PART 56 : SEMAKIN BERUBAH 🍮

85 3 0
                                        

Haii man temann ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧
◌○ SELAMAT MEMBACA ○◌

⚠️PERHATIAN DI PART INI TERDAPAT KATA-KATA KASAR TIDAK UNTUK DITIRU⚠️

"Untuk apa saling cinta? Bila akhirnya hanya untuk menjauh satu sama lain?"
~Riko Mahardika~

⋇⋆✦⋆⋇

"Andra sebenernya udah mulai bisa melupakan dan memaafkan masa lalu itu. Tapi, lagi dan lagi ... Mama terus menambah luka Andra."

"Mama juga dulu seorang anak, kan? Seharusnya Mama juga bisa dong, ngerasain perasaan Andra kayak gimana?"

"Mama belum pernah 'kan di posisi Andra? Seandainya Mama di posisi Andra, bakal seperti apa Mama?" Tanya Andra.

"Percuma Andra kasih tau, Mama gak bakal bisa paham." Lanjutnya lagi.

Riana yang mendengar perkataan Andra langsung melemas dan menjatuhkan dirinya ke lantai, air matanya pun mulai pecah di tempat. Sejak kapan Andra mulai berani melawan perintahnya? Sejak kapan? Di mana Andra yang dulu ia kenal? Di mana?

Andra yang juga tidak dapat menahan tangisannya segera menuju kamar, mengurungkan niat tadi untuk pergi keluar rumah.

"Mama!" Risti langsung menghampiri Riana yang terlemas.

"Andra hiks ... Mama gagal, Ris, Mama gagal hiks." Ucap Riana saat tangisannya telah pecah.

°°°°°

Kini para geng Boyscircle sedang berjalan-jalan di sekitaran sekolah, berkeliling untuk mengelilingi tempat mereka bersekolah. Saat mereka hendak melewati tongkrongan Gilga dan para kawan-kawannya, tiba-tiba Gilga memanggil Andra dengan cukup keras.

"WOI! YATIM," panggil Gilga dengan tak sopannya.

Andra yang mendengarnya lantas menghentikan langkahnya, ia merasa bahwa Gilga sedang mengejeknya dengan sebutan itu. Dengan penuh amarah ia mengepalkan tangannya kuat-kuat karena tersinggung oleh panggilan itu tadi. Lalu menoleh ke arah tongkrongan Gilga di sana dengan tatapan tajam.

"Yatim, yatim. Mata lo yatim!" Bantah Niel dari kejauhan.

Tanpa disangka Andra pun datang menghampiri tongkrongan Gilga dan para kawannya. "Bilang apa lo tadi? Hmm?" Tanya Andra dengan nada lemah namun mengancam sembari mengkerah baju Gilga.

"Yatim. Kenapa? Lo marah? Ohh ... lo merasa ya? Karena lo memang yatim?" Jawab Gilga.

"Lo pikir lo ngomong begini, keren? Hah? Brengsek!" Ujar Andra yang sudah sangat emosi. Saat Andra akan bereaksi, para teman-temannya lantas menahannya.

"Tenang, Ndra! Jangan langsung bales," bisik Rion dengan menahan dada Andra.

"Kita lagi gak mau cari masalah sama lo semua. Tapi sebelum itu ada yang gue mau tanya, lo semua masih punya ortu 'kan? Mau gak gue katain yatim juga gak? Gak mau, kan? Lain kali kalo mau ngomong tuh dipikir dulu, tolol! Gak usah ngajak perang bego!" Ucap Alex.

"Gue gak ngajak ribut kalian kok, lagian ... siapa juga di sini yang mau ribut. Gue 'kan cuma bercanda pake panggilan begitu, yang merasa aja tiba-tiba tersinggung. Ya maaf kalo memang tersinggung, mungkin memang bener-bener merasa kali. Kalo gak merasa gak bakal nyerang gue kayak tadi." Jawab Gilga.

Andra pun semakin geram, ia terus menatap tajam wajah Gilga. Ingin sekali rasanya ia memukul wajah Gilga dengan tangannya sendiri. Entah apa maunya, selalu memancing emosi orang lebih dulu.

𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang