cuma dari kalian aja gak ada yang berani ungkap perasaan dan milih simpan rasa itu dengan diam." Lanjut Gio.

"Ndra, gue ingetin ke lo. Pilih lanjutin ini atau berhenti? Jangan sia-siain orang sebaik Indri, jangan sampai lo nyesel nanti." Ungkap Gio.

"Setidaknya jangan lo sia-siain orang di sekitar lo yang menghargai lo dan sayang sama lo "

"Karena gak selamanya lo akan ketemu dia terus. Ada saatnya nanti berpisah." Lanjut Gio.

Dikarenakan pesanan mereka sudah siap, mereka mengakhiri perbincangan cukup sampai sini. Andra dan Gio segera mengambil milik mereka masing-masing lalu membayar pesanannya. Setelah itu mereka langsung menyantap makanan dan minuman tersebut.

FLASHBACK OFF

°°°°°

Di tengah hati yang bimbang penuh dengan keraguan, Indri terus menatap nisan yang bertuliskan nama Ibundanya sembari mengelus-elus batu tersebut dengan wajah sendu dan tatapan mata yang sayu.

"Ma ..." ucap Indri dengan mulut yang bergetar dan mata yang berkaca-kaca.

"Vebri bingung, Ma. Vebri harus gimana? Mama masih inget 'kan sama Andra?" Tanya Indri tanpa jawaban.

"Vebri sakit hati sama perlakuan dia, tapi Vebri masih berharap sama dia." Ungkap Indri. "Vebri harus gimana, Ma?"

"Tiba-tiba jauhin Vebri, terus tiba-tiba berusaha deketin Vebri lagi. Vebri merasa dipermainkan hatinya sama dia, Vebri gak suka." Ucap Indri.

"Apa semua cowok gitu ya, Ma? Susah di tebak?"

"Indri bingung, Ma. Andra tiba-tiba ngajak Indri ketemuan, Indri gak tau mau dateng atau enggak."

"Pasti sekarang dia lagi nunggu Vebri di taman." Lanjutnya.

°°°°°

Langit sudah berubah warna menjadi senja, matahari juga sudah mulai surut sedikit demi sedikit, dapat terasa tiupan angin yang terus lewat berdatangan. Di tengah kesunyian sendiri dibalik tempat yang sepertinya sudah begitu banyak orang datang mengunjungi, Andra tetap terus akan menunggu orang yang sedari tadi ia nanti datang.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang