Haii man temann ✧◝(⁰▿⁰)◜✧
◌ SELAMAT MEMBACA ◌
Sintia pun pergi, Andra dan Indri terus memandangi kepergian Sintia sampai benar-benar sudah tak terlihat lagi bayangannya.
"Pulang?" Tanya Andra, Indri hanya mengangguk menandakan ia ingin pulang.
Mereka pun berjalan menuju ke arah motor Andra, dengan Andra yang berjalan paling depan. "Ndra," panggil Indri yang membuat langkah Andra berhenti.
"Hmm," sahut Andra mendehem. Saat Andra berbalik badan menghadap ke Indri, tiba-tiba Indri memeluknya. Hal ini membuat Andra terkejut bukan main, seketika tubuhnya menjadi kaku untuk digerakkan, keringat pun bercucuran, mulutnya juga sangat sulit untuk berbicara, serta matanya yang tidak berkedip sama sekali. Jantungnya seketika berhenti, lalu langsung berdegup kencang, nafasnya juga terasa tak karuan.
"Makasih, makasihh bangett. Lo udah baik banget sama gue." Ucap Indri dengan kondisi Andra yang masih mematung.
Saat Indri memeluk Andra, ia pun tersadar dari pikirannya saat ini. Seharusnya ia bisa menjaga batasannya, sungguh ini sangat memalukan harga dirinya sebagai perempuan.
"Mm ... ma-maaf," Indri memohon maaf, Andra hanya diam tak bicara. Andra pun membuang muka dan langsung berbalik arah membelakangi Indri.
"Kenapa lo ngelakuin ini? Kenapa lo bantu gue untuk temui Mama?" Tanya Indri. Andra masih setia terdiam.
"Cukup lo tau intinya aja, gue suka liat orang bahagia, gue gak suka liat orang sedih." Jawab Andra yang akhirnya buka suara.
"Hidup lo aja belum bahagia? Kenapa lo bantu orang lain yang bukan siapa-siapa lo?"
"Karena gue tau rasanya terus tenggelam dalam kesedihan itu seperti apa, itu sebabnya gue mau bantuin lo."
"Tapi 'kan, lo punya kehidupan lo sendiri, kenapa harus ikut campur kehidupan gue?" Tanya Indri lagi dan lagi.
"Karena gue gak mau lo hidup sendirian lagi, melalui dan menjalani semua ini sendiri. Lo udah cukup tersiksa sama semuanya, jadi udah cukup semuanya." Andra membuat Indri menatapnya lekat-lekat.
Andra pun kembali melanjutkan langkahnya menuju ke arah motornya diparkirkan, Indri yang ditinggalkan oleh Andra berusaha untuk menghentikan Andra.
"Andra! TUNGGUIN GUE!" Teriak Indri.
°°°°°
Tepat di depan cermin sudah ada seorang gadis yang sedang merias wajahnya dan juga merapihkan rambutnya. Selepas pulang sekolah Indri langsung mandi lalu mengganti pakaiannya, hari ini ia sangat semangat lantaran akan bertemu dengan Ibunya untuk kedua kalinya.
"Udah selesai," ucap Indri di depan cermin, merasa sudah rapih dan cantik.
Setelah sudah bersiap-siap, Indri langsung meraih ponselnya berniat untuk menghubungi Andra. Setelah menekan tombol telpon, Indri menunggu telponnya tersambung, tak perlu menunggu lama telponnya pun akhirnya tersambung.
Andra
"Hallo, assalamualaikum, Ndra. Gue udah siap, ayo ke sana!" Ucap Indri.
Andra yang baru saja tidur siang masih belum mengumpulkan nyawanya sudah harus menerima telpon dari Indri, ia berusaha mengolah kembali ucapan Indri tadi dengan mata yang masih tertutup.
"Waalaikumsalam. Hah? Kok lo udah siap? Emang udah sore ya?" Tanya Andra.
"Belum sih, tapi gue mau nyambut Mama pulang kerja nanti"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
Fiction générale𝗦𝗨𝗗𝗔𝗛 𝗠𝗘𝗟𝗔𝗟𝗨𝗜 𝗧𝗔𝗛𝗔𝗣 𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜 ᴅᴇsᴋʀɪᴘsɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ᴛᴇʟᴀʜ ᴅɪᴜʙᴀʜ. 𝘙𝘦𝘷𝘢𝘯𝘥𝘳𝘢 𝘑𝘰𝘷𝘢𝘯𝘰 𝘈𝘣𝘳𝘢𝘩𝘢𝘮, laki-laki yang masih duduk dibangku SMA. Menjadi korban broken home kedua orangtuanya, membuat dirinya terus menerus te...
![𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]](https://img.wattpad.com/cover/344802016-64-k611687.jpg)